10 Comments

[Review] Daisyflo ~ Forgiveness is a gift to yourself.

Sinopsis :

Di mata Junot, Tara adalah a miracle. Namun di mata Tora, Tara tidak lebih dari seseorang yang dapat digunakan dan ditinggalkan kapan pun dia mau. Tora telah menghancurkan sekaligus menguasai hidup Tara. Lalu kehidupan Tara yang abnormal pun dimulai. Dia mengorbankan Junot, manusia yang paling dicintainya di muka bumi ini. Ada yang bilang dia sakit jiwa, tapi hanya Tara yang tahu dia hampir menjadi pembunuh. 

Sekarang tidak hanya Tara yang terlibat, tapi ada Alexander yang rela mengorbankan hidupnya yang cemerlang untuk menghitam di penjara karena Tara. Ada Junot, laki-laki yang rela menderita untuk mematri serbuk bintang di matanya. Ada Tora, manusia yang menjadi target bahwa Tara hanya akan bernapas untuk melihatnya mati. Juga Muli, sahabatnya sewaktu kuliah yang menyimpan rahasia terbesar dalam hidup Junot. 

Apa yang sebenarnya terjadi pada Tara? Mengapa kisah cintanya bagaikan benang kusut? Mengapa dia begitu berambisi untuk membunuh Tora?

Daisyflo

Daisyflo

Dan di bawah ini saya comot dari blog penulis yang akan memperjelas hubungan Tara dengan 3 pria : Tora, Junot dan Alexander

Sebagai Tara,

aku ingin sekali membunuh Tora, sebab dia adalah b4jingan.
aku ingin sekali mengejar Junot, sebab aku selalu mencintainya.
aku ingin sekali mengatakan pada Alexander untuk berhentilah melukis duniaku, sebab aku tak lagi layak.

Aku ingin sekali,
kembali pada masa dimana bunga daisy mekar sehari lebih lama dari biasanya.

~ Daisyflo, Yennie Hardiwidjaja.

*speechless* 

Couldn’t put the book down until the last page. Jarang saya menemukan buku macam begini yang memutarbalikkan emosi dan bagian menjelang ending sukses menitikkan air mata. Cinta, ah, tak cukup kata untuk melukiskan makna kekuatan cinta seseorang.

Daisyflo dibuka dengan kejadian tanggal 22 April 2011, malam eksekusi. Hari di mana Tara menunggu detik-detik kedatangan Tora, saat mendebarkan yang siap menjadikan Tara seorang pembunuh. Tara tidak tahan lagi, malam ini Tora harus mati!

Wets! Tumben-tumbenan nih pembuka alur yang tidak biasa, tapi yang begini ini yang membuat saya penasaran. Emang siapa Tara? Tora apalagi? Heboh amat sampai niat ngebunuh. *wah, ini memang bukan Metropop biasa nih*

Ada lagi Alexander, pria yang sekarang dekat dengan Tara. Ia sudah curiga dengan perilaku Tara yang mengintai kantor tempat Tora bekerja, Tara yang sibuk dengan olahraga berat yang membuat tubuhnya berotot dan yang terakhir ia bahkan memotong rambutnya. Siapa sangka Tara akhirnya benar-benar mewujudkan niatan untuk membunuh Tora.

Alexander memacu mobil. Tak ada waktu lagi. Dia takkan membiarkan Tara membunuh Tora. Gadis itu sudah cukup sakit. Apa jadinya dia kalau sampai dipenjara?

Belum selesai penasaran kita, cerita bergulir flash back. Tahun 2008. Saat di mana Tara masih ceria walau sudah sedikit terkontaminasi dengan perilaku Tora yang menyebalkan. Tora masuk dalam kategori good looking guy, berwibawa, alis lebat, hidung mancung, rajin basket. Di sisi lain ia adalah tipe pengekang posesif yang menyebalkan, belum lagi gengsi tinggi padahal modal dengkul, wong hampir semua biaya hidupnya ditanggung Tara. Iiissh kalau saya jadi Tara baru pacaran 2 bulan sudah pasti saya depak pria macam begini! Gemes sendiri dibuatnya, bolak balik pas baca saya seakan pengen ngejambak rambut Tora! Apalagi kerap kali dia mengakhiri pertengkaran dengan kalimat, ” Aku cuma mau jaga kamu. Kamu cewek yang harus dilindungi.” Atau “Kamu sudah aku anggap kayak istri sendiri. Kenapa kamu nggak jadi istri yang baik saja sih?” Errh, plis deh Tora.

