Firelight, Kisah cinta gadis penyembur api

Pernahkah merasa kalau buku tertentu berjodoh dengan kita? Saya sering. Buku Firelight termasuk salah satunya. Sejak awal terbit versi luar saya sudah tergiur dengan covernya, gadis berambut emas dengan siluet sisik nada di sudut wajah. Belum sempat saya membeli, ternyata Penerbit Atria bakal menerbitkan versi terjemahan. Sudah jelas masuk wish list saya nih, senangnya lagi Senin kemarin paket buku Firelight mendarat di rumah. Memang kalau sudah jodoh tak lari ke mana.

Firelight

Firelight

Firelight versi Atria

Firelight versi Atria

Firelight berkisah tentang kehidupan gadis keturunan naga – draki bernama Jacinda. Setiap draki memiliki kemampuan tersendiri dan keahlian Jacinda adalah menyemburkan api. Kemampuannya membuat Jacinda menjadi pusat perhatian di kelompoknya karena sudah 400 tahun tidak ada draki penyembur api. Banyak draki lain ingin dekat menjadi teman dan pacarnya,bahkan perjodohannya dengan Cassian, anak pimpinan kelompok draki mulai didengungkan sedari Jacinda berubah draki api.

Jacinda bukannya senang melainkan tertekan dengan keadaannya, semua terkesan palsu malahan ia merasa menjadi piala yang diperebutkan berbagai pihak. Ibu Jacinda juga merasa gerah dengan perhatian lebih yang ditujukan ke anaknya. Ia tak ingin Jacinda menjadi ’ibu’ dari draki-draki baru yang dibiakkan demi kelangsungan hidup kelompoknya. Puncaknya pada suatu malam, ibunya melarikan Jacinda dan kembarannya Tamra yang sayangnya tidak mampu berubah menjadi draki meninggalkan kelompoknya. Mereka meninggalkan Chaparral yang sejuk dan berhutan rindang pindah ke daerah gurun yang gersang. Ibu Jacinda dan Tamra sengaja memilih tempat itu agar secara perlahan naluri draki di tubuh Jacinda mati perlahan-lahan dan ia dapat menjadi manusia seutuhnya sama seperti sang ibu yang juga pernah mengasingkan dirinya di gurun untuk membunuh naluri drakinya.

Sayang Jacinda bukanlah ibunya, ia menolak mengingkari jati dirinya. Hari lepas hari tubuhnya mulai kasar akibat udara gurun yang kering, kemampuannya untuk berubah mulai menurun, sampai suatu ketika ia bertemu Will, teman barunya di sekolah. Bersama Will ia merasa hidup lagi, bahkan hanya dengan berdekatan dengannya draki Jacinda seakan melesak hendak keluar dari tubuhnya. Tamra menyadari hal itu juga dan mewanti-wanti Jacinda untuk bersikap hati-hati, jangan sampai keanehannya membuat perkara besar di sekolah yang baru saja mereka masuki. Berbeda dengan Jacinda, Tamra menikmati kehidupan barunya di sekolah, karena di Chaparral tempat tinggal mereka dulu Tamra hanya menjadi bayang-bayang Jacinda, semua terpusat pada kembarannya. Apalagi sejak Jacinda berubah menjadi draki penyembur api dan Tamra yang sama sekali tidak pernah berubah. Teman-temannya menjauhinya karena takut ‘tertular’ Tamra, bahkan cinta sejatinya Cassian jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya pada Jacinda dan memandang Tamra dengan sebelah mata.

Seperti kalimat yang tertulis di cover buku versi Atria, “Apa gunanya keselamatan bila bagian dari dirimu mati?”, Firelight berkisah tentang cinta terlarang yang terjadi antara Jacinda dan Will. Will bersama keluarganya ternyata adalah pemburu naga. Mereka menyusuri semua tempat untuk membunuh naga dan menggunakan kulitnya untuk sofa, darah yang berkhasiat untuk dijual. Di saat jati diri mereka terungkap, mampukah cinta menyatukan mereka? Ditambah lagi Cassian tentu saja tidak tinggal diam ketika gadis impiannya sedari dulu direbut oleh manusia.

