Surat seorang kakek.

Dear Sam,

As your only living grandfather, I want to welcome you into this world. Always remember that … life is a gift and a blessing.

Letters to Sam berisikan kumpulan surat seorang kakek untuk Sam, cucunya yang autis. Daniel yang lumpuh merasakan ada ikatan batin yang kuat dengan Sam, mereka sama-sama ‘berbeda’. Daniel ingin membagikan pengalamannya menghadapi ketakutan, tetap berharap dan mengambil anugerah dalam setiap kejadian. Pas dengan Quote dari Jalaluddin Rumi yang disematkan penerbit di akhir buku : Berterimakasihlah kepada siapa pun yang datang, karena setiap tamu dikirimkan dari atas sana sebagai pemandumu.

Banyak kalimat indah dan inspiratif di buku setebal 232 halaman, rata-rata bisa dijadikan quote malah. Saya biasanya suka tipe buku seperti ini, sebut saja yang Tuesdays with Morrie atau The Last Lecture. Bedanya Letters to Sam terkesan sangat ‘nuturi’. Isi di dalamnya sudah sering saya dengar dari ayah saya 😀 Seandainya saja nasihat yang disajikan tidak bertubi-tubi pasti buku ini menjadi lebih menarik.

Tidak bisa disalahkan juga, wong opa Daniel kan menulis ini untuk cucunya, yang notabene umurnya terpaut jauh. Saya sebagai pembaca dewasa muda *tsaah* malah merasa bosan, beberapa kali buku saya letakkan dan saya ganti dengan buku bacaan lain yang lebih ‘ringan’ untuk dinikmati.

Bukan berarti saya tidak menikmati Letters to Sam, hanya saja jika diibaratkan menikmati sup ayam. Sup ayam harus disesap perlahan-lahan tidak bisa langsung glug glug glug langsung habis, yang ada bukannya nikmat tapi perut sebah kekenyangan. Btw, analogi di atas pernah saya baca entah di mana, jadi itulah sebabnya kumpulan kisah inspiratif yang terkenal disebut dengan chicken soup. Dinikmatinya perlahan-lahan, per hari satu – dua cerita.

Kalimat favorit saya :

Terkadang keadaan membuat kita berpura-pura kuat dan berani, padahal sebenarnya kita merasakan sebaliknya. Tapi itu jarang sekali. Pada umumnya, akan lebih baik kalau kita tak usah berpura-pura kuat ketika sedang merasa lemah,atau berpura-pura berani padahal merasa takut. Aku percaya dunia akan menjadi tempat yang lebih aman kalau setiap orang yang merasa lemah berkata,”Aku punya masalah, aku lemah dan sedang berusaha semaksimal mungkin.” (58)

Bener banget Opa!

Terima kasih sudah membagikan ilmu Anda kepada kami cucu-cucumu dan Sam-Sam lain yang ada di dunia. Life indeed is a gift and a blessing.

Letters to Sam

Letters to Sam

Detil buku : Cover Gagas seperti biasa selalu bagus dan menggoda untuk dibeli, minim typo dan aksen daun bernuansa musim gugur membuat Letters to Sam terkesan manis dan hangat, sehangat cinta seorang kakek kepada sang cucu.

232 halaman, cetakan I – Juli 2011, penerjemah : Windy Ariestanty.

 

Pangeran Bahagia – Oscar Wilde

Pangeran Bahagia, kumpulan cerita Oscar Wilde adalah salah satu seri fiksi klasik yang diterbitkan oleh penerbit Serambi. Covernya bagus, menggambarkan patung Pangeran Bahagia yang menjulang tinggi dan di pundaknya bertengger burung Walet. Ada 5 cerita yang semuanya bernuansa sedih dan ironis. Kelima di antaranya : Pangeran Bahagia, Bunga Mawar dan Burung Bulbul, Raksasa yang Egois, Teman yang Setia dan Roket yang Luar Biasa. Mirip dongeng anak-anak, walau begitu banyak pelajaran yang secara implisit ditampilkan di sana.