Adalah Junot, kakak kelas Tara yang pendiam, misterius dan sederhana. Selain jago kumputer ia juga pintar piano dan super baik! Padahal awalnya Junot dan Tara lebih dulu saling mengenal dan menyukai satu dengan yang lain, tapi Tara keburu silau dengan Tora. Dan misteri cinta mulai mempermainkan hidup Tara, Tora dan Junot. Tora adalah mimpi buruk Tara. Tara adalah mimpi buruk Junot.

Kenapa Tara tidak langsung saja memutuskan Tora? Kenapa ia masih bertahan? Bagaimana kelanjutan cinta Junot kepada Tara? Apakah arti bunga daisy yang ada di sampul buku? Silahkan baca sendiri, ingat bawa tissue dan siapkan emosi anda untuk Daisyflo.

Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah.

Alur flash back dan misteri yang terungkap perlahan membuat saya agak ragu meneruskan review Daisyflo tanpa menebar spoiler di mana-mana. Konflik satu berlanjut dengan konflik lainnya sehingga novel ini habis dalam satu kali duduk. Tidak seperti Metropop yang merk-merk terkenal bersliweran, Daisyflo mengangkat lebih dari itu. Penjiwaan tokoh! Betapa hati saya ‘lelah’ membaca Daisyflo, ingin hati memeluk Tara dan berkata you are not alone in this world, lady. Dan pria-pria ciptaan Yenni, duh bikin meleleh. Junot dan Alexander terutama.

Junot :

“Dari dulu sampai sekarang kamu adalah peri. No matter what you are, I won’t let you go anymore, Tara” – hal 131.

“Tara, knowing you is a gift. Holding you now is a miracle”- hal 150

Aaaaak.

Dan endingnya duh endingnya >.<

Cuma satu pesan saya baca deh buku ini, ga bakal nyesel! Apalagi ketika mengetahui ilustrasi bunga daisynya Junot. *meleleeeh*

Total opinion :

+ : karakter novel yang melekat bahkan sampai selesai membacanya, alur flash back yang membuat pembaca semakin penasaran, twist endingnya pas.

- : terus terang awalnya saya membeli buku ini karena twit dari Mbak @Hetih karena sampulnya kurang catchy, nama karakternya kurang pas tapi mau tak mau membayangkan Junot mirip dengan Herjunot jadi it’s not that bad afterall ;p

4/5.

Detail buku :

Judul : Daisyflo

Penulis : Yennie Hardiwidjaya

256 halaman, Gramedia, cetakan I, Maret 2012.

daisy flower

daisy flower

Bunga daisy : manis, simpel persis seperti Tara. Ia tidak seharum melati dan tidak seanggun mawar. Menurut theflowerexpert.com,  A Daisy symbolizes innocence and purity. It can also symbolize new beginnings. The flower meaning of daisy is “loyal love”and “I will never tell”.

Daisyflo adalah novel ke14 dari Yenni Hardiwidjaya, di blognya akan anda temui bagaimana behind the scene Daisyflo dan keseharian dari seorang Yenni. Ditunggu novel berikutnya ya :)

 

1 Comment

Berkelana ke Semarang dengan Now and Then by Ann Arnelis

Hari ini, ketika melihatmu lagi, kesadaranku terbawa oleh riak hati. Dadaku sesak dipalu malu dan rindu. Cinta menyuruh untuk menghampirimu, tapi ragu membuatku terpaku. Aku bertahan hanya mengagumimu dari jauh. 

Seandainya kau tahu betapa ini juga berat untukku. Menjauhimu adalah hal terburuk yang harus kulakukan. 

Maaf, Sayang, jika hingga sekarang belum ada jalan keluar bagi kita. Aku harus bagaimana? Senjata apa yang harus kubawa untuk memperjuangkan hubungan yang tak direstui orangtua? Bisakah hanya dengan cinta saja?

now and then

now and then

Kutipan paragraf yang ada di halaman belakang buku Now and Then yang covernya cantik sangat! *salut untuk ilustratornya*

Gagas Media di satu sisi memang sudah terkenal dengan keindahan covernya sedangkan di sisi lain sering membuat saya menebak-nebak isi cerita karena seperti yang ada di atas, sinopsisnya hanya berupa puisi singkat yang kurang mencerminkan isi cerita.

Jadi begini, Now and Then adalah novel cinta antara Sui Lian, seorang gadis bermata sipit dan pria bernama Pras. Perbedaan ras tentunya menjadi permasalah yang diangkat oleh penulis.

