Emerald Atlas, The Books of Beginning #1

Sinopsis : Kate, Michael, dan Emma sudah berulang kali berpindah dari satu panti asuhan ke panti asuhan lain, dan yang berikutnya selalu lebih buruk dari pada sebelumnya. Tapi Kate tidak pernah melupakan janjinya pada sang ibu, untuk selalu menjaga adik-adiknya. 

Kate tidak pernah bisa mengingat jelas kenangan tentang kedua orangtuanya, tapi dia tahu pasti, ibunya berjanji keluarga mereka akan berkumpul lagi suatu hari nanti. Michael selalu percaya pada hal-hal mistis yang membuatnya mendapat masalah dan dijadikan bulan-bulanan di panti asuhan. Emma bertempramen sangat buruk dan mudah sekali meledak. 

Namun ketiga bersaudara ini tetap bertahan bersama-sama, sampai akhirnya nasib membawa mereka ke dalam petualangan seru, menyingkap garis takdir mereka yang luar biasa. 

Segera saja mereka terhanyut dalam perjalanan ajaib ke sudut-sudut dunia yang penuh rahasia dan berbahaya… Perjalanan yang mempertemukan Kate, Michael, dan Emma dengan sahabat-sahabat dan musuh-musuh. Dan menurut sebuah ramalan kuno petualangan mereka akan mengubah sejarah… Dan nasib banyak orang… 

Akankah mereka menemukan rahasia identitas keluarga mereka dan berkumpul kembali dengan orangtua mereka?

Emerald Atlas

Emerald Atlas

Review :

Apa yang terbayang saat membaca sinopsis di atas?  Narnia? Lemony Snickett’s? Atau malah Golden Compass? Kalau saya perpaduan dari ketiganya, anak ‘yatim piatu’ terjebak dalam dunia lain dan mengemban misi menyelamatkan dunia. Dunia Kate, Michael dan Emma berubah dalam sekejap saat malam natal, ayah ibunya menghilang dan mereka terbangun dalam sebuah panti asuhan. Dari panti asuhan satu ke yang lain, nasib mereka bertiga tidak jelas plus ayah ibu tidak jelas keberadaannya bahkan nama keluarga mereka juga misterius “P”saja.

Kate masih beruntung, ia masih bisa mengingat orang tuanya dan pesan ibunya yang mengatakan bahwa mereka pasti kembali. Michael, laki-laki kurus berkacamata dan sangat mengidolakan kurcaci. Emma, si bungsu paling jago berkelahi.

Suatu ketika Kate, Michael dan Emma berpindah ke panti asuhan Cambridge Falls yang misterius. Suatu tempat yang terlupakan dan banyak kejanggalan aneh yang mereka rasakan. Siapakah laki-laki yang mengadopsi mereka? Terlebih lagi sejak mereka menemukan sebuah buku hijau yang akan memutarbalikkan nasib mereka. Kurcaci, time travel, penyihir, adalah sebagian dari hal menarik yang ditemukan di buku Emerald Atlas.

Anak yatim piatu sering kali menjadi tokoh utama buku fantasi, sebut saja Harry Potter dan tiga bersaudara Pevensie di seri Narnia. Kate ini tipe anak pertama banget, Michael sedikit tidaknya mirip dengan karakter John Stephens sendiri. Sama-sama berkaca mata dan mengidolakan kurcaci. Karakter yang lovable, plot yang tidak bertele-tele adalah kekuatan buku pertama dari trilogi Emerald Atlas. Pengarang yang juga adalah penulis serial Gilmore Girls dan The OC. mampu membuat saya berhasil menghabiskan Emerald Atlas dalam waktu dua hari.

Buku ini cocok dibaca untuk semua umur walau golongan Middle Grade adalah sasaran utama. Fantasi yang tidak terlalu kelam, saya tidak merasakan aura gelap vampire dan werewolves, memang sih ada penyihir sakti tapi apa pula serunya membaca buku kalau tidak ada tokoh antagonis?🙂

Sayangnya di bagian akhir, time travel yang cukup sering disebut sempat membuat saya bingung. Doh, tadi katanya middle grade tapi sudah umur segini masih ga ngerti😀 Satu lagi, coba saja ada gambar peta yang melukiskan Cambridge Falls dan dunia yang ada di dalamnya bakal lebih menarik!

Gramedia

Versi Gramedia

Tidak seru mereview buku kalau tidak menyebut soal cover bukan? Saya suka cover aslinya, cover Gramedia kurang ‘segar’ warna hijaunya terlalu kinclong dan siluet 3 anak yang ada di gambar kurang mewakili karakter Emma. Emma disebutkan sebagai anak yang berani bahkan sering kali berkelahi jika Michael diejek, tinggi badan mereka hampir mirip. Sedangkan di cover Emma terlihat sangat mungil malah lebih mirip dengan anak balita. Terjemahan mbak Poppy enak dan minim typo. 3 bintang!

Detail buku : Emerald Atlas : Buku-buku Permulaan – John Stephens, cetakan I -Juli 2011. Alih bahasa : Poppy Damayanti Chusfani. Desain cover : eMTe.

Jangan lupa mampir ke website resmi Emerald Atlas, selain bisa mendownload activity guide, ada trailer buku dan gambar beberapa tokoh penting di buku selain Kate, Michael dan Emma.

5 thoughts on “Emerald Atlas, The Books of Beginning #1

  1. annisaanggiana says:

    Kisah tentang orphans yang paling gemesin itu Lemony Snickett’s, hehe. Ga beres-beres soalnya😉 baiklah masuk antrian buku yang mau dicari, hehe

  2. astridfelicialim says:

    Loh, Loh, Loh….udah ada terjemahannya tohhhhh????? (sok heboh)
    Kirain kamu baca yg asli Mi!!! =D
    iya, cover kurang nggigit yaaa…sayang… tapi definitely masuk dalam wishlist.

  3. ana says:

    Mia! udah lama banget kayaknya ngga komen-komen di sini ya? *celingak celinguk*
    Ehem, jadi sesungguhnya ini serialkah Mi? Sebegitu lamanya aku hilang di peredaran yah, kok aku bahkan belum pernah denger ada buku ginian? *kuper*
    Yang pasti, sepertinya buku ini bukan cup of my tea deh..

    (lama-lama jadi merasa selera buku kita semakin menjauh.. hiks)

  4. speakercoret says:

    MI, penvensie bersaudara bukannya 4 yah? Peter, Susan, Edmund, Lucy? emang yatim piatu yah? bukannya pas susan ga bisa balik lagi ke narnia disebut2 dia sama orangtuanya pergi ke amerika? *berusaha mengingat2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s