Pangeran Bahagia

Pangeran Bahagia

Favorit saya :

1. Pangeran Bahagia (1888), patung penghias kota yang menjadi kebanggaan masyarakat. Ah ya namanya memang pangeran bahagia, tapi pangeran ini bersedih hati melihat keadaan rakyat miskin yang ada di kota. Adalah seekor Walet yang hinggap di pundak pangeran kejatuhan air mata pangeran. Pangeran menangis melihat ibu tua penjahit yang anaknya demam dan ia meminta burung Walet mencongkel batu delima yang ada di gagang pedangnya untuk diberikan kepada si ibu-ibu tua.

Burung Walet resmi menjadi tangan kanan Pangeran untuk membantu rakyat, kedua permata yang menjadi pangeran sudah hilang, sekeping demi sekeping emas yang menyelimuti tubuhnya juga dibagikan kepada rakyat yang membutuhkan. Musim berganti, cuaca berubah menjadi semakin dingin, Walet mulai kepayahan karena seharusnya sedari dulu ia pergi ke Mesir tempat teman-temannya menikmati sinar matahari.

“Aku akan pergi ke Rumah Kematian. Bukankah mati adalah saudara dari Tidur?”, Walet mencium bibir Pangeran lalu ia kehilangan nyawanya. Pada saat itu, terdengarlah bunyi retakan dari patung. Hati timah milik Pangeran terbelah menjadi dua. Di akhir kisah, Tuhan meminta malaikatNya untuk membawa dua hal yang paling berharga di kota dan malaikat membawakan sekeping hati dan tubuh burung yang telah mati.

“Pilihan kalian tepat, karena di Taman Surgaku burung kecil ini akan terus bernyanyi dan di dalam kota emasku Pangeran Bahagia akan terus memuliakanku”.

Sediiiih 😦

2. Bunga Mawar dan Burung Bulbul.

Berkisah tentang perjuangan burung yang berusaha menyenangkan hati seorang pemuda yang jatuh cinta. Pemuda ini ingin memberikan pujaan hatinya sekuntum mawar merah. Burung bulbul berkelana ke sana ke mari mencari mawar merah, yang ada malahan mawar putih dan mawar kuning. Akhirnya ada juga pohon mawar merah tapi musim dingin telah menghambat pembuluh darahnya, keping es menjepit tinasnya dan badai telah mematahkan rantingnya. Ada satu cara mawar merah bisa tumbuh lagi tapi syaratnya burung bulbul harus bernyanyi semalam suntuk sembari dadanya terpapar duri, agar darah yang menopang hidup burung bulbul mengalir menuju pembuluh darah pohon.

Sadis 😦

Endingnya sangat tragis. Ada satu kalimat yang indah yang diucapkan burung bulbul, ” Ah, betapa kebahagiaan ternyata bergantung pada hal-hal yang sungguh remeh”. (hal.28)

3. Raksasa yang egois, kalau ini persis dongeng-dongeng masa kecil saya dan tetap endingnya itu tragis. Heeeuh, ada apa dengan penulis-penulis jaman dulu, apa karena jaman dulu belum ada pengaruh dari Walt Disney ya? 😀

Endingnya sedih sekaligus indah, saya copy dari wikipedia ya, kalau ngetik dari buku malas, kepanjangan :p

“Who hath dared to wound thee?” cried the Giant; “tell me, that I may take my big sword and slay him.” 

“Nay!” answered the child; “but these are the wounds of Love.” 

“Who art thou?” said the Giant, and a strange awe fell on him, and he knelt before the little child. 

And the child smiled on the Giant, and said to him, “You let Me play once in your garden, to-day you shall come with Me to My garden, which is Paradise.” 

Kisah keempat dan kelima menurut saya benang merahnya mirip, tentang keegoisan seseorang. Browsing di Wikipedia, kisah Roket adalah kisah Oscar Wilde yang berisi epigram.

“Conversation, indeed!” said the Rocket. “You have talked the whole time yourself. That is not conversation.” 

“Somebody must listen,” answered the Frog, “and I like to do all the talking myself. It saves time, and prevents arguments.” 

“But I like arguments,” said the Rocket. 

“I hope not,” said the Frog complacently. “Arguments are extremely vulgar, for everybody in good society holds exactly the same opinions.” 

Sindiran yang mengena.