Sui Lian yang bekerja di toko buku bertemu Pras yang membuat keributan kecil di kasir karena seusai berbelanja ia menolak menggunakan tas kresek plastik untuk menampung buku belanjaannya. Pertemuan yang hanya sekilas namun berkesan bagi mereka berdua sehingga Pras berkunjung kembali ke tempat yang sama hanya untuk bertemu lagi dengan Lian. Gayung bersambut, pertemuan berlanjut dengan pertemuan berikutnya dan selama beberapa waktu pembaca mulai dikenalkan dengan orang-orang di sekeliling Lian dan Pras.

Ayah Lian berprofesi sebagai penjual mi di pasar yang ingin segera anaknya menikah dan menjodohkan anak gadisnya dengan Jono anak temannya. Padahal Jono sendiri genit dan kelakuannya suka towal towel sana sini. Keluarga Pras adalah keluarga Jawa ningrat yang kalau dari cerita sepertinya lumayan berada dan ibunya yang sangat peduli dengan kecantikan hendak mengenalkan Pras dengan Mita, teman kakaknya Pras.

Sudah tertebak ke mana arah cerita? Tentunya hubungan Lian dan Pras tidak berjalan mulus dan akhirnya mampukan cinta menyatukan perbedaan kebudayaan mereka?

My review :

Saya pribadi juga pernah mengalami masalah yang sama dengan Lian jadi mau tak mau penasaran dengan kelanjutan kisah cinta mereka. Sayangnya penulis terlalu memusatkan hubungan ‘pdkt’ Lian – Pras dan sayangnya berjalan sangat lambat. Bagian awal kisah yang menarik perhatian saya lama-lama menurun seiring dengan klimaks yang tak kunjung meningkat. Memang ada sub plot yang disisipkan penulis untuk mengangkat ritme cerita tapi kurang greget. Semua tokoh berjalan pelan.

Lian kalau yang saya tangkap adalah pribadi yang biasaaa banget, penurut dan melankolis. Sedangkan Pras? Selain ia yang gagah menolak segala bentuk tas plastik saya seakan tidak terlalu mengenalnya.

Dialog juga terkadang masih kaku, satu yang mengganggu saya di halaman 150 saat Pras menyatakan cinta.

“Rasanya aku jatuh cinta”

“Sama siapa?’

“Kamu.”

Mendengar itu Lian tertawa kecil. Ia membungkukkan badan condong ke depan.

“Kamu seperti remaja.”

Errh, saya tidak menangkap maksud Ann Arnellis menulis kamu seperti remaja, sepertinya kalau saya ditembak pria kalimat itu tidak terbersit di pikiran saya :D Tapi balik lagi ya, ini yang baca kan sudah seumuran tante-tante siapa tahu anak jaman sekarang beda :p

Kota Semarang yang menjadi latar kurang merasuk walaupun penulis di beberapa bab mengambil spot-spot terkenal seperti Lawang Sewu, Pasar Bulu, Pandamaran dan banyak lagi. Malah terkesan kalau penulis baru-baru saja pernah ke Semarang.

Saya sempat berkunjung ke blog Arnellis yang berprofesi sebagai guru, postingannya bagus-bagus dan menarik. Buku Now and Then adalah buku pertamanya, mudah-mudahan buku selanjutnya bisa lebih baik lagi. Bagi yang ingin mengenal Ann lebih jauh bisa follow akunnya di @arnellism.

+ : Percintaan beda bangsa yang jarang diangkat di novel lokal, covernya bagus cantik untuk dikoleksi.

- : Dialog masih kaku, karakternya kurang greget, pengembangan kisah kurang dalam.

2/5.

Detail buku :

Now and Then, Ann Arnellis

Gagas Media, cetakan I – 2012, 310 halaman.

3 Comments

Character Thursday #2

Character Thursday kedua saya, yay! Bagi yang masih belum jelas Character Thurday :

  • Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
  • Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
  • Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
  • Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
Syarat Mengikuti :
 1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di kotak di button.
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: Nama blogger @ nama blog, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik.
Dan tokoh pilihan saya kali ini adalah jreng jreng jreng Lisbeth Salander! Bagi pembaca blog saya jangan bosan ya dengan nona satu ini, sudah dua kali doi malang melintang di sini. Gegara menonton filmnya minggu lalu saya sudah kangen dengan gadis aneh yang bahkan menurut salah satu blog termasuk dalam 10 karakter perempuan fiksi yang mengguncang dunia.
Lisbeth, heroin kita bukan seperti gadis superwoman yang cantik dan bohay melainkan kurus ceking, tampilan gothic-punk, seorang hacker handal yang dikenal dengan nama wasp. Di buku kedua yang sedang saya baca (The Girl Who Played with Fire) rahasia hidupnya semakin terkuak. Lisbeth yang menjadi korban kekerasan seksual namun ia juga bisa menjadi pribadi yang kuat dan melawan sekuat tenaga membuat saya sebagai pembaca kasihan sekaligus takjub dengan ketegarannya.
Lisbeth bisa diselaraskan dengan Bruce Wayne, tokoh utama yang ‘dark’, ‘alone’ and ‘lonely’, tokohnya sedemikian nyata sehingga saya seolah-olah sangat dekat dengan Salander, saya senang saat ia dekat dengan seorang pria abg dan ketika musuhnya merencanakan niat busuk terhadapnya kebencian terhadap tokoh itu memuncak!
Stieg di saat remajanya pernah menyaksikan kejadian perkosaan seorang gadis dan ia hanya bisa diam dan tidak membantu. Perempuan itu terus membayangi pikirannya dan dituangkan dalam seorang Lisbeth Salander. Penampakan luar Lisbeth dilukiskan Stieg mirip dengan Pippi Longstocking versi dewasa, malah dalam trilogi Girl with Dragon Tattoo di pintu apartemen Lisbeth di Swedia tertera V. Kulla singkatan dari Villa Villekulla, nama rumah Pippi Longstocking.
Peran Lisbeth diperankan pas oleh Rooney Mara, coba bandingkan fotonya. Beda banget ya!
RM as Lisbeth

RM as Lisbeth

RM di cover Vogue

RM di cover Vogue

Bagaimana dengan kalian? :)

Leave a comment

War is Coming!

HBO telah mengeluarkan teaser poster Game of Thrones season 2 yang akan tayang 1 bulan lagi. Huhu, can’t wait can’t wait!

GoT - Season 2

GoT - Season 2

Tag line berubah dari winter is coming menjadi war is coming semakin menegaskan akan ada pertempuran dan bagi yang sudah membaca maupun menonton pasti sudah tahu ini pertanda apa. Akan semakin banyak tokoh yang dibabat George R. R. Martin tanpa pandang bulu! Sayang saya belum sempat mereview buku pertama dan keduanya tapi yang jelas buku ini masuk ke dalam buku yang endingnya membuat saya ternganga lebar-lebar.

Saya suka dengan gambar di bawah yang saya ambil dari http://bastardofwesteros.tumblr.com pertempuran telah dimulai dan sesuai dengan perkataan Cersei Lannister di buku pertama when you play the game of thrones, you’ll win or you’ll die. Mantap tante!

2 Comments

Speak – Laurie Halse Anderson

You know you’ve read a good book when you turn the last page and feel a little as if you have lost a friend.  ~Paul Sweeney

Melinda, tokoh utama Speak karangan Laurie Halse Anderson seakan menjadi teman saya dan sampai sekarang tokohnya yang terasa sangat hidup itu masih ‘menghantui’. Berulang kali saat membaca saya seakan ingin memeluk dan berbicara dengannya. I’m here Melinda, just speak! 

Speak

Speak

Sebelum nyerocos tak jelas mari kita lihat sinopsis Speak, Melinda Sordino busted an end-of-summer party by calling the cops. Now her old friends won’t talk to her, and people she doesn’t even know hate her from a distance. The safest place to be is alone, inside her own head. But even that’s not safe. Because there’s something she’s trying not to think about, something about the night of the party that, if she let it in, would blow her carefully constructed disguise to smithereens. And then she would have to speak the truth.

Berawal dari kekacauan sebuah pesta dan Melinda menjadi tertuduh perusak acara karena ia menelpon polisi yang berlanjut dengan bubarnya pesta, akibatnya ia dijauhi oleh teman-temannya bahkan lama kelamaan tidak ada yang mau berbicara apalagi berteman dengannya. Apa sebab Melinda menghubungi polisi teman-temannya tidak mau tahu, yang jelas Melinda mengacaukan acara hura hura bergembira mereka.

Hari-harinya sebagai anak baru di SMA sama sekali tidak menyenangkan, temannya hanya satu, pindahan dari Ohio bernama Heather. Padahal teman SMA Melinda rata-rata adalah teman SMPnya dulu yang sekarang membencinya. Tindakan Melinda hanya satu diam. Ia mulai terbiasa tidak bersuara bahkan dengan orang tuanya sendiri. Mengangguk atau menggeleng. Hanya itu saja yang ia lakukan.

Sebagai pembaca saya ikut sedih, kenapa orang tuanya tidak berusaha lebih keras untuk mengetahui ada apa di balik diamnya seorang Melinda dan ketika teman satu-satunya mulai menjauh, nilai sekolahnya merosot kecuali satu, Art. Mr Freeman sebagai guru kesenian menyadari ada sesuatu yang salah dengan Melinda dan sampai akhir cerita ia berperan besar terhadap sikap Melinda yang semakin membaik. Dan tugas Mr Freemanlah yang diangkat menjadi sampul depan buku Speak,awalnya saya tidak mengerti kenapa musti gambar pohon?

