Enough is never enough

“When do you get the point enough is enough?” Pertanyaan yang diajukan Brad Pitt pada Julia Roberts dalam film The Mexican jika ditanyakan kepada saya tentang kehausan akan buku sepertinya tidak pernah cukup. Lah, wong tumpukan buku yang belum dibaca masih bertumpuk, godaan buku baru yang terbit selalu menggoda iman. Sigh. Terkadang merasa bersalah juga dengan diri sendiri, belum lagi tumpukan DVD dan majalah kristik yang berteriak memanggil-manggil. *okeh, itu lebay, Mia*

Swap atau barter, yang lumayan sering dilakukan teman-teman di twitter atau blog mengilhami saya untuk melakukan hal serupa. Alhasil kemarin saya beres-beres lemari untuk merelakan beberapa dari penghuninya mencoba rak di tempat lain atau bahkan pulau lain. Awalnya berat juga, serasa berpisah dengan kawan lama, tapi ternyata setelah kemarin melakukan deal dengan beberapa blogger, well it was fun actually!🙂

pict taken from prettybooks.tumblr.com

pict taken from prettybooks.tumblr.com

Beberapa bulan lalu untuk pertama kalinya saya mendapat buntelan dari penerbit secara cuma-cuma, itu girangnya sudah luar biasa. Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk dapat buku gratis karena tujuan membuat blog buku murni untuk menyalurkan hobi cuap-cuap saya yang terkadang lebay dan sharing tokoh unik dari novel yang saya baca.  Jadi bisa dibayangkan girangnya saya saat ada paket tergeletak dengan manis di meja. Ahayy🙂

Perihal lain soal buku, saya juga melakukan pinjam meminjam buku dengan teman-teman Goodreads Indonesia, mulai dari Depok, Bogor bahkan sampai Lampung. Lumayan menghemat pengeluaran kan? Terlebih lagi barter dengan sesama pecinta buku terasa lebih menyenangkan ketimbang saya meminjam di rental novel,ada nuansa kedekatan yang personal.

Bicara Goodreads yang hampir dua tahun telah menjadi ‘rumah’ saya di dunia maya, pertama buka internet yang dibuka goodreads, notifikasi goodreads boro-boro pengen dibuka. Pertama kali kopdar dengan salah satu teman GR yang kebetulan singgah di Bali, semangat 45! Malah komentar adik yang bikin saya terkejut, ” Mau ketemuan dengan teman tak dikenal? Ga pernah ketemuan sebelumnya? Lah, kutemenin aja ya?”. Mau tak mau saya berpikir, benar juga ya, kenapa kalau ketemuan dengan anak Goodreads tidak pernah ada kata was-was walau sebelumnya tidak pernah bertemu, mungkin karena kesukaan kami yang sama soal buku jadi bawaannya mau ketemu ‘saudara’ saja.

Tuh, benar kan? Tanpa terasa postingan ini sudah panjang, memang tak pernah cukup kalau bicara soal buku. Kapan-kapan saya sambung lagi deh! Sekarang saya mau baca Poison Study dulu. Cheers!

6 thoughts on “Enough is never enough

  1. Tanzil says:

    Buku juga yang mempertemukan dan menyatukan kita semua sebagai blogger buku, #ordobuntelan #penimbunbuku, goodreaders, dll. :))

    Keep reading and writing yak!…

  2. zenia says:

    Hahahaha….kalo ngomongin buku, kata ‘enough’ rasanya tidak akan pernah bisa ada dalam satu kalimat. Ruang di rak buku boleh saja udah tidak ada, waktu untuk membaca bisa saja nyaris tidak ada, uang mungkin saja sudah menipis, tapi yang namanya baca buku dan beli buku tidak pernah berhenti😀

    Kadang kalo ngeliat tumpukan buku yang belum dibaca, sempet kepikiran juga. Ini beli buku memang karena niat mau dibaca…apa karena obsesi sama buku sih, hahaha…tapi aku yakin, nanti buku-buku itu akan habis terbaca juga.

    Salut Mia, yang aktif banget di goodreads…aku ikut goodreads cuma gitu-gitu doang. Kadang membantu sih kalo lagi penasaran sama satu buku dan keingin tahu spoilernya🙂 tapi selebihnya jarang.

    Soal swap…well…aku lebih milih beli, dibandingkan pinjem…dan lebih milih minjemin buku juga dibandingkan pinjem hahahaha…kecuali buku yang kemaren kamu pinjemin itu non, karena memang udah enggak ada lagi kayaknya.

    Tapi bener…kecintaan yang sama akan buku memang membuat orang yang tadinya asing menjadi lebih dekat🙂

  3. riana says:

    aku juga minggu lalu mulai menjual sebagian koleksi buku2ku karena rak buku di rumah nyaris rubuh & ternyata …yg awalnya berat, akhirnya malah fun bangetttt, lega akhirnya bukuku mulai bertualang daripada hanya ‘ngendon’ berdebu di rak buku :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s