Lock and Key – Sarah Dessen

Memang baru dua buku karangan Sarah Dessen yang saya baca, namun keduanya sudah cukup membuat saya menargetkan akan membaca semua buku karangan doi. Sarah Dessen cukup piawai membuai pembaca dengan kisah yang sederhana namun melekat di hati.

Lock and Key

Rubby, tokoh utama Lock and Key adalah seorang gadis remaja yang mandiri. Ia terbiasa melakukan apapun sendiri karena ibunya yang sering berpindah tempat kerja, mabuk-mabukan bahkan yang paling parah Rubby sering kali harus berhadapan langsung dengan debt collector.

Kehidupan Rubby berubah total saat ia harus meninggalkan apartment dan hidup bersama Cora, saudara satu-satunya yang sudah tak pernah berhubungan lagi dengannya sejak Rubby berumur 8 tahun. Cora sendiri sudah menikah dengan Jamie seorang pengusaha kaya dan tinggal di rumah mewah. Terbiasa di lingkungan yang ‘kumuh’  tiba-tiba Rubby juga harus sekolah di sekolah elit tentu saja Rubby mengalami culture shock.

Saya mengerti perasaan Rubby yang senantiasa menutup diri bagaimana tidak seumur hidupnya senantiasa dikecewakan, ia tidak ingin membuka hatinya karena takut sakit dan kecewa untuk kesekian kalinya, selama bisa dikerjakan sendiri ia mengerjakan apapun sendiri. Teman pun ia tak punya, hanya sebatas hubungan simbiosis mutualisme. Sampai ia berkenalan dengan Nate, tetangga yang karakternya beda jauh dengan Rubby. Nate sosok pria yang menyenangkan, ramah dan ingin selalu membahagiakan orang, padahal ia sendiri juga memiliki masalah besar dengan orang tuanya. Mampukah Nate merubah karakter Rubby?

Lock and Key bukan hanya berkisah tentang remaja yang memiliki masalah cinta, buku ini menceritakan pentingnya keluarga. Apakah arti sebenarnya memiliki keluarga? Siapa saja yang dapat kita sebut sebagai keluarga. Ayah dan ibu? Saudara kita? Bahkan teman yang sebelumnya sama sekali kita tidak kenal malah tidak memiliki hubungan darah, bisa menjadi saudara.

Mungkin paragraf akhir Lock and Key bisa mencerminkan arti keluarga : What is family? They were the people who claimed you. In good, in bad, inparts or in whole, they were the ones who showed up, who stayed in there,regardless. It wasn’t just about blood relations or shared chromosomes, but something wider, bigger. Cora was right—we had many families over time.Our family of origin, the family we created, as well as the groups you moved through while all of this was happening: friends, lovers, sometimes evenstrangers. None of them were perfect, and we couldn’t expect them to be.You couldn’t make any one person your world. The trick was to take what each could give you and build a world from it.

Nice!

4 thoughts on “Lock and Key – Sarah Dessen

    • miamembaca says:

      Memang agak datar sih na, mengalir gitu aja tapi tidak membosankan kok. Iya, aku juga suka banget covernya. Cantik, serinya ada lagi yang buku The Truth about Forever juga mirip-mirip covernya.

  1. zenia says:

    Dalem.

    Suka sama yang ini… What is family? They were the people who claimed you. In good, in bad, inparts or in whole, they were the ones who showed up, who stayed in there,regardless…

    Tapi tetep…Sarah Dessen punya cerita termasuk kategori berat untuk ukuran Y.A.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s