The Palace of Illusions – Divakaruni

Bisa dibilang saya merasa beruntung bisa membaca buku seindah ini. Terlebih lagi sedari SD ayah saya yang juga pecinta buku rutin menghadiahi saya buku Mahabrata karangan R.A Kosasih. Kaget juga karena di usia saya yang sekarang, kurang lebih 20 tahun lewat sejak pertama kali mengenal tokoh Pandawa lima, ternyata saya masih mengingat garis besar kisah Mahabrata.

Istana Khayalan

Istana Khayalan

Istana khayalan benar-benar membuat saya berkhayal jauh, seakan-akan saya ikut berada dalam Hastinapura, ikut bersimpati dengan Dropadi dan tanpa saya sadari, ketawa sendiri mendengar celetukan Dropadi yang ngasal juga.

Pada awal buku, Divakaruni mengajak kita berkenalan langsung dengan tokoh utama, Dropadi. Kisah kelahirannya yang fenomenal, kondisi ayahnya yang terbakar api dendam, kakaknya yang sangat mencintainya dan teman sehati Dropadi, Krishna yang bijaksana. Siapapun akan mudah jatuh hati dengan sosok Dropadi, perempuan yang cerdas, blak-blakan, haus akan ilmu, tidak menyukai pertempuran bahkan ia bertekad merubah pola pikir sang ayah dan kakak tercinta (sangat berbeda dengan apa yang terjadi di kemudian hari). Sejak masa mudanya Dropadi menyadari ia bukan seperti perempan kebanyakan, ia tidak menikmati pelajaran khas wanita, dan takdir memang membawanya jauh dari perempuan kebanyakan.

Suatu ketika, Dropadi menanyakan nasibnya kepada pertapa,
“Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu. Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui segala dewi. Kau akan menjadi pelayan, kau akan menjadi penguasa yang paling hebat lalu kehilangan itu.
Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.
Kau akan dicintai, meskipun kau tak selalu tahu siapa yang mencintaimu”
Ramalan itu kembali diucapkan Srikandi, dan Dropadi mulai menunggu, takdir apakah yang menantinya di depan sana?

Betapa takdir mempermainkan nasib seorang wanita, Dropadi yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Karna, seorang anak kusir kerajaan yang pada akhirnya juga mencintainya yang ironis baru diketahui sesaat sebelum Karna meninggal. Perkawinannya dengan Arjuna, pandawa yang berhasil memenangkan sayembara menjadi suaminya, namun sesuai dengan titah sang ibunda pandawa apa yang menjadi milik seseorang harus menjadi milik bersama. Dropadi menjadi istri dari kelima Pandawa. Ia memiliki istana yang sangat indah, namun sebagaimana yang ditulis di ramalan pertapa bijak, ia akan kehilangan semuanya itu.

Bagian tengah buku, Dropadi yang kita kenal dulu sudah berubah.
“Dia sudah mati. Separuh dirinya mati saat semua yang dicintai dan dia harapkan menyelamatkan hanya duduk tanpa protes dan menontonnya dipermalukan. Separuh dirinya yang lain musnah bersama rumahnya tercinta. Tetapi jangan takut, perempuan yang menggantikan tempatnya akan mengukir jejak yang lebih kuat ke dalam sejarah daripada yang dulu dibayangkan gadis naïf itu” h.289

Dipermalukan, kehilangan, dendam, kesombongan menghancurkan Dropadi dan ia bertekad tidak akan menyisir rambutnya sampai ia keramas dengan darah Kurawa. Betapa besar arti kebencian dalam diri seseorang, sampai pada akhirnya kebencian pun membakar hatimu sendiri, kau tak akan menyadarinya sampai semua yang kaucintai hancur, luluh lantak tak bersisa.

Kayaknya saya bisa jadi penerusnya Echa nih, ayo semua teman-teman yang belum baca buku ini, baca deh.
Banyak pelajaran yang didapat dari buku ini, salah satunya jangan meremehkan wanita ;D
Oia, agak beda dari buku komiknya dulu yang membuat saya kesengsem dengan Yudhistira, nah di sini Yudhistiranya agak oon sedikit, amat tidak pas dengan karakter Dropadi yang meledak-ledak. Hanya Bima yang bisa mengimbanginya, siapa sangka pendekar yang keker sumeker bisa bertekuk lutut di kaki Dropadi, Bima bersedia membantu Dropadi di dapur, bahkan rela membunuh demi Dropadi. Salah satu kalimat Bima yang saat ini saya jadikan status di fesbuk, “Tanpa kau di sisiku, untuk apa ada kerajaan?” Huwaah manis sekali, siapa yang sangka kalimat seromantis ini datang dari Bima?
Kalau Arjuna sih tidak banyak diceritakan di sini, terlebih lagi Nakula dan Sadewa.

Semua teramu lengkap di buku ini, perang dahsyat, ramalan, dewa dewi yang ga kalah keren dengan dewa dewi Olympus, kisah cinta fenomenal, cinta sejati Dropadi – Karna walau tidak pernah sekalipun mereka berkumpul tapi kita berasa ikut merasakan kesungguhan cinta mereka, ada di sini. Yak, kayaknya musti buat rak baru nih, buku-yang-saat-kelar-dibacanya-bikin-bilang-aaaaaaahhhh-indah-sekaliiii.

PS. Covernya cantik dan hasil karya ilustrator favorit saya, Satya Utama jadi. Kapan-kapan saya posting deh cover dari Satya, bagus-bagus semuanya🙂

3 thoughts on “The Palace of Illusions – Divakaruni

  1. annisaanggiana says:

    Hiyaaaaa aku juga suka banget buku ini. Terhanyut banget bacanya. Setelah baca buku ini langsung tertarik sama legenda mahabaratha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s