Kenapa dengan gambar itu? Apa sih yang terjadi di malam saat pesta? Kenapa Melinda diam? Nah itu jawaban yang harus dibaca sendiri :)

Speak amat sayang dilewatkan, kisahnya bisa dibilang berat sekaligus tidak berat. Inspiratif, gelap dan tak terlupakan. Terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diperolehnya, memenangkan 8 penghargaan dan  belum lagi menjadi 11 finalis book award di antaranya  A Publishers Weekly Best Book of the Year, A New York Time Best Beller dan masih banyak lagi.

Speak adalah buku ketiga Lauris Halse yang saya baca selain Wintegirls dan Catalyst. Ciri khasnya masih sama mengambil tokoh remaja putri bermasalah dan masalah itu bisa saja menimpa kita ataupun teman di sekitar kita. A must read book.

Speak telah difilmkan dengan judul yang sama, diperankan oleh ‘Bella’ Kristen Stewart pada tahun 2004. Ada yang punya filmnyakah? Mau pinjam dong :D

speak

Speak movie poster

Menurut saya Kristen lebih cocok berperan sebagai Melinda dibanding Bella loh! Pas banget mukanya. Yuk diliat trailernya.

Detail buku :

Speak, Laurie Halse Anderson

Penguin Group, 2009, 198 halaman.

4 Comments

[Film] Girl with Dragon Tattoo (2011)

Terjawab sudah rasa penasaran saya dengan film yang dilarang tayang di sini dan kenapa pula dilarang. Bukunya saja sudah bikin ‘ngilu’ apalagi filmnya, sempat beberapa kali saya memencet tombol skip. Ga kuat, seram!

fuckyeahmovieposter.tumblr.com

fuckyeahmovieposter.tumblr.com

Terdapat beberapa perbedaan antara buku dan film tapi tenang saja tidak akan mengurangi kenikmatan kita menyaksikan duo Mikael dan Lisbeth Salander. Durasi film cukup lama 2,5 jam namun terus terang tidak terasa karena David Fincher dengan meramu dengan apik ketegangan yang terus meningkat dan saya pribadi walau sudah membaca bukunya tetap dibuat penasaran. Terlebih suasana lokasi yang suram bersalju dan soundtrack yang ‘spooky’ sukses membuat jantung berdebar-debar.

Sekali lagi film ini bukan untuk tontonan anak di bawah umur, banyak adegan kekerasan, perkosaan, dan tubuh polos Rooney Mara bolak balik terlihat. Nah kok yang Daniel Craignya cuma terlihat sedikit :p

Rating tinggi di imdb (8,1) tak lepas dari peranan Rooney Mara yang berhasil mewujudkan Lisbeth Salander, perempuan aneh yang anti sosial. Tegar namun rapuh, cuek tapi perhatian, polos walau terlihat menakutkan saat marah. Saya belum menonton versi Swedia tapi secara ‘penampakan’ saya lebih menyukai Lisbethnya Rooney ketimbang Noomi Rapace yang juga muncul dalam Sherlock Holmes Games of Shadow. Oia, jangan lupa mengunjungi situs resmi filmnya di http://www.dragontattoo.net/ informasinya lengkap, ada juga penjelasan asal muasal Stieg Larsson memutuskan untuk membuat novel misteri dengan Lisbeth Salander sebagai tokoh utamanya.

The Girl Who Played with Fire

The Girl Who Played with Fire

Secara keseluruhan saya sangat puas dengan Girl with Dragon Tattoo dan kembali kangen dengan Lisbeth, sepertinya bakal segera baca buku keduanya nih The Girl Who Played with Fire.

4 Comments

Character Thursday #1

Blog hop pertama sayaa *joget-joget* Terima kasih sebelumnya untuk mbak Fanda yang selalu ada ide menarik untuk membuat ngeblog lebih semangat *peluk yang di Surabaya*

Character Thursday

Character Thursday

Sebelumnya bagi yang belum jelas, book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).

- Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
- Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
- Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
Syarat Mengikuti :

1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di box di bawah button (cukup copas saja kode itu di posting atau di sidebar kalian).
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: “Nama blogger @ nama blog”, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik.
Eleven Minutes

Eleven Minutes

Tersebutlah Maria, wanita cantik asal Brazil yang menjadi tokoh utama di buku Eleven Minuteslah yang membuat saya semangat untuk ikutan Blog Hop Character Thursday ini. Karakternya yang lugas, kuat dan tahu apa yang ia mau membius saya sedari awal sehingga sukses menyelesaikan buku ini dalam waktu sehari. Pekerjaannya tak lain tak bukan adalah pekerja seksual, tapi darinya saya belajar banyak. Diarynya penuh dengan kata bijak seperti yang ada di halaman 25 : Everything tells me that I am about to make a wrong decision, but making mistakes is just a part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back where I came from because I didn’t have the courage to say “yes”to life?

