Where the Mountain Meets the Moon

Min Li tinggal di gubuk reyot bersama kedua orang tuanya di kaki gunung Nirbuah. Mereka keluarga yang sangat miskin, bahkan makan malam pun sangat pas-pasan. Ma (ibu Min Li) senantiasa berkeluh kesah tentang kehidupan mereka, untungnya Pa (ayah Min Li) selalu berhasil menceriakan suasana makan mereka dengan mendongeng untuk Min Li. Dari Pa, Min Li mengetahui hakim harimau yang jahat dan kakek rembulan bijaksana yang bisa merubah takdir.

Min Li yang tidak ingin Ma senantiasa bersungut-sungut, maka di saat semua tertidur ia pun pergi dari rumah dan berniat mencari kakek rembulan di Gunung Tak Berujung. Dengan bantuan ikan mas, Min Li memulai perjalanannya yang menjadi inti cerita dari buku Where the Mountain meets the Moon. Ia berjumpa dengan naga yang tidak bisa terbang, yang ternyata juga ingin bertemu dengan kakek rembulan untuk menanyakan bagaimana caranya agar ia bisa terbang.

Grace Lin dengan indah menuturkan mitos-mitos Cina yang diselipkan dalam perjalanan Min Li bertemu dengan kakek rembulan tanpa kesan menggurui. Min Li bertemu dengan raja yang menyamar menjadi pengemis kelaparan, walaupun ia juga kelaparan namun Min Li memberikan sisa uangnya kepada raja. Dari kisah itu kita diajarkan untuk selalu berbagi untuk sesama. Di bab berikutnya pembaca diajak Min Li bertualang melawan monyet-monyet tamak yang pada akhirnya keserakahan mereka malah membawa kesialan. Di akhir perjalanan Min Li dan naga berhasil bertemu kakek rembulan yang ternyata hanya menjawab 1 pertanyaan dalam kurun waktu sembilan puluh sembilan tahun. Padahal Min Li ingin mengetahui cara mengubah peruntungan keluarga namun juga ia juga mendapat titipan pertanyaan sang naga bagaimana cara agar bisa terbang. Pertanyaan apakah yang akan ditanyakan Min Li kepada kakek rembulan? Nah untuk ini teman-teman harus membaca sendiri buku indah ini.

Salah satu ilustrasi Grace Lin

Buku Where the mountains Meets the Moon yang ditujukan untuk pembaca belia berhasil memikat saya yang tentu saja sudah jauh dari usia anak SD namun tetap saja saya terpesona dengan gaya penceritaan Grace Lin sehingga tanpa terasa dalam sehari buku ini saya baca habis. Terlebih lagi di dalamnya ada ilustrasi yang khas negeri Tiongkok dan ternyata dilukis sendiri oleh sang pengarang buku. Must read

#toreadsoon : Where the Mountain Meets the Moon

Dalam rangka menjelang imlek saya berniat membaca buku yang berasal dari para leluhur ๐Ÿ™‚ Where the mountain meets the moon, dari judulnya saja sudah terkesan puitis, sepertinya saya bakal suka buku ini. Berkisah tentang Minli, gadis kecil yang mencari kakek rembulan untuk merubah nasib keluarganya.

book cover

Banyaknya penghargaan dan nominasi semakin membuat saya penasaran dengan buku ini. Review segera menyusul, have a great day, people! Cheers.

 

#toreadsoon : Let the Right One In

Hola! Apa kabar bookworms?

Minggu lalu saya disibukkan dengan 2 anggota keluarga yang terkena demam berdarah, alhasil kegiatan ngeblog berkurang. Buku yang saya beli kali ini juga ada hubungannya dengan darah, Let the Right One In. Berkisah tentang persahabatan tak normal antara Oscar, anak laki-laki korban bullying dengan Eli. Eli ternyata vampire berusia 200 tahun yang terperangkap dalam tubuh anak kecil. Menarik, covernya juga bagus dan alamak ternyata buku ini tebal sekali.

Let the Right One In

Oia, ini poster filmnya. Seram! Jadi pengen segera baca ๐Ÿ™‚

Movie poster

 

#nowreading : Water for Elephant

Dari sekian banyak cover yang ada, cover di bawah ini yang paling saya suka. Kalau cover terbitan Gramedia terkesan suram, memang sih nuansa suram lumayan terasa di buku yang baru saya baca 200 halaman ini.

 

Water for Elephant

Niat membaca buku ini sudah sejak lama, tapi begitu tau filmnya bakal direlease sebentar lagi kebut baca deh ๐Ÿ™‚ Ngomong-ngomong soal film, saya iseng browsing posternya, saya tidak berani baca resensi atau moviefactnya takut ada spoiler ๐Ÿ™‚ Me likey! Mudah-mudahan 2 hari ini kelar bukunya jadi bisa lebih leluasa browsing.

 

movie poster

PS : Pemeran tokoh August ternyata adalah Christoph Waltz, OMG I adore him a lot since Inglourious Basterds.

Stargirl

Gara-gara komen Ana, jadi keinget buku ini yang menurut saya pantas dibaca oleh semua remaja selain buku Are you there God, it’s me Margaret. Reviewnya saya kopas dari goodreads *males review ulang* :p

Stargirl - Jerry Spinelli

Stargirl. Judul yang menarik. Cover bukunya pun juga indah, simpel tapi memikat dan membekas di hati.
Demikian juga Stargirl itu sendiri. Menarik, memikat dan membekas di hati walaupun buku ini sudah kelar saya baca seminggu yang lalu.