Walaupun buku ini murni dongeng tapi layak dikoleksi, saya baru kali ini membaca tulisan Oscar Wilde, aah pengen cari buku Picture of Dorian Gray. Dulu nonton filmnya sih, err agak-agak ‘seram’ penasaran bukunya seperti apa.

Review saya tutup dengan penggalan lagu Ironic – Alaniss Morissette, salah satu penyanyi yang saya kagumi, liriknya dahsyat.

Well life has a funny way of sneaking up on you
When you think everything’s okay and everything’s going right
And life has a funny way of helping you out when
You think everything’s gone wrong and everything blows up
In your face.

Sekilas tentang penulis, Oscar Wilde ternyata adalah orang yang penuh dengan kontroversi, beliau dikenal karena epigram, masuk penjara karena kasus homoseksual dan kematiannya yang mendadak di usia muda (46 tahun).  PR saya selanjutnya : mencari buku Picture of Dorian Gray dan The Importance of Being Earnest. Pihak Serambi, berniat menerbitkankah? *ketip-ketip*

Oscar Wilde

Oscar Wilde

Detail buku : Pangeran Bahagia – Oscar Wilde, diterjemahkan dari The Happy Prince and Other Stories oleh Risyiana Muthia, cetakan I – April 2011, 103 halaman.

Terjemahannya bagus, salut untuk mbak Risyiana yang bisa mengalihbahasakan kalimat Oscar Wilde aslinya indah menjadi tetap indah dan puitis, minim typo dan covernya bagus pulak. 4 bintang!

The Perks of Being a Wallflower

“So, this is my life. And I want you to know that I am both happy and sad and I’m still trying to figure out how that could be.”

Kutipan di atas adalah salah satu dari beberapa kalimat favorit saya di buku The Perks of Being a Wallflower karangan Stephen Chbosky. Definisi Wallflower dari Wikipedia :  a slang term used to describe shy or unpopular individuals who do not socialize or participate in activities at social events. It is most often used to describe someone who stays close to a wall and out of the main area of social activity.

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

TPoBaW bisa dibilang diary seorang remaja pemalu bernama Charlie, sinopsis dari GoodreadsCharlie is a freshman. And while’s he’s not the biggest geek in the school, he is by no means popular. He’s a wallflower–shy and introspective, and intelligent beyond his years, if not very savvy in the social arts. We learn about Charlie through the letters he writes to someone of undisclosed name, age and gender; a stylistic technique that adds to the heart-wrenching earnestness saturating this teen’s story. Charlie encounters the same struggles many face in high school–how to make friends, the intensity of a crush, family tensions, a first relationship, exploring sexuality, experimenting with drugs–but he must also deal with the devastating fact of his best friend’s recent suicide. Charlie’s letters take on the intimate feel of a journal as he shares his day-to-day thoughts and feelings.

Review :

Cara penceritaan yang unik dan karakter yang begitu manusiawi membuat saya pribadi merasa dekat dengan Charlie, terlebih lagi buku ini adalah kumpulan surat yang ditulis Charlie ke anonymous reader sehingga berasa Charlie sendirilah yang curhat dengan kita. Curhat tentang keluarganya, teman-temannya, permasalahan yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Charlie bisa dibilang remaja yang lugu, polos dan jujur, ada di beberapa bagian saya ingin mem’puk-puk’ pundaknya.

“Things change. And friends leave. Life doesn’t stop for anybody.”

Salah satu curhatan Charlie, bijak juga ya 🙂

“And I thought about how many people have loved those songs. And how many people got through a lot of bad times because of those songs. And how many people enjoyed good times with those songs. And how much those songs really mean. I think it would be great to have written one of those songs. I bet if I wrote one of them, I would be very proud. I hope the people who wrote those songs are happy. I hope they feel it’s enough. I really do because they’ve made me happy. And I’m only one person.”

Wonderfully writen! Ahhh, baca deh, you’ll gonna love Charlie so much.

