[Review] Graceling, petualangan Katsa di Seven kingdom

Sinopsis dari Goodreads :

Graceling - Gramedia

Graceling - Gramedia

Sejak berusia 8 tahun, Katsa sudah bisa membunuh dengan tangan kosong. Ia termasuk Graceling, kelompok langka dengan kemampuan––Bakat––luar biasa. Dan Bakat Katsa adalah membunuh. Bakat yang membuatnya menjadi algojo sang raja. 

Lalu ia bertemu Pangeran Po, yang memiliki Bakat bertempur. 

Ia tidak mengira akan berteman dengan Po. 

Ia tidak mengira ada fakta baru tentang Bakat membunuhnya––juga rahasia mengerikan yang tersembunyi jauh… rahasia yang dapat menghancurkan tujuh kerajaan hanya dengan kata-kata.

Review :

Woooh, covernya asyik ya! Berasa banget kegarangan si tokoh utama kita kali ini, Katsa. Gadis bermata biru dan hijau yang memiliki bakat khusus yang ga tanggung-tanggung, membunuh! Makanya doi menjadi algojo sang raja walaupun kadang hati kecilnya ingin berontak juga, Katsa sering kali merasa ia hanyalah anjing atau mesin pembunuh Raja Randa.

Di kala misi menyelamatkan kakek Lienid ia bertemu dengan laki-laki berbakat yang setara dengan kemampuan Katsa. Ternyata laki-laki itu adalah cucu sang kakek, Pangeran Po. Berdua mereka menyelidiki siapakah gerangan yang menculik kakek Po yang ternyata tidak semudah itu. Masih ada musuh lain yang juga memiliki bakat yang tak kalah gahar.

Kira-kira begitulah garis besar buku pertama serial The Seven Kingdom ini, premisnya lumayan seru. Mirip XMen walau beda jalur, bakatnya pun macam-macam yang sayangnya tidak dikupas lebih dalam oleh pengarang. 20 halaman pertama saya sangat menikmati Graceling, kita diajak untuk mengenal karakter Katsa. Independen, mandiri, tak kenal takut dan doyan berkelahi. Ah saya suka kick ass heroine macam begini.

Sayangnya saat Katsa mulai mengenal Po, getar-getar cinta yang timbul bisa dibilang merusak acara. Petualangan yang seharusnya bisa menjadi klimaks malah terasa dipanjang-panjangkan demi petualangan cinta Katsa dan Po. *tendang Katsa*

Nah, satu hal yang sangat mengganggu saya adalah pembicaraan mengenai pernikahan, kenapa Katsa tidak mau menikah, tidak ingin punya anak. Um cek umur Katsa, bukannya masih abegeh? Lah kok tiba-tiba berbicara soal feminisme seperti ini? Sepertinya ini pikiran pengarang yang dijejalkan masuk ke dalam karakter Katsa. Tidak pada tempatnya dan terlalu maksa. Review lain banyak yang menyayangkan adegan sex before married yang juga ada di buku ini, well masih masuk di akal yang itu ketimbang anak remaja menolak untuk menikah dengan alasan yang kurang masuk akal.

Karakter Po kurang membekas di benak saya, yang terbayang hanyalah sifatnya yang lemah lembut plus pendengar yang setia. Apa karena kemunculannya yang kurang banyak? Atau karena namanya Po? Duh mbok ya nama pangeran lain yang keren kan banyak walau hanya satu suku kata. Max? Patch? Hex? Rick? apalah asal jangan Po, duuuh yang kebayang kalau ga si panda gendut ya si teletubbies. Uh oh my bad, sorry *pentung diri sendiri*

Saya suka kisahnya, pemilihan nama Katsa yang kesannya kuat, mudah-mudahan perihal Graceling/bakat bakal lebih banyak muncul di buku 2nya, Fire.

Cover versi luarnya keren loh!

Graceling

Graceling

Graceling menjadi Publishers Weekly dan School Library Journal best book of the year tahun 2008 dan masih banyak lagi penghargaan yang lain. Bagi yang penasaran nantikan seri keduanya Fire yang covernya tak kalah unyyuuu!

Fire

Fire

Detail buku : Graceling

Penerjemah : Poppy D. Chusfani

Gramedia, cetakan