Yelena, the food taster – Poison Study #1

Sinopsis (Goodreads) : Choose: A quick death…Or slow poison…

About to be executed for murder, Yelena is offered an extraordinary reprieve. She’ll eat the best meals, have rooms in the palace—and risk assassination by anyone trying to kill the Commander of Ixia.

And so Yelena chooses to become a food taster. But the chief of security, leaving nothing to chance, deliberately feeds her Butterfly’s Dust—and only by appearing for her daily antidote will she delay an agonizing death from the poison.

As Yelena tries to escape her new dilemma, disasters keep mounting. Rebels plot to seize Ixia and Yelena develops magical powers she can’t control. Her life is threatened again and choices must be made. But this time the outcomes aren’t so clear…

Study #1

Study #1

Review :

Kelar juga buku ini setelah 4 bulan lebih terpampang menjadi salah satu penghuni rak currently reading, gini nih kalo baca ebook *pentung pake iPad* *maunyaa*. Ceritanya sih seru, Yelena seorang gadis yatim piatu yang sedang menunggu hukuman mati karena ia terdakwa membunuh anak pemilik panti asuhan tempat tinggalnya sedari kecil. Adalah Valek, seorang food taster berhasil membuatnya lolos dari hukuman mati, walau syaratnya berat. Yelena harus belajar dan menjadi seorang food taster Commander Ambrose, pemimpin daerah Ixia , serem juga sih wong taruhannya nyawa.

Lepas dari hukuman mati bukan berarti hidup Yelena aman, banyak musuh yang mengincar nyawanya, terlebih lagi Jenderal Brazell yang ingin membalas kematian Reyad, anaknya yang tewas di tangan Yelena. Tak hanya itu, di kawasan Ixia di mana sihir dilarang, Yelena malah menyadari ia memiliki bakat untuk menjadi seorang penyihir. Komplit!

Could the strange buzzing sound that erupted from my throat and saved my life really be the same as Irys’s power? If so, I must keep my magic a secret. And I had to gain some control of the power to keep it from flaming out. But how? Avoid lifethreatening situations. I scoffed at the notion of evading trouble. Trouble seemed to find me regardless of my efforts. Orphaned. Tortured. Poisoned. Cursed with magic. The list grew longer by the day.

Saya pikir sesuai judulnya kita akan disuguhi petualangan Yelena menjadi seorang food taster, jarang-jarang buku Young Adult mengambil tema seperti ini kan? Premisnya bagus, ceritanya menarik, apalagi pengarang pintar memberikan nama untuk tokoh-tokohnya. Rayed, Valek, Yelena adalah beberapa di antaranya. Sayangnya Maria Snyder sepertinya ingin memasukkan semua intrik ke buku pertama dari trilogi Study. Dari yang seorang yatim piatu, food taster, penyihir. Kemudian perpindahan adegan berlangsung cepat, bikin bingung. Beberapa review yang memberikan bintang 5 dibilang fast paced, kalau saya bilangnya malah kecepetan dan rada maksa. Karakter pendukung kurang dieksplor lebih dalam berasa hanya tempelan saja dan endingnya gampang tertebak.

Hubungan Valek dan Yelenapun terbilang datar-datar saja, tidak terlalu banyak chemistry di antara mereka dan saya pribadi tidak merasakan adanya getaran asmara eeh di akhir kisah tiba-tiba mereka menjadi sepasang sejoli, walau kalimat Valek ke Yelena bagus juga.

“Yelena, you’ve driven me crazy. You’ve caused me considerable trouble and I’ve contemplated ending your life twice since I’ve known you.” Valek’s warm breath in my ear sent a shiver down my spine. 

“But you’ve slipped under my skin, invaded my blood and seized my heart.” 

“That sounds more like a poison than a person,” was all I could say. His confession had both shocked and thrilled me. 

“Exactly,” Valek replied. “You have poisoned me.”

Aw aw aw aw, senangnya🙂 Kapan pacar saya bisa kaya gini ya #plaaak.

3 bintang untuk Poison Study, saya suka dunia yang diciptakan oleh Maria V. Snyder, mudah-mudahan kisahnya bakal lebih menarik di buku 2 dan 3 yang masing-masing berjudul Magic Study dan Fire Study.

Oia, Violet books telah menerjemahkan seri #Glass, lanjutan dari serial Study ini, sayang kenapa bukan yang ini diterbitkan dulu ya?

3 thoughts on “Yelena, the food taster – Poison Study #1

  1. astridfelicialim says:

    interesting premise ya mi! jadi penasaran setelah baca reviewnya..tapi emang sayang kalo cerita udah bagus, terus jadinya di “paksa” supaya rame..huhu…kayak makan nasi goreng kebanyakan bumbu =p

  2. annisaanggiana says:

    Kadang suka sayang kalo ide ceritanya original tapi penokohannya kurang gigit ya!!
    Kyahaha “Getaran Asmara” aku senyum-senyum sendiri jadinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s