Madame Wu – Pearl S. Buck

Tidak seperti yang saya kira, novel sastra cina ternyata bisa membuat saya hampir tidak bisa berhenti membacanya, kesalib dikit ama death note sih, tapi secara keseluruhan buku ini sangat bagus, ditulis dengan manis dan indah oleh Pearl S Buck.
Madame Wu

Madame Wu

Bagian awal buku menceritakan tentang seorang nyonya rumah bijaksana bernama Madame Wu, pada ulang tahun ke 40 ia mengambil keputusan heboh. Mencarikan istri muda untuk suaminya.
Review itu sudah cukup membuat saya tertarik untuk membeli novel ini, dan saya tidak salah pilih, bukunya bagus banget. Saya pikir selanjutnya akan bercerita tentang intrik yang akan terjadi setelah istri baru menempati kediaman Mr Wu. Ternyata saya salah besar, buku ini mengajarkan akan kebebasan berpikir, proses pendewasaan seorang nyonya rumah yang membawa perubahan baik dalam mendidik anak maupun kebebasan jiwanya sendiri.

Pertama membaca, dengan mudah saya mengambil kesimpulan betapa tersiksanya wanita Cina jaman dulu, kerjaannya hanya melayani suami sampai puas tanpa memikirkan dirinya sendiri, memasak dan mengatur rumah tangga, tidak usah belajar karena wanita itu tidak butuh otak, hanya badan saja, dan tak lupa tugas mulianya yang lain, melahirkan anak laki-laki. Anak perempuan tak ada gunanya. Terlebih lagi jaman dulu belum mengenal kontrasepsi, Madame Wu mengambil keputusan untuk mencarikan istri muda untuk sang suami karena dia sudah tidak lagi menginginkan kehamilan dan ingin menikmati hari tuanya sebagai wanita. Walaupun badan masih kencang, karena ia tak pernah menyusui anaknya, ada ibu susu sendiri untuk tiap anak. Akhirnya terpilih gadis yatim sebagai istri muda Mr Wu, yang sintal dan agak bodoh. Tapi yang namanya manusia bukan binatang, hidup bukan hanya berkisar di bawah pusar, Mr Wu tidak mencintai istri mudanya, parahnya lagi istri mudanya malah jatuh cinta dengan anak ketiga mereka. Nah lho…

Pertengahan cerita ada lagi tokoh baru, brader Andre, seorang pendeta berbadan besar, berkaki besar dan berbulu lebat. Dari Andre, madame Wu belajar banyak hal dan ia mengalami perubahan yang luar biasa, bahkan ia menyadari bahwa selama ini ia sama sekali tidak mencintai suaminya. *jreng jreng*

Selanjutnya saya malah takut jadi spoiler, mending baca sendiri deh. Recommended! Saya jelas-jelas akan membaca buku karangan Pearl S. Buck selanjutnya, sudah ada 3 buku yang saya baca termasuk Madame Wu. Next on my to read book : Mandala, hasil belanja kalap obralan Gramedia seharga 10ribu saja. Dan kali ini latarnya di India, padahal biasanya selalu mengambil setting di Cina, mudah-mudahan saja bukunya sebagus Madame Wu😉

2 thoughts on “Madame Wu – Pearl S. Buck

  1. zenia says:

    Ah…Pearl S. Buck…kategori jenis cerita drama (menurut gue), salah satu pengarang luar yang seneng banget ngambil setting Cina..apa ada keturunan Cina ya? Nyokap ku lumayan suka baca buku ini, tapi berhubung beliau sudah meninggal, jadi ya bisa dibilang buku-bukunya udah dibaca sama nyokap semua..dan gue ndiri kurang gitu suka cerita drama jadi enggak pernah baca deh. Tapi emang gue tau karya dia emang keren-keren.

    Yang terkenal ‘kan The Good Earth…coba baca deh …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s