Saya selalu suka dengan karakter vokal yang jujur dan tidak plin plan dalam mengambil keputusan. Eleven Minutes telah selesai saya baca namun sosok Maria masih membekas dan sudah pasti akan menjadi salah satu dari karakter favorit buku yang dibaca selama tahun 2012.

Tugas selanjutnya mencari karakter yang pas untuk tokoh Maria, setelah browsing wanita-wanita cantik asal Brazil saya ‘jatuh cinta’ dengan Fernanda Machado model sekaligus aktris terkenal yang lahir 31 tahun silam, seumuran dengan saya nasib kok beda jauh gini :D Cantik banget!! Oia bagaimana menurut kalian? Cocok berperan sebagai Maria kan? :) Doi juga menjadi duta Loreal lho.
Rernanda Machado

Fernanda Machado

*lap iler*
Cocok kan jadi karakter favorit saya, bagaimana dengan kalian? Siapakah karakter yang berkesan minggu ini?
27 Comments

[Review] Ledakan Dendam – Agatha Christie

“Courage is the resolution to face the unforeseen.” – Agatha Christie

Ketika BBI berencana untuk baca bareng Agatha Christie saya menyambut dengan suka cita! Sepertinya terakhir kali ketika saya SMP deh, ahay, sudah bertahun-tahun lewat. Sayang ketiga buku favorit (Tirai, Empat Besar, Sepuluh Anak Negro) tidak saya temukan di toko buku terdekat dan yang menarik perhatian ya buku ini, Ledakan Dendam. Sudah pernah dibaca juga sih tapi perpaduan antara Agatha Christie dan pembunuhan keluarga Mesir susah ditolak.

Ledakan Dendam - Gramedia

Ledakan Dendam - Gramedia

Ledakan Dendam berkisah tentang kehidupan keluarga Imam Ka bernama Imhotep. Ia memiliki 3 orang anak, Yahmose anak tertua yang cenderung lamban dan berhati-hati dalam bertindak. Sobek, anak kedua yang berbadan kekar, terkadang bersikap seenaknya dan banyak omong. Ipy, anak laki-laki ketiga dari istri kedua yang paling kecil dan menjadi anak kesayangan Imhotep. Dan satu lagi Renisenb, anak perempuan satu-satunya yang pulang ke rumah setelah 8 tahun karena suaminya meninggal, dari sudut pandangnyalah kita diajak untuk menyaksikan pengaruh dendam memorakporandakan Imhotep sekeluarga.

Semua berawal dari sepulangnya Imhotep berlayar yang membawa selir muda bernama Nofret. Cantik, muda dan berbahaya. Kedatangannya memicu apa yang sebelumnya terpendam; keserakahan, nafsu dan kebencian. Ketika akhirnya satu per satu jatuh korban yang diawali dengan Nofret kembali Agatha Christie menunjukkan kelasnya sebagai penulis thriller jempolan.

Pembunuhan yang terjadi empat ribu tahun yang silam dan penyebabnya tidak berubah sampai sekarang, kedengkian, kecemburuan ternyata tak lekang oleh waktu. Sama seperti yang tertulis di halaman  211 “Keserakahan adalah gabungan segala macam kejahatan dan kumpulan segala sesuatu yang tercela”.  Dan “mengucapkan kebohongan itu sama mudahnya dengan mengucapkan kebenaran”.

Novel misteri tanpa detektif bisa disebut seperti itu walau terdapat kemiripan karakter Esa, ibu Imhotep dengan Miss Marple yang lembut sekaligus tegas, ada lagi Hori anak buah Imhotep yang berpikiran tajam dan lugas mirip dengan Poirot. Ledakan Dendam adalah satu-satunya karangan Agatha Christie dengan latar belakang historis Mesir dan tokoh yang meninggal di buku ini lumayan banyak bahkan hampir disamakan dengan novel legendarisnya And There Were None.

Pujian yang dilontarkan oleh Maurice Richardson di harian The Observer tahun 1945 :  “One of the best weeks of the war for crime fiction. First, of course, the new Agatha Christie; Death Comes as the End. And it really is startlingly new, with its ancient Egyptian setting in the country household of a mortuary priest who overstrains his already tense family by bringing home an ultra-tough line in concubines from Memphis. Result: a series of murders. With her special archaeological equipment, Mrs. Christie makes you feel just as much at home on the Nile in 1945 B.C. as if she were bombarding you with false clues in a chintz-covered drawing room in Leamington Spa. 