Stargirl, murid baru kelas 1 SMU MICA. Ia ke sekolah memakai gaun putih yang sangat panjang dan berkerut-kerut. Di punggunggnya selalu tersampir ukulele dan tikus kecil piaraannya. Setiap ada anak berulang tahun ia selalu menyanyikan lagu happy birthday padahal ia hampir tidak punya teman di sekolah. Mengapa? Karena banyak orang menganggapnya aneh.

Stargirl, di saat hujan turun dan teman-temannya bergegas masuk kelas, Stargirl masih ada di luar dan ia menari-nari dalam hujan. Perilakunya senantiasa membuat orang di sekitarnya bahkan saya sebagai pembaca terkaget-kaget.

Adalah Leo Barlock, pemuda kelas 2 SMU yang jatuh hati dengan Stargirl. Ternyata gayung bersambut. Stargirl pun menyukainya. Kisah cinta mereka pada awalnya berjalan sangat indah. Sampai saya pun ikut senang membacanya, jadi inget kisah cinta monyet jaman SMA dulu. Hakhak. Okeeeh, lanjut ke Stargirl.

Dunia seakan milik berdua. Seoalh-olah hanya Leo dan Stargirl yang menjadi penghuninya. Saling tersenyum, bergandengan tangan. Sampai suatu saat Leo tersadar. Ada yang berbeda.
Teman-temannya tak lagi mengajaknya bicara.
Tidak mengangguk.
Tidak tersenyum.
Bahkan tidak memandang.

Kenapa? Karena Leo berpacaran dengan seorang Stargirl. Stargirl yang aneh.

Leo bimbang. Di satu sisi ia sayang dengan Stargirl, di sisi yang lain ia ingin teman-temannya kembali seperti dulu.

Leo pun meminta Stargirl berubah. Berpakaianlah seperti layaknya anak SMU. Tidak dengan gaun panjang berkerut. Tidak dengan ukulele dan yang pasti tidak membawa tikus. Akankah Stargirl berubah demi Leo?

Find out yourself ๐Ÿ™‚
Buku ini masuk ke daftar must read menurut saya.

Terlebih lagi di saat sekarang ini. Ke mana mata memandang, segerombolan ABG entah itu di mall, di pantai, di rumah makan hampir semua gaya berpakaiannya sama.
Perempuan : celana pendek, baju kaos gahool, hp qwerty ga masalah itu nexian ato blueberry yang penting eksis.
Laki-laki : kemeja kotak-kotak ala Kristin Stewart di pilem twilight, sepatu putih, rambut ala Ariel peterpan dengan earphone terpasang di ipodnya.

Dare to be different. Mungkin itu yang Stargirl lakukan. Ia tidak masalah tampil beda. Dan ia tidak peduli omongan orang lain, selama ia nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain, why not?

Best vampire series so far.

Yes, i love vampire. I’ve read Twilight series too and i love Stephanie’s first book. But second and third book starts to annoy me. Bella is too selfish and self centered. Bout Edward i like him *Edward not RobPat* :p but i like Jacob more, he’s a funny and such a nice guy.

Vampire Academy series

Vampire Academy series

Err, back to the book that i’m currently reading. 5th book Vampire Academy series. I think this is the best vampire series, everything you ask in fantasy book, you named it! Action, romance, kick ass heroine, sexy guy, they all here. Okeh, i guess that’s it for now, gotta off the internet, the rain is scary here ๐Ÿ˜ฆ

See you later, bookworms!

Guess How Much I love You

Saya sangat suka membaca buku cerita untuk anak-anak, malah menurut saya orang dewasa semestinya lebih sering membaca buku anak. Jujur, polos, cinta yang tak kenal batas, hal-hal yang kita tahu tapi kadang terlewatkan sepertinya kembali diingatkan saat kita membaca buku anak.

 

Guess How Much I love You

Beberapa minggu lalu saya membeli buku Guess How Much I love You, karangan dari Sam McBratney. Berkisah tentang ayah dan anak kelinci. Little Nutbrown Hare dan sang ayah, Big Nutbrown Hare. Buku ini terjual lebih dari 20 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam kurang lebih 37 bahasa. Apa sih hebatnya? Mari kita renungkan ceritanya.

Little Nutbrown Hare ingin menunjukkan betapa ia mencintai sang ayah. Ia pun merentangkan tangannya lebar-lebar. “I love you this much”. Big Nutbrown Hare ikut juga merentangkan tangannya, “But I love you this much

Hm, that is a lot, pikir Little Nutbrown Hare. Kembali ia mencari akal. “I love you as high as I can reach” Dan kembali sang ayah ikut juga menaikkan tangannya tinggi-tinggi.

That is quite high, I wish I had arms like that, kata Little Nutbrown dalam hati.

Begitu seterusnya sampai hampir 20 halaman, Little nutbrown terus mencari cara agar cintanya lebih besar dari sang ayah tapi selalu kalah. Sampai akhirnya saat malam tiba ia punya akal. “I love you right up to the moon!” dan ia pun tertidur. Saat Big Nutbrown Hare mencium kening anaknya ia berbisik sambil tersenyum, “I love you to the moon and back”

Ah, so sweet ๐Ÿ™‚