Sepenggal kisah hidup Mr. Rainwater

Rainwater, novel terbaru Sandra Brown yang baru bulan lalu diterbitkan Gramedia sudah menarik perhatian saya sejak pre-release. Cover bukunya yang tidak seperti cover Sandra Brown pada umumnya yang menampilkan wajah wanita, alih alih Rainwater malah menggambarkan ladang rumput keemasan dan rumah dari kejauhan. Terlebih lagi lebih dari dua kali saya baca kalau novel Rainwater adalah novel Sandra Brown yang lain dari biasanya.

Rainwater

Rainwater mengambil setting tahun 1934 di kota kecil Texas saat-saat era depresi melanda. Kemiskinan, kelaparan dan suasana panas kering kerontang dilukiskan dengan jelas oleh Sandra Brown. Ella Barron,wanita paruh baya menjadi tokoh sentral Rainwater. Ella adalah seorang wanita yang kuat, bagaimana tidak hidupnya penuh dengan kepahitan. Suaminya pergi meninggalkannya tanpa jejak karena tidak tahan hidup dengan anak mereka yang memiliki kelainan mental. Semakin ke belakang kita akan tahu bahwa Solly, anak Ella menderita autisme yang tentu saja tahun 30an belum dikenal dan malah dianggap sakit jiwa. Ella mencari nafkah dengan membuka penginapan dan saat Mr. Rainwater datang untuk menyewa kamar, tanpa mereka sadari, garis nasib Ella dan Mr. Rainwater berubah drastis.

Tokoh Mr. Rainwater dengan mudah menarik simpati pembaca, pria sopan dan penuh perhatian, dengan sikapnya yang sabar perlahan-lahan hati Ella yang sudah bekupun mulai luluh. Bahkan ia berhasil berkomunikasi dengan Solly yang terkadang Ella sendiri tidak bisa menangani perilaku Solly ketika mulai tantrum. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, namun satu-satunya hal yang tidak bisa dibeli Ella dan Rainwater menghantui hubungan mereka, waktu. Waktu mereka terbatas, karena Rainwater yang sakit parah hanya memiliki beberapa bulan tersisa sebelum maut merenggutnya.

Selain tokoh sentral Ella dan Mr. Rainwater, karakter pendukung novel Rainwater juga pas mengisi novel setebal 330 halaman. Walaupun tergolong tipis, saya sebagai pembaca dengan cepat hanyut dalam jalinan cerita. Tokoh antagonis, Conrad Ellis sangat menyebalkan! Ellis adalah preman yang suka mabuk-mabukan dan bertindak semena-mena di kota, sampai pada akhirnya Rainwater tidak tinggal diam. Klimaks cerita meningkat mulai 3/4 buku dan diakhiri dengan indah oleh Sandra Brown. Bagi penggemar novel romance happily-ending-ever-after jelas saja Rainwater menawarkan ending yang sangat berbeda. Saya pribadi sangat puas dengan novel ini, 3.5 bintang untuk ceritanya, terlebih lagi desain covernya indah! Satya Utama Jadi memang juara🙂

Satu hal yang dapat saya simpulkan setelah membaca 2 novel Sandra Brown, beliau piawai memainkan dan menghidupkan peran dalam setiap tokoh yang diciptakan. Kesan roman picisan yang otomatis ada di pikiran saya setiap akan membaca novel romance dipatahkan begitu saja oleh Sandra Brown. Malah sekarang terbersit untuk mengkoleksi novel Sandra Brown yang lain🙂

Judul buku : Rainwater, April 2011 terbitan Gramedia, 330 halaman. Alih bahasa :Tanti Lesmana.

9 thoughts on “Sepenggal kisah hidup Mr. Rainwater

  1. zenia says:

    Ah…Rainwater…cukup tipis memang ini buku. Aku dapet versi e-book-nya waktu itu dan minta nyokap untuk print. Sebentar saja udah selesai di baca. Tapi, seperti yang kamu bilang, biarpun tipis tidak mengurangi kedalaman tokoh-tokohnya.

    Seperti biasa, aku rada males baca cerita dengan latar belakang Amerika ketika masa depresi. Selain karena memang sedang pada depresi, masalah rasial juga kenceng banget, tapi karena ini Sandra Brown…jadi yah agak dikuat-kuatin deh hahaha…

    Ciri utama Sandra Brown (menurut aku) adalah betapa pintarnya dia membuat twist di setiap cerita. Di saat kita berpikir bahwa kita mulai tahu jalan ceritanya, tiba-tiba muncul fakta baru yang membuat semua fakta-fakta sebelumnya jadi bubar berantakan. Jadi, sebelum halaman terakhir dibaca, atau setidaknya sampai bab terakhir, siap-siap untuk menanti kejutan.

    So…udah mulai terpikat dengan Sandra Brown nih ceritanya🙂

    • miamembaca says:

      Haha, kalo Zenia kan emang ga demen yang depresif bukunya :p
      Sudah terpikat walau tidak sekencang novel fantasi atau drama godaannya Ze :p Lain kali coba baca yang thriller deh, tapi tidak dalam waktu dekat. Huhu PRku banyak menanti. Oia, bukumu udah siap kubalikin, ada di Sufei ketiganya, doi kan bulan depan mau pulang ya.

      • Zenia says:

        yup yup…nanti buku mu juga kutitipkan ke sufei ya…masih belum dibaca tapi hahahahaha…

        ayo coba baca yang thriller!!

        Rana Look yang kamu baca kemaren itu termasuk ‘roman picisan’ lho hahaha…meskipun bisa dibilang ceritanya Sandra Brown masih lebih ‘berkelas’ dibandingkan kategori harlequin…

        Oh well…berhubung pr masih banyak ya sudah…nanti-nanti saja disaat sedang bosen dengan buku-buku di rumah🙂

  2. ana says:

    bener mi, aku sendiri yang termasuk rada-rada bermata sebelah sama roman picisan.. makanya rada heran beberapa terakhir ini kamu baca sandra brown mulu..

    setauku sandra brown ini juga nulis novel2 thriller ya? jadi penasaran gimana caranya ngebedain sandra brown yang thriller sama yang romance ya?

    • miamembaca says:

      haha, iya ini baru 2 kali baca dan ntar-ntar lagi deh, walaupun tetap penasaran kalau yang thriller gimana Na, cara bedainnya ya dari sinopsisnya, sudah terlihat kok bedanya. Sudah ya kalau image romance itu sudah melekat :p aku juga gitu nih🙂

  3. astridfelicialim says:

    Ahhh aku belum pernah sekalipun lho baca Sandra Brown, tapi jadi penasaran juga nihhh baca reviewnya, plus di twitter kayanya heboh deh =p

  4. Jill says:

    Saya penggemar berat Sandra Brown. Meskipun ada seorang temen yang memandang remeh Sandra dan menganggap karya-karyanya ‘paling’ just roman picisan, sering terheran-heran betapa saya selalu ‘ketagihan’ baca novel-novel Sandra. Baik yang Thriller maupun yang roman.
    Dan setuju sama penulis review diatas, Rainwater ‘berbeda’ dari novel-novel Sandra yang lain.
    Tipis tapi daaleeeem….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s