Pengarang banyak terinspirasi dari The Catcher in Rye karangan J. D. Salinger. Buku lain yang disebut di buku ini mulai dari To Kill a Mockingbird, The Great Gasby, Hamlet dan masih banyak lagi. Semoga penerbit lokal ada yang melirik dan menerbitkan TPoBoW, buku yang pantas dibaca oleh remaja maupun orang dewasa. Charlie memang bukan tokoh remaja tahan banting, tapi ia mengajarkan kita berbeda dengan orang lain itu tidak masalah, jujur pada diri sendiri. Itu yang penting.

Aaah, gara-gara buat review jadi pengen baca ulang bukunya 🙂 Terima kasih Ndari atas pinjamannya! Tahun 2012 filmnya bakal tayang, Logan Lerman bakal jadi Charlie, Emma Watson berperan sebagai cewek inceran Charlie, oh ya dan ada favorit saya Mae Whitman. Seru ya? Tahun depan banyak banget film adaptasi novel yang bakal rilis.

Detail buku : The Perks of Being a Wallflower – Stephen Chbosky, Simon & Schuster UK Ltd, 1999, 232 halaman. Bintang 5 untuk karakter dan covernya. Sukaaa 🙂

Before I Fall – Lauren Oliver

“Maybe you can afford to wait. Maybe for you there’s a tomorrow. Maybe for you there’s one thousand tomorrows, or three thousand, or ten, so much time you can bathe in it, roll around it, let it slide like coins through you fingers. So much time you can waste it.
But for some of us there’s only today. And the truth is, you never really know.”

Kalimat yang diucapkan Samantha Kingston di atas mewakilkan isi buku Before I Fall. What if you only had one day to live? What would you do? Who would you kiss? And how far would you go to save your own life?

Before I Fall

Before I Fall

Sinopsis dari Goodreads :

Samantha Kingston has it all: the world’s most crush-worthy boyfriend, three amazing best friends, and first pick of everything at Thomas Jefferson High—from the best table in the cafeteria to the choicest parking spot. Friday, February 12, should be just another day in her charmed life.

Instead, it turns out to be her last.

Then she gets a second chance. Seven chances, in fact. Reliving her last day during one miraculous week, she will untangle the mystery surrounding her death—and discover the true value of everything she is in danger of losing.

Review :

Perpaduan antara Mean Girls, serial Gossip Girls dicampur dengan Groundhog Day. Samantha Kingston, anak abegeh gaul yang mendapat keistimewaan saat ajalnya tiba, ia terbangun kembali di hari yang sama. Bukan hanya sekali, tapi kesempatan itu datang berkali-kali.

Awalnya saya merasakan kesulitan untuk mengenal Samantha lebih dalam, gimana mau bersimpati coba tokoh ini sering kali menyebalkan dan berasa banget egois. Ah ya, jangan lupakan peranan penting hormon. Saya juga pernah mengalami masa-masa seperti itu, siapa bilang jadi gadis remaja itu mudah? Hari lepas hari Samantha sadar dan berusaha merubah sikapnya sehingga di saat ia meninggalkan dunia, ia pergi dengan damai.

“So many things become beautiful when you really look.”

Samantha menata hidupnya, benarkan pria yang sekarang menjadi pacarnya benar-benar dicintainya? Teman-teman dekatnya, teman sejatikah mereka?

“It’s funny, isn’t it? When you are young you just want to be old, and then later you wish you could go back to being a kid.”

Beberapa blogger luar menyatakan Before I Fall : provoking, gripping, intense, and wonderfully written. Ya, saya setuju menjelang pertengahan buku kisah hidup Samantha semakin menarik, pribadinya berubah, perubahan itulah yang saya kira membuat buku ini menjadi best seller di mana-mana. Mudah-mudahan ada penerbit lokal melirik dan menerbitkan buku ini. Saya suka dengan kompeksnya masalah yang diramu oleh Lauren Oliver, drugs, sex, bahkan bullying. Bullying di luar sudah menjadi masalah yang cukup serius dan saya pikir di Indonesia juga, hanya saja tidak banyak novel Indonesia yang mengangkat tema ini.

Kalau berkunjung ke situs laurenoliver.com, di bagian Before I Fall pengarang mencantumkan keempat sahabat Sam yaitu Lindsay, Ally, Elody dan Sam. Tiap karakter ada penjelasannya sendiri-sendiri, kesukaan mereka apa, tinggi mereka berapa, dll. Bagus ya? Jadi otomatis karakter itu berasa hidup, saya merasa mengenal mereka bahkan apalagi dengan Lindsay, hadeuh ikutan jengkel dengan dia karena karakternya ini bossy dan nyebelin.

Bintang 4 and say no to bullying!

Detail buku : Before I Fall – Lauren Oliver, 470 halaman –  HarperCollins

The Throne of Fire – Rick Riordan

Hai hai semua, miss me? *blogger narsis ga tau diri*

Akhirnya saya berhasil menyelesaikan Throne of Fire setelah ngendon di rak currently reading selama lebih dari 2 bulan, beginilah kendala baca ebook, pasti nyandet-nyandet 😦 Lah kok jadi curhat, yuk kita langsung saja ke berpetualang di Mesir bersama Kane bersaudara Sadie dan Carter. Berikut sinopsis buku 2 dari 3 buku petualangan Kane chronicles yang saya ambil dari sini.

Ever since the gods of Ancient Egypt were unleashed in the modern world, Carter Kane and his sister Sadie have been in trouble. As descendants of the House of Life, the Kanes have some powers at their command, but the devious gods haven’t given them much time to master their skills at Brooklyn House, which has become a training ground for young magicians.

And now their most threatening enemy yet – the chaos snake Apophis – is rising. If they don’t prevent him from breaking free in a few days’ time, the world will come to an end. In other words, it’s a typical week for the Kane family.

To have any chance of battling the Forces of Chaos, the Kanes must revive the sun god Ra. But that would be a feat more powerful than any magician has ever accomplished. 

First they have to search the world for the three sections of the Book of Ra, then they have to learn how to chant its spells. Oh, and did we mention that no one knows where Ra is exactly?

Narrated in two different wisecracking voices, featuring a large cast of new and unforgettable characters, and with adventures spanning the globe, this second installment in the Kane Chronicles is nothing short of a thrill ride.

Throne of Fire

Throne of Fire

Review :

Sedari kecil Mesir selalu menarik buat saya, Cleopatra, mumi, piramida, anything! Jadi bisa dibayangkan ketika salah satu pengarang favorit saya membuat serial baru selepas Percy Jackson yang mengambil lokasi di Mesir lengkap dengan dewa-dewanya.

Walaupun Throne of Fire lanjutan dari Red Pyramid tapi bagi yang ingin langsung membaca buku 2nya tidak mengurangi keasyikan saat membacanya. Sadie dan Kane, 2 remaja biasa yang dalam beberapa hari bertualang menyelamatkan dunia, classic eh? Dewa Mesir semakin banyak yang muncul, penggemar mitologi bakal merasa sangat dimanjakan oleh Rick Riordan. Sayangnya Throne of Fire terlalu bertele-tele, banyak hal yang saya rasa dipanjang-panjangkan oleh om Riordan, walau tetap menarik untuk dibaca sih karena celetukan dan pertengkaran Sadie – Carter mengingatkan saya akan pertengkaran khas adik kakak yang terjadi di rumah.

Sadie, gadis 13 tahun, keras kepala, bossy sedangkan Carter yang setahun lebih tua malah terkesan lebih polos dan lugu. Karakter favorit saya tetap Anubis, dewa kematian yang muncul dalam sosok pria ganteng 😀 #salahfokus.

Carter Kane

Carter Kane

Sadie Kane

Sadie Kane

3,5 bintang. Mudah-mudahan buku terakhir yang terbit tahun depan bakal lebih seru, secara musuh abadi Kane bersaudara yang sebelumnya masih belum muncul total di ending buku 2 sudah bangkit. Yah mirip-mirip Voldemort yang semakin kuat mendekati akhir kisah.

Hal lain yang ingin saya ceritakan di sini, The Throne of fire adalah buku pertama yang saya baca via format audiobook. Awal-awalnya sih seru, bisa mendengar langsung Sadie dan Carter berbicara pas buku ini memakai 2 point of view, eeeh lama-lama jereng juga dengarnya, susah mendengar kalau tidak sambil membaca bukunya. Solusi saya : baca ebooknya sambil dengar audiobook. Menarik dan pengisi suaranya pun pas. Sadie yang bossy terdengar well yeah bossy dan tegas, sedangkan Carter lebih tenang.

