Pangeran Bahagia – Oscar Wilde

Pangeran Bahagia, kumpulan cerita Oscar Wilde adalah salah satu seri fiksi klasik yang diterbitkan oleh penerbit Serambi. Covernya bagus, menggambarkan patung Pangeran Bahagia yang menjulang tinggi dan di pundaknya bertengger burung Walet. Ada 5 cerita yang semuanya bernuansa sedih dan ironis. Kelima di antaranya : Pangeran Bahagia, Bunga Mawar dan Burung Bulbul, Raksasa yang Egois, Teman yang Setia dan Roket yang Luar Biasa. Mirip dongeng anak-anak, walau begitu banyak pelajaran yang secara implisit ditampilkan di sana.

Pangeran Bahagia

Pangeran Bahagia

Favorit saya :

1. Pangeran Bahagia (1888), patung penghias kota yang menjadi kebanggaan masyarakat. Ah ya namanya memang pangeran bahagia, tapi pangeran ini bersedih hati melihat keadaan rakyat miskin yang ada di kota. Adalah seekor Walet yang hinggap di pundak pangeran kejatuhan air mata pangeran. Pangeran menangis melihat ibu tua penjahit yang anaknya demam dan ia meminta burung Walet mencongkel batu delima yang ada di gagang pedangnya untuk diberikan kepada si ibu-ibu tua.

Burung Walet resmi menjadi tangan kanan Pangeran untuk membantu rakyat, kedua permata yang menjadi pangeran sudah hilang, sekeping demi sekeping emas yang menyelimuti tubuhnya juga dibagikan kepada rakyat yang membutuhkan. Musim berganti, cuaca berubah menjadi semakin dingin, Walet mulai kepayahan karena seharusnya sedari dulu ia pergi ke Mesir tempat teman-temannya menikmati sinar matahari.

“Aku akan pergi ke Rumah Kematian. Bukankah mati adalah saudara dari Tidur?”, Walet mencium bibir Pangeran lalu ia kehilangan nyawanya. Pada saat itu, terdengarlah bunyi retakan dari patung. Hati timah milik Pangeran terbelah menjadi dua. Di akhir kisah, Tuhan meminta malaikatNya untuk membawa dua hal yang paling berharga di kota dan malaikat membawakan sekeping hati dan tubuh burung yang telah mati.

“Pilihan kalian tepat, karena di Taman Surgaku burung kecil ini akan terus bernyanyi dan di dalam kota emasku Pangeran Bahagia akan terus memuliakanku”.

Sediiiih😦

2. Bunga Mawar dan Burung Bulbul.

Berkisah tentang perjuangan burung yang berusaha menyenangkan hati seorang pemuda yang jatuh cinta. Pemuda ini ingin memberikan pujaan hatinya sekuntum mawar merah. Burung bulbul berkelana ke sana ke mari mencari mawar merah, yang ada malahan mawar putih dan mawar kuning. Akhirnya ada juga pohon mawar merah tapi musim dingin telah menghambat pembuluh darahnya, keping es menjepit tinasnya dan badai telah mematahkan rantingnya. Ada satu cara mawar merah bisa tumbuh lagi tapi syaratnya burung bulbul harus bernyanyi semalam suntuk sembari dadanya terpapar duri, agar darah yang menopang hidup burung bulbul mengalir menuju pembuluh darah pohon.

Sadis😦

Endingnya sangat tragis. Ada satu kalimat yang indah yang diucapkan burung bulbul, ” Ah, betapa kebahagiaan ternyata bergantung pada hal-hal yang sungguh remeh”. (hal.28)

3. Raksasa yang egois, kalau ini persis dongeng-dongeng masa kecil saya dan tetap endingnya itu tragis. Heeeuh, ada apa dengan penulis-penulis jaman dulu, apa karena jaman dulu belum ada pengaruh dari Walt Disney ya?😀

Endingnya sedih sekaligus indah, saya copy dari wikipedia ya, kalau ngetik dari buku malas, kepanjangan :p

“Who hath dared to wound thee?” cried the Giant; “tell me, that I may take my big sword and slay him.” 

“Nay!” answered the child; “but these are the wounds of Love.” 