3 bintang saya sematkan untuk Ledakan Dendam, walau ceritanya seru tetap kurang greget. Terlalu banyak tokoh dan Renisenb yang mana dari matanyalah kisah ini terjadi kurang heboh berperan serta. Renisenb adalah wanita yang biasa-biasa saja malah klemar klemer menurut saya, coba saja ia bersikap lebih tegas mungkin pembaca bisa lebih masuk ke dalam cerita.

Ingin mengenal Agatha Christie lebih jauh? Saya sarankan untuk membuka agathachristie.com. Salah satu situs pengarang paling lengkap dan paling memuaskan penggemarnya, mulai dari biografi Agatha Christie yang ternyata bersuamikan seorang arkelolog, anda akan bisa berinteraksi dengan fans AC di seluruh dunia bahkan ada gamesnya pula. Mulai dari hangman, puzzle sampai sudoku! Kita juga bisa mengetahui apa saja buku Agatha Christie yang paling banyak dibaca dan adaptasi filmnya. Keren! Masih belum puas juga, yuk kita follow twitter yang dibuat oleh situs tadi di @Queenofcrime.

Detail buku :

Ledakan Dendam – Death Comes at the End

Alih bahasa : Ny. Suwarni A. S.

Ilustrator : Satya Utama jadi

Cetakan kelima, Agustus, 2007, 324 halaman.

 

 

Leave a comment

[Review] After Orchard – Margareta Astaman

After Orchard

After Orchard

Covernya unyu sekaliii ^.^

After Orchard berisikan curhatan hati seorang Margareta Astaman di Singapura selama 4 tahun menjadi mahasiswa Nanyang  Technological University. Betapa berbedanya surga belanja yang nyaman dan tertib di mata saya dengan mata Margareta. Siapa sangka di balik keteraturan dan kemegahan mall, Margareta harus berhadapan dengan teror tugas yang tak habis-habisnya, hilangnya sosialisasi yang seakan-akan membuang waktu sampai kutukan kutu tempat tidur!

Bab Membasmi Kutu Sesuai Prosedur menegaskan betapa Singapura adalah kota yang penuh dan taat aturan, sa’nglotok-nglotoknya kalau kata orang Jawa. Semua hal diatur dengan jelas dan tidak fleksibel, termasuk dalam pembasmian kutu. R, salah satu teman Margareta yang tempat tidurnya jelas-jelas berkutu  tidak bisa disteam dengan alasan steam hanya dilakukan setahun sekali pada saat penerimaan mahasiswa baru, jelas saja permintaan R untuk steam ditolak. R yang sudah tak tahan rela membayar berapa saja agar ranjangnya di-steam, namun sistem kebal suap yang mengakar langsung mematahkan indikasi sogokan R, dengan alasan jika setiap anak kampus minta ranjangnya dibersihkan setiap saat tentu akan menggangu kinerja tenaga kerja asrama. R tidak hilang akal, borok-borok yang ditimbulkan tidak menjadi bukti yang kuat karena bisa saja karena R jorok dan kemproh, padahal membuktikan kutu yang mikroskopik juga bukan hal yang mudah.

Setiap prosedur harus dilaksanakan tanpa kompromi, tanpa revisi, padahal urusan birokrasi terkadang berbenturan dengan faktor tak terduga wong manusia bukan robot, ada yang namanya human error dan kutu, tentu saja.

Menjadi mahasiswa di sebuah universitas terkemuka menjadi beban tersendiri ternyata, setiap orang dilihat bukan berdasar kepribadiannya melainkan nilai. Bahkan cenderung nilai adalah segalanya. Seram! Hal itulah yang memicu terjadinya bunuh diri di Singapura. Setiap individu sibuk berkompetisi dan yang tidak mampu bersaing dianggap gagal. Hampir setiap minggu margareta mendengar praktik percobaan bunuh diri. Kisah percobaan bunuh diri hampir tidak pernah diangkat ke publik, kebijakan pers melarang kasus bunuh diri untuk diberitakan alasannya bisa memicu orang untuk meniru.

Kejadian lain yang lucu terjadi ketika Margareta merasa mual, muntah selama beberapa hari sehingga ia memutuskan untuk berkonsultasi di klinik bersubsidi kampus. Ia malah disangka hamil, setelah menjalani serangkaian tes kehamilan, Margareta pulang dengan berbekal obat maag padahal ia sudah mewanti-wanti dokter bisa jadi ia terkena hepatitis. Seminggu tak sembuh ia mengunjungi rumah sakt umum Singapura dan kembali lagi didiagnosa hamil. Sesuai dengan prosedur pemeriksaan ia kembali diwajibkan untuk tes kehamilan. Menolak mati di negeri orang , Margareta pulang ke Jakarta dan berobat di sana, memang benar ia terkena hepatitis A.  Jiah!

Menarik, menggelitik, ringan dan menggigit. After Orchard menyikap sisi lain Singapura yang bisa jadi tidak terselami bagi saya yang hanya menginjakkan kaki seputaran Kinokuniya dan Orchard Road saja :D Memang bukan rahasia lagi kalau Singapura adalah kota yang keras, banyak teman saya yang tinggal di sana juga berbicara hal yang serupa. Tapi bukan berarti buku ini hanya mengupas keburukan Singapura, toh Singapura tetap menjadi kota yang penuh pesona buat saya. :) Yah anggap saja buku ini bisa menjadi guide tidak resmi bagi yang ingin mengambil pendidikan di sana. Cheers!

Detail buku :

Penerbit Buku Kompas, Agustus 2010, 193 halaman.

 

3 Comments

Unforgettable. Cerita tentang aku, kamu dan wine di antara kita.

Unforgettable, buku terbaru karangan Winna Efendi ini sebetulnya sudah lama saya baca, bahkan Unforgettable adalah buku pertama yang saya pesan secara pre order dan langsung tuntas dibaca sesaat setelah diterima.

Sekilas yang saya tahu soal Unforgettable dari tweet @GagasMedia maupun melalui blog penulis adalah cerita yang berkisah tentang cinta yang menunggu dan terhubung oleh kesukaan mereka dengan wine. Tidak banyak penjelasan rinci yang bisa saya tangkap dari sinopsis Unforgettable. Konfliknya apa tidak terangkum jelas, walau demikian saya tetap ingin membacanya.

Satu lagi, berulang-ulang Winna menegaskan bahwa Unforgettable adalah novelnya yang lain dari biasanya dan termasuk dalam kategori novel dewasa. Terus terang sebagai fans dari Winna Efendi, saya agak ketar ketir juga. Novel dewasa? Apakah ada hal yang tidak pantas dibaca untuk remaja? Apakah bakal ada kisah cinta yang seronok seperti yang sering disisipkan di novel Metropop sekarang? Please don’t. Entah kenapa itu menjadi kekhawatiran tersendiri buat saya, tidak terbayang karakter dalam fiksi ciptaan Winna menjadi pribadi yang heboh dalam urusan percintaan. Bukan Winna bangetlah! *sok kenal*

Unforgettable

Unforgettable

Unforgettable berkisah tentang hubungan pria wanita yang hampir semua settingnya terletak di Muse, kedai wine yang dimiliki oleh sepasang kakak laki-laki dan adik perempuannya. Ini adalah kisah mengenai adik yang berusia twenty something, penyendiri dan menyembunyikan diri di halaman buku yang jatuh cinta dengan seorang eksekutif muda yang misterius.

Satu kesan yang didapat setelah selesai membaca lembar terakhir Unforgettable : personal. Seakan buku ini bukan rekaan semata, tokoh pria dan wanita nyata adanya, walau memang hampir semua tokoh Winna sangat riil, hanya saja entah kedua tokoh ini berbeda.

Pantas saja banyak review yang menyebutkan buku ini lain dari novel-novel karangan Winna terdahulu. Tidak terasa gejolak penasaran yang amat sangat dari saya untuk mengetahui bagaimanakah ending kisah kedua tokoh utama, kalau biasanya saya penasaran seperti pikiran saya saat membaca novel romance “please, please biar si A jadian sama si b dong, kan kasihan” atau pikiran saya saat membaca novel karangan Nicholas Sparks yang sering kali tidak happy ending “Aduuh jangan bilang sekarang si ini ketabrak mobil!!“. Sebagai pembaca Unforgettable saya menikmati saja ke mana Winna menuntun. Terkadang malah bau wine menguar dari buku, saya seakan ikut duduk  tak kasat di meja yang sama dengan si pria – wanita dan menguping pembicaraan mereka.

Endingnya manis, bittersweet tapi tetap manis.

Dan yang pasti terbersit keinginan saya untuk duduk di cafe temaram, menikmati segelas Cabernet Sauvignon di antara dentingan piano ditemani sang kekasih hati. Aaaah, gara-gara Winna jadi galau. :)

4 bintang!

Detail buku :

Unforgettable – Winna Efendi

Gagas Media, cetakan I, 173 halaman.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers