Gadis Korek Api – H.C. Andersen

Bagi angkatan 80’an seperti saya di mana jaman SD bacaan hanya berkisar donal bebek, komik Nina dan kumpulan dongeng tentunya nama Hans Christian Andersen melekat kuat di ingatan kita. Kisah tragis gadis korek api, cinta putri duyung yang bertepuk sebelah tangan, perjalanan hidup gadis mungil Thumbelina adalah beberapa karyanya yang sangat terkenal dan sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia.

Kali ini penerbit Atria mengemas 10 kisah H.C. Andersen dalam satu kumpulan dongeng yang diantaranya  Kisah Cinta Putri Duyung Kecil, Angsa-Angsa Liar, Sang Putri Sejati, Thumbelina, Burung Bulbul, Gadis Korek Api, Ratu Salju, Baju Baru Kaisar, Kisah Rembulan dan yang terakhir Anak Itik Buruk Rupa. Favorit saya gadis korek api,kisah singkat gadis miskin yang hidupnya berakhir karena kedinginan di malam tahun baru. Tragis, sedih tapi entah bagaimana ada nuansa kelegaan dan kegembiraan di sana saat sang gadis bersua dengan arwah neneknya di atas sana. Cerita lain yang juga saya suka adalah kisah cinta putri duyung, sayangnya bayangan Ariel yang hidup happily ever after tak mampu ditepis saat saya membaca kisah yang kisahnya berbeda 180 derajat dari cerita asli karangan Andersen.

Gadis Korek Api

Nuansa kelam kerap membayangi dongeng-dongeng Andersen, yang mana awalnya saya merasa aneh juga. Dongeng yang identik dengan story telling dengan target pembaca anak-anak kenapa malah identik dengan nuansa suram. Mau tak mau saya menggoogling kisah hidup H.C. Andersen. Pantas saja. Ternyata perjalanan hidup Andersen yang lahir tahun 1805 bisa dibilang tidak mudah, bakkan cenderung kesepian dan penuh dengan kepahitan. Andersen lahir di keluarga miskin, sang ibu bekerja sebagai buruh dan ayahnya hanya pembuat sepatu miskin dan buta huruf. Khayalannya berkembang sedari kecil karena ibunya sering bercerita tentang dongeng rakyat  dan ayahnya yang kerap membawa Andersen menonton sandiwara. Yatim piatu pada usia muda, Andersen bekerja serabutan sampai suatu kali ia bertemu raja Denmark Frederik VI yang kemudian membiayai Andersen sekolah bahasa. Happy ending? Jangan salah karena di sekolah Andersen malah menjadi korban ejekan teman-temannya, selain karena usianya yang terpaut jauh dengan teman sekelasnya, Andersen ternyata pengidap dyslexia. Tamat dari sana, Andersen mengenyam studi di Kopenhagen dan mulai meneruskan hobinya menulis. Kisah cintanya mirip dengan si putri duyung cilik, bertepuk sebelah tangan malah sampai pada akhir hidupnya Andersen tidak menikah sama sekali. Ia meninggal pada tahun 1874 karena sakit.

Every man’s life is a fairy tale, written by God’s fingers, once he said. Mungkin hanya dengan khayalannya dan dengan menulis ia bisa melupakan semua kisah sedih yang terjadi dalam hidupnya. Ia menulis dengan penuh perasaan dan bisa jadi karena itu jugalah dongeng karyanya tak lekang oleh waktu dan masih dapat saya nikmati walaupun sudah lewat ratusan tahun lewat. Luar biasa. Bahkan beberapa waktu lalu Google juga memperingati hari lahirnya dengan doodle Thumbelina selama lima hari berturut-turut.

Thumbelina - 1

Thumbelina - 2

Thumbelina - 3

Thumbelina - 4

Thumbelina- 5

Bintang 4 untuk keseluruhan cerita dan cover indah hasil karya @curutsalto. Saat nulis review ini saya baru memperhatikan lagi covernya, ternyata latar dari sketsa gadis korek api juga seakan-akan ada tetesan darah baik di sampul depan maupun belakang. Gothic, tragic yet so beautiful!

Judu buku : Gadis Korek Api dan Dongeng-Dongeng Lainnya. Penerbit : Atria, Maret 2011. 267 halaman.

PS. Kenapa dongeng jaman dulu yang identik dengan anak-anak nuansanya horor bin gothic begini ya? Perasaan cerita dari Grimm bersaudara juga gelap bahkan lebih sadis.

PS lagi, dongen Ratu Salju yang berkisah tentang 2 anak Kay dan Gerda entah kenapa terkesan sangat familiar, sepertinya dulu pernah dibawakan dalam kaset Sanggar Cerita kalau tidak salah. Ring a bell anyone?

9 thoughts on “Gadis Korek Api – H.C. Andersen

  1. Hm…Hans Christian Andersen…ceritanya seringkali pendek-pendek, tapi ya itu…memorable.

    Kenapa cerita dulu cenderung suram/gelap? Mungkin karena memang waktu itu tujuan utamanya bukan sekedar untuk menghibur, tapi untuk mengajari bahwa yang jahat bakal dapat hukuman yang seberat-beratnya? Dan mungkin juga karena ada unsur ingin menakut-nakuti anak-anak? Atau ya murni karena yang bikin orang dewasa? Hahahaha…terlalu banyak kemungkinan. Tapi seru juga tuh kalo dicari tahu ‘kenapa mereka (H. C. Andersen & Grimm Brothers) nulis ceritanya kok serem-serem.

    Antara H. C. Andersen dan Grimm Brothers…kayaknya Grimm Brothers punya cerita lebih serem deh endingnya…apalagi kalo baca Snow White dan Cinderella…oh dear…andai Disney mengambil tepat seperti Grimm Brothers punya cerita, kayaknya yang dibangun bukan Wonderful World of Disney tapi Haunted House of Disney hahahaha….

    Dah lama gak baca dongeng anak-anak klasik gini…tapi masih beli buku-bukunya, untuk dikoleksi dan inventasi masa depan :D

    • Ho oh Ze, gile aje kalau Disney beneran disadur pakai aslinya! Serem-serem euy ceritanya. Andersen pendek-pendek tapi ngena banget apa dulu bacaan kita cuma dongeng2 begini ya? Kisah Perrault juga tuh, haduh dulu punya bukunya 1 dan 2 klo ga salah. Tapi sudah entah di mana :(

  2. cerita gadis korek api ini aku taunya dari film kartun di TVRI nih kalo ngga salah. Tapi lupa. dulu udah bukan jaman lagi nih (angkatan muda dong aku, hahahha)

    btw mia rajin juga ngegooglingin andersen, kalo diliat sih mungkin bener juga ya, dia nyalurin semua masalah2 dia ke cerita2 yang dia bikin,, ngebayanginnya kok jadi serem juga ya

  3. kadang tulisan yang dibuat penulis adalah kisah hidup yang dialaminya.

    tetapi tulisan yang dibuat sepenuh hati akan dikenang sepanjang masa

    salam kenal

  4. assalaamu’alaikum, salam kenal,,, favoritnya sama gadis penjual korek api ^_^ ….. cerita serem, atau saya bilang cerita ekstrim ….. yang membekas di saya bahwa cerita2 itu mengajarkan dunia selalu ada perang yang baik dan yang jahat….. bagi mereka yang baik, abis baca cerita itu akan semakin baik …. karena sedih banget misal klo ada kejadian nyata seperti gadis penjual korek api

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s