“Who art thou?” said the Giant, and a strange awe fell on him, and he knelt before the little child. 

And the child smiled on the Giant, and said to him, “You let Me play once in your garden, to-day you shall come with Me to My garden, which is Paradise.” 

Kisah keempat dan kelima menurut saya benang merahnya mirip, tentang keegoisan seseorang. Browsing di Wikipedia, kisah Roket adalah kisah Oscar Wilde yang berisi epigram.

“Conversation, indeed!” said the Rocket. “You have talked the whole time yourself. That is not conversation.” 

“Somebody must listen,” answered the Frog, “and I like to do all the talking myself. It saves time, and prevents arguments.” 

“But I like arguments,” said the Rocket. 

“I hope not,” said the Frog complacently. “Arguments are extremely vulgar, for everybody in good society holds exactly the same opinions.” 

Sindiran yang mengena.

Walaupun buku ini murni dongeng tapi layak dikoleksi, saya baru kali ini membaca tulisan Oscar Wilde, aah pengen cari buku Picture of Dorian Gray. Dulu nonton filmnya sih, err agak-agak ‘seram’ penasaran bukunya seperti apa.

Review saya tutup dengan penggalan lagu Ironic – Alaniss Morissette, salah satu penyanyi yang saya kagumi, liriknya dahsyat.

Well life has a funny way of sneaking up on you
When you think everything’s okay and everything’s going right
And life has a funny way of helping you out when
You think everything’s gone wrong and everything blows up
In your face.

Sekilas tentang penulis, Oscar Wilde ternyata adalah orang yang penuh dengan kontroversi, beliau dikenal karena epigram, masuk penjara karena kasus homoseksual dan kematiannya yang mendadak di usia muda (46 tahun).  PR saya selanjutnya : mencari buku Picture of Dorian Gray dan The Importance of Being Earnest. Pihak Serambi, berniat menerbitkankah? *ketip-ketip*

Oscar Wilde

Oscar Wilde

Detail buku : Pangeran Bahagia – Oscar Wilde, diterjemahkan dari The Happy Prince and Other Stories oleh Risyiana Muthia, cetakan I – April 2011, 103 halaman.

Terjemahannya bagus, salut untuk mbak Risyiana yang bisa mengalihbahasakan kalimat Oscar Wilde aslinya indah menjadi tetap indah dan puitis, minim typo dan covernya bagus pulak. 4 bintang!

6 thoughts on “Pangeran Bahagia – Oscar Wilde

  1. ana says:

    eh ini buntelan dari siapa mi?😀
    btw ternyata ada penerbit lain juga yang nerbitin ini buku lho.. dan bahasa terjemahannya, aduh, jadul. namun sebenernya malah mewakili banget kalo ngeliat cuplikan percakapan yg kamu kutip dari wiki itu. Jadul juga kan ya.😀
    btw sebenernya menurutku ini kisah2 tentang yang baik dan yang jahat tapi dalam bentuk2 ekstrim gitu ngga sih. maksudnya, orang-orang di buku ini akan menjadi berhati baik dan dianggap baik ketika dia bener-bener harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga..

    *maap ya mi jadi ngoceh*

  2. Fanda says:

    *tutup mata gak mau baca spoiler*

    @Ana: Oh berarti edisi yg Serambi ini bahasanya lebih dibikin modern, gitu ya? Bagusan mana kira2 ama yang terjemahan satunya ya? Kalo yang itu, covernya lebih kekanak-kanakan deh

  3. carolinezenia says:

    Ah…Oscar Wilde…salah satu pengarang yang menurut gue cukup seru cerita-ceritanya. The Picture of Dorian Grey..gak kelar-kelar dibaca🙂

    The Importance of Being Earnest…mungkin nanti bentuknya percakapan, karena ini merupadakan sebuah drama, mirip karya-karyanya Shakespeare. Aku suka sama The Importance of Being Earnest. Lucu!

  4. miamembaca says:

    hahaha, kalo ga kelar-kelar berarti nonton filmnya aja Ze :p

    eh iyaa, dirimu ga baca GoT? Aku baca dn tergila-gila zeee, ayo baca yuk jadi ada temen diskusi,ajak teman-temanmu juga Yan dan Dion hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s