Surat seorang kakek.

Dear Sam,

As your only living grandfather, I want to welcome you into this world. Always remember that … life is a gift and a blessing.

Letters to Sam berisikan kumpulan surat seorang kakek untuk Sam, cucunya yang autis. Daniel yang lumpuh merasakan ada ikatan batin yang kuat dengan Sam, mereka sama-sama ‘berbeda’. Daniel ingin membagikan pengalamannya menghadapi ketakutan, tetap berharap dan mengambil anugerah dalam setiap kejadian. Pas dengan Quote dari Jalaluddin Rumi yang disematkan penerbit di akhir buku : Berterimakasihlah kepada siapa pun yang datang, karena setiap tamu dikirimkan dari atas sana sebagai pemandumu.

Banyak kalimat indah dan inspiratif di buku setebal 232 halaman, rata-rata bisa dijadikan quote malah. Saya biasanya suka tipe buku seperti ini, sebut saja yang Tuesdays with Morrie atau The Last Lecture. Bedanya Letters to Sam terkesan sangat ‘nuturi’. Isi di dalamnya sudah sering saya dengar dari ayah saya😀 Seandainya saja nasihat yang disajikan tidak bertubi-tubi pasti buku ini menjadi lebih menarik.

Tidak bisa disalahkan juga, wong opa Daniel kan menulis ini untuk cucunya, yang notabene umurnya terpaut jauh. Saya sebagai pembaca dewasa muda *tsaah* malah merasa bosan, beberapa kali buku saya letakkan dan saya ganti dengan buku bacaan lain yang lebih ‘ringan’ untuk dinikmati.

Bukan berarti saya tidak menikmati Letters to Sam, hanya saja jika diibaratkan menikmati sup ayam. Sup ayam harus disesap perlahan-lahan tidak bisa langsung glug glug glug langsung habis, yang ada bukannya nikmat tapi perut sebah kekenyangan. Btw, analogi di atas pernah saya baca entah di mana, jadi itulah sebabnya kumpulan kisah inspiratif yang terkenal disebut dengan chicken soup. Dinikmatinya perlahan-lahan, per hari satu – dua cerita.

Kalimat favorit saya :

Terkadang keadaan membuat kita berpura-pura kuat dan berani, padahal sebenarnya kita merasakan sebaliknya. Tapi itu jarang sekali. Pada umumnya, akan lebih baik kalau kita tak usah berpura-pura kuat ketika sedang merasa lemah,atau berpura-pura berani padahal merasa takut. Aku percaya dunia akan menjadi tempat yang lebih aman kalau setiap orang yang merasa lemah berkata,”Aku punya masalah, aku lemah dan sedang berusaha semaksimal mungkin.” (58)

Bener banget Opa!

Terima kasih sudah membagikan ilmu Anda kepada kami cucu-cucumu dan Sam-Sam lain yang ada di dunia. Life indeed is a gift and a blessing.

Letters to Sam

Letters to Sam

Detil buku : Cover Gagas seperti biasa selalu bagus dan menggoda untuk dibeli, minim typo dan aksen daun bernuansa musim gugur membuat Letters to Sam terkesan manis dan hangat, sehangat cinta seorang kakek kepada sang cucu.

232 halaman, cetakan I – Juli 2011, penerjemah : Windy Ariestanty.

 

19 thoughts on “Surat seorang kakek.

  1. astridfelicialim says:

    hihi kita emang sehati ya mi, nyebut2 morrie dan last lecture di review, plus komen tentang covernya pun mirip =D *hugs*

  2. miamembaca says:

    Helvry : hahakalau masalah quote soalnya yakin yang lain pasti reviewnya lebih lengkap dek helvry :p

    Dion : hahah, waduh Dion, hampir semua la’an ditekuk😀

    Astrid : *peluk saudara kembar* iya loh Astrid, haha jadi inget dulu waktu kita masih kenal via blog doang kan srg komen2 karena bacaan kita mirip, eh tadi kaget jg kok reviewnya juga mirip hihihihi.

  3. ana says:

    mia, baca reviewmu malah jadi laper pengen makan sup ayam! *tampaaarr*
    kalau dibandingin Morrie kayanya buku ini belum juara deh. baca kata bertubi-tubi mu itu, jadi inget kesan waktu baca Sang Alkemis nya Paulo Coelho juga seperti itu. Pesan-pesannya terlalu mencekoki pembaca.

    • miamembaca says:

      *nyodorin sup ayam* Beda sih kalau dibanding Mitch Albom, tulisannya lebih bagus doi mungkin karena latar belakang mereka berdua beda ya, Na, Waah kebalik aku suka baca Alkemisnya Paulo Coelho😀 tapi yang The Zahir rada2 geje gitu hehehe. Memang baca buku inspiratif ini harus nunggu momen yang pas. Aku ada beli buku buat papaku, Tuhan Tidak Pernah Tertidur, bagus juga keknya tapi blom mood baca :p

  4. Tanzil says:

    yap, buku ini banyak memberi hal2 yg bisa jadi perenungan, sebenarnya apa yg diungkapkan adalah hal2 biasa dan sederhana tapi kadang kita tak menyadarinya, itulah gunanya membaca buku ini, menyadarkan hal2 biasa yang sebenarnya luar biasa…

    eh ngomong apa pula aku ini yak… #rahibsokbijak

    setuju soal cover, daripada buku aslinya aku lebih suka cover terbitan gagas

  5. melmarian says:

    Kangen baca reviewnya Mia, yang nggak bikin kening berkerut en malah jadi senyum-senyum sendiri, hehehehe….

    Betul, si Opa emang nuturi banget. Sepertinya quotes di buku berbahasa Inggrisnya lebih nendang yah #emangpemainbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s