Sasaran pembaca Firelight jelas pembaca muda atau yang biasa disebut Young Adult, walau begitu saya sebagai adult yang sudah tidak young lagi *apa sih* sangat menikmati buku karangan Sophie Jordan ini. Jujur saya bilang saat browsing goodreads waktu belum membaca Firelight, saya melihat buku-buku karangan beliau yang lain. Aih matek, historical romance semua yang mana saya tidak suka (mohon maaf bagi penyuka genre HR, no offense lho ya :p ) tapi begitu saya membaca Firelight, saya jadi malu sendiri. Ternyata actionnya ada, kisahnya bergulir lancar tanpa saya merasa bosan, dan secara perlahan misteri-misteri yang ada di seri Firelight mulai terkuak. Akhir buku pertama lumayan membuat saya penasaran dengan buku keduanya, dan di bawah ini saya tampilkan cover Vanish yang tak kalah indah dari Firelight.

Vanish

Vanish

3, 5 bintang untuk kisah cinta terlarang Will-Jacinda, mudah-mudahan buku selanjutnya lebih banyak adegan perang-perang antar naga kek atau perang antar kelompok pemburu dengan naga🙂

Detail buku : Firelight, terbitan Atria April 2011. Alih bahasa : Ferry halim. 425 halaman.

19 thoughts on “Firelight, Kisah cinta gadis penyembur api

  1. Novita says:

    Ngok. Ternyata ini serian toh.. T_T
    meski belum selesai baca aku ngintip reviewnya mia..hihihi..
    eh mi..sblm ini pernah baca kosah fantasi ttg draki belum?krn aku pribadi baru lewat buku ini kenalan sama mahkluk berjenis draki..jadi agak sulit mengimajinasikannya di awal2..krn itu covernya lbh bagus yg cover asli menurutku…hihi.. ijin nyomot ya gambar covernya buat reviewku ntar..

  2. silvero says:

    comment dikit dong…
    ada salah dikit di reviewnya, Mia
    yg bener, mereka dulu tinggal di Pegunungan Cascade. Chaparral itu nama tempat tinggal mereka yang baru, yang di gurun itu…

  3. ana says:

    wihhh cover aslinya jauh lebih kerennn,, aku sempet underestimate sama buku ini gara2 covernya. hihi. penyakit nih. ternyata dari reviewmu, kayaknya bagus *lap iler*

  4. Rean says:

    biasanya buku fantasy selalu masuk dalam daftar bukuku, tapi tampaknya buku ini menitikberatkan pada cintanya, bukan petualangannya sendiri *nyaris seperti twilight saga*

    oia, hanya saran. Kenapa arsip dan tulisan terbaru tidak ada widgetnya ya? mungkin jadi minimalis tapi bagi pengunjung jadi sedikit kesulitan dalam hal navigasi review

    heheh, salam kenal🙂

    • miamembaca says:

      Hai hai Rean, terima kasih sudah mampir dan salam kenal. Ya, ini lebih banyak porsi cinta-cintanya tapi ceritanya lumayan kok🙂
      Sarannya pas banget tuh, dari kapan mau ganti template masih cari yang pas. hehe, tunggu tampilan blog terbaru saya ya Rean. Salam.

  5. Insira Anisa says:

    Iya thanks.aku tahu blog kamu dri tweet nya atria hehe.
    aku suka cerita2 kayak gini
    .aku sebenarnya gak nge-judge buku dari covernya tapi isinya.biarpun bener sih covernya Firelight dan Vanish keren banget!Tapi banyak juga sih pertanyaan yg pengen aku tanyain ke penulisnya:
    -Will nanti muncul gak di buku ke 2?
    -Kenapa Tamra gak bisa berubah?
    -Trus,ini bukunya berapa seri?

    Sedikit saran : Need Series juga boleh dicoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s