Bagi yang memiliki waktu ekstra coba deh untuk berkunjung ke situs resmi Rick Riordan, saya sukaaa banget! Ada penjelasan lengkap tentang Egyptian Magic, shabti dan penjelasan mengenai dewa-dewi Mesir. Bagi yang suka game, Rick Riordan juga menyediakan link ke website resmi British Museum, tempat yang didatangi oleh Sadie dan Kane, kita bahkan bisa mencoba membuat nama kita versi Hieroglyphics, seru! Kita juga bisa belajar membuat mumi di BBC online. Bagi yang belum puas download saja Egyptian Event Kit , ada 2 versi Red Pyramid dan Throne of fire, ada pertanyaan yang memudahkan kita untuk mendalami Sadie dan Carter, Alphabet chart versi Mesir, Egyptian Gods family tree. If those are not enough, di kit tersebut juga ada list bahan kalau ingin membuat replika piramid.

Sayang saya mengutak atik website ini setelah baca sampai selesai, coba pas baca pasti lebih seru karena kita bisa membayangkan seperti apa Bes, Bast, Isis, Horus dkk 🙂 hauhau, jadi tambah pengen ke Mesir @.@

 

Incarceron, penjara yang hidup

“Walls have ears.
Doors have eyes.
Trees have voices.
Beasts tell lies.
Beware the rain.
Beware the snow.
Beware the man
You think you know.
-Songs of Sapphique”

Incarceron

Incarceron

Yang satu di dalam, yang lain di luar. Tapi keduanya sama-sama terpenjara.

Kalimat yang tertera di sampul depan pas untuk intisari Incarceron. Finn tahanan berusia 17 tahun yang tidak ingat dengan masa lalunya dan yakin kalau ia berasal dari luar penjara. Claudia, putri sipir penjara hidup di dunia luar, keras kepala dan bertekad menyelidiki maksud tersembunyi ayahnya yang hendak menikahkan Claudia dengan putra raja yang tidak disukainya.

Incarceron diceritakan bergantian, sudut pandang Finn di dalam penjara dan Claudia di luar. 100 halaman pertama saya cukup bingung membaca Incarceron. Seakan-akan ada di tengah hutan belantara dan saya terjebak di dalamnya, musti meraba-raba. Terlebih lagi konsep penjara yang hidup sama sekali tidak terbayangkan, untungnya setelah ditemukan kunci yang membuat Finn dan Claudia bisa kerkomunikasi saya sudah bisa menikmati alur cerita yang semakin mendekati akhir semakin tegang, satu per satu misteri terkuak. Eh, ga semua ding, karena Incarceron masih akan berlanjut di buku keduanya, Sapphique.

Catherine Fisher mampu meramu konflik dengan baik, masing-masing karakter memiliki lebih kurangnya sendiri-sendiri. Saya suka Claudia, karakternya kuat dan tak mudah menyerah. Finn di lain pihak saya kurang suka, kurang greget dan terlalu polos, teman Finn Keiro yang terkadang bersikap menyebalkan malah lebih menarik perhatian saya. Oh tentu saja karakter terakhir yang paling happening, Incarceron si penjara ini sendiri. Widih top banget dah untuk pengarang bisa menciptakan penjara hidup yang penuh dengan tipu muslihat.

3 bintang untuk keseluruhan cerita tapi total dengan cover dan kehebatan Catherine Fisher meramu cerita 4 bintang!

Tidak sabar menunggu adaptasi filmnya dengan Taylor Lautner sebagai tokoh utamanya 🙂

Detail buku : Incarceron, penerjemah Mery Riansyah dan Febry E.S, 492 halaman, cetakan I – Agustus 2011.

PS : Buku ini dikirim langsung dari penerjemah imut Mery Momo, terima kasih banyak ya dek *peluk erat* Sukses terus yah! 🙂

Fallen for Daniel

Sinopsis dari Goodreads :

Luce Price merasa pernah sangat mengenal Daniel Grigori.

Cowok misterius dan dingin itu menarik perhatian Luce begitu mereka bertemu pada hari pertama di sekolah berasrama Sword & Cross. Di tempat yang melarang ponsel, dihuni anak-anak bandel, dan penuh kamera pengawas, rasanya cuma cowok itu yang menyenangkan.

Tetapi, Daniel tidak mau berurusan dengan Luce—ia terang-terangan menunjukkan keengganannya. Sementara Luce tertarik padanya bagai ngengat terhadap api. Ia merasa harus tahu apa yang begitu ingin dirahasiakan Daniel… meskipun dengan taruhan nyawa.

Fallen

Fallen

Review :

Luce, gadis muda yang sejak kecil merasa dihantui oleh bayangan-bayangan hitam. Sudah tak terhitung banyaknya menenggak obat penenang dan berganti dokter namun bayangan itu tak pernah hilang. Sampai suatu ketika kejadian tragis menimpa Trevor, teman dekat Luce. Trevor meninggal terbakar dengan Luce sebagai saksi tunggal, namun di sisi lain ia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Orang tua Luce menyerah dan menyekolahkan Luce di Sword and Cross boarding school. Jreng jreng jreng, Luce bertemu dengan Daniel. Pria keren berwajah angkuh berambut pirang. Luce merasa seakan sudah mengenal Daniel dan tertarik untuk mengenal Daniel lebih jauh. Apa daya yang ada malah Daniel bersikap begitu angkuh, masa pertemuan pertama sudah mengacungkan jari tengah? Ngek. Agar cerita semakin seru muncul jugalah tokoh pria kharismatik dan sangat bersahabat di tengah lingkungan sekolah Luce yang aneh, Cameron.

Pertengahan sampai akhir buku mengisahkan Luce yang kebingungan menghadapi jerat cinta Cameron dan kebebalannya untuk selalu mengekor Daniel. Misteri mulai terkuak di akhir buku, siapa sebenarnya Daniel dan kenapa Luce merasa sudah begitu mengenalnya.

Huft. Sulit nih buat review Fallen, saya berusaha menyukainya. Rating Amazon dan Goodreads yang tinggi plus Gramedia sepertinya menaruh banyak harapan dengan buku ini terbukti dengan tetap memakai cover aslinya. Memang cover aslinya keren sih 🙂

Saya kurang merasakan ikatan emosi dengan tokoh utama buku ini. Luce yang seakan-akan merasa dunia bergoncang bila ia jauh dari Daniel, terus terang saya tidak habis pikir.Bentar ganti Cam, bentar lagi ganti Daniel. Ring a bell? Yes, mirip Isabella Swan di antara Jacob dan Edward. Saya bukan TW hater malahan di buku pertama saya jatuh cinta dengan Edward. Balik ke Fallen, Luce membuat saya berpikir ulang tentang Bella yang klemar klemer. Sikap Daniel yang kasarnya tidak masuk akal kenapa tetap membuat Luce malah semakin jatuh hati dengannya? Luce pas deh untuk potret remaja ababil jaman sekarang :p

Sedikit sentuhan romance berbalut fantasy, twisted ending, cinta segitiga sepertinya menjadi formula ampuh untuk membuat sebuah novel menjadi best seller. Entah saya yang selera bacanya menurun atau sudah terlalu uzur untuk membaca novel Young Adult, 2 bintang saya sematkan untuk Fallen. Oia perjalanan cinta Luce – Daniel- Cam bakal berlanjut di buku selanjutnya Torment, Passion dan Rapture buku keempat yang bakal terbit tahun depan.

Curhat sedikit padahal saya suka segala hal yang berhubungan dengan mermaid dan fallen angel tapi sampai saat ini belum pernah klik jika membaca buku yang berkisah tentang mereka. Fallen angel lain bisa kita jumpai di Hush Hush yang juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa via penerbit Ufuk. Mizan juga ikut menerbitkan kisah The Fallen karangan Thomas E. Sniegoski. Ada juga Awakened yang saya kurang jelas penerbitnya siapa.

Detail buku : Fallen – Lauren Kate. Gramedia, 440 halaman, cetakan I Juli 2011, alih bahasa Fanny Yuanita, editor Dini Pandia.