Yes, Piper McCloud can fly!

The Girl Who Could Fly

The Girl Who Could Fly

The Girl Who Could Fly, novel karangan Victoria Forester berhasil menggabungkan karakter gadis kecil pemberani sepertiDorothy di Wizard of Oz dengan karakter manusia berkekuatan super ala X Men. Piper McCloud, sejak bayi sudah mampu melambungkan naik dari permukaan tanah sehingga kedua orang tuanya sepakat untuk mengurung Piper di rumah. Serapat apapun Betty dan Joe McCloud menyembunyikan Piper, naluri terbang Piper tak terbendung. Piper berhasil mencuri-curi waktu untuk terbang di malam hari, sayangnya saat main bola bersama teman-temannya, Piper kebablasan. Bola yang melambung tinggi dikejar Piper bagaikan anak panah yang melesat di udara. “Yippieee!”, seru Piper ala pemain bisbol profesional saat bola berhasil ia raih setelah berputar spiral sebanyak 3 kali.

Apa yang terjadi berikutnya sama sekali tidak sesuai dengan harapan Piper, bukan pujian yang dia dapat melainkan hinaan dan cemooh. Malah ada yang menyangka keahlian Piper adalah ulah setan. Kasihan Piper. Orang tuanya marah, keluarganya dikucilkan dan rumah mulai tidak nyaman dengan hadirnya wartawan yang mengintai kehidupannya. Datangnya Dr. Letitia Hellion mengubah hidup Piper, perempuan anggun yang mengaku wakil dari pemerintah Amerika Serikat mengajak Piper bergabung dengan institut khusus untuk anak dengan keahlian super.

Saya suka kalimat Betty McCloud saat ia hendak berpisah dengan Piper :

“Dalam hidup ini, tidak ada yang mudah bagi kita, Nak. Untuk setiap jalan yang kau ambil, pasti ada harga yang harus kau bayar. Lebih cepat kau menyadarinya, lebih baik. Tidak peduli ke arah mana pun kau pergi, pasti akan ada hal-hal buruk yang bercampur dengan hal-hal baik. Kau cuma perlu belajar menerimanya.”

Dalam sekejap hidup Piper berubah, sekolah I.N.S.A.N.E (Institute of Normalcy, Stability, and Non Exceptionality) menyediakan hal-hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kasur empuk, makanan enak dan teman-teman baru yang ternyata juga memiliki keahlian khusus seperti dirinya. Violet yang bisa menciutkan ukuran tubuh, Mustafa dan Mustafa si kembar yang mampu mengendalikan cuaca, Conrad si Jenius,  Lily yang memiliki kemampuan telekinesis dan masih banyak lagi yang lain. Sayang tak lama kemudian Piper sadar, bukan hanya teman-temannya yang menyimpan rahasia melainkan sekolah tempat mereka semua berlindung adalah tempat yang paling berbahaya. Piper tak tinggal diam, ia bersama Conrad dan teman-teman lainnya berkonspirasi menggagalkan misi tersembunyi I.N.S.A.N.E.

Beberapa kalimat favorit saya :

“Kadang-kadang kita perlu membuat pilihan yang sulit dan mempertimbangkan segala macam perspektif serta perasaan orang lain. Dan hal seperti itulah yang dinamakan sebagai sikap dewasa.” – halaman 102.

“Kita tidak bisa belajar sesuatu yang berharga tanpa membuat beberapa kesalahan, benar bukan?” – halaman 325.

Berdasar beberapa review yang saya baca di Amazon dan Goodreads, rata-rata mengatakan The Girl Who Could Fly memadukan cerita anak dengan nuansa fantasi, campuran X Men, Anne of Green Gables, bahkan Harry Potter sempat disebut.

Kebanyakan buku anak mengambil tokoh sentral anak perempuan yang cerdas, imut dan penuh dengan rasa ingin tahu. Sama seperti Piper, karakternya yang menyenangkan sehingga dengan mudah kita jatuh hati kepadanya.

Buku ini pas ditujukan kepada pembaca muda dan penggemar fantasy young adult. Penuh dengan kalimat membangun yang mengajarkan kita untuk jangan takut menjadi berbeda, selau berusaha karena di setiap kemauan keras pasti akan ada jalan. Sebagai pembaca young adult, saya merasakan kurangnya eksplorasi karakter dan ending yang sedikit terburu-buru tapi secara keseluruhan 4 bintang untuk Piper McCloud and yes, she can fly!

Detail buku : The Girl Who Could Fly – Victoria Forester. Penerjemah : Ferry Halim, terbitan Atria cetakan I, Mei 2011. 380 halaman.

Victoria Forester

Victoria Forester

PS : Awalnya kisah Piper McCloud dituliskan untuk skenario film karena profesi utama Victoria adalah seorang penulis script film. The Girl Who Could Fly adalah buku pertamanya dan menurut pendapat saya nih, foto Victoria Forester di website resminya mirip dengan tokoh Dr. Letitia :p

5 thoughts on “Yes, Piper McCloud can fly!

  1. ana says:

    from great power, comes great responsibilities

    Aku pikir ini settingnya di jaman dulu-jaman dulu gitu ya.. ternyata udah modern. Tapi emang bener mi, jadi mirip2 Xmen, atau skyhigh. pengen baca, tapi… *ngelirik tumpukan* hahaha

    >.<

  2. miamembaca says:

    Annisa : wah komen Annisa kilat! haha, makasih ya🙂

    Ana : Yeah, Spiderman! :p settingnya di desa gitu jadi berasa jadul hihi. Oia Skyhigh, tadi mau nulis itu tapi lupa namanya Na. Err, memang bener semakin blogwalking semakin pengen baca buku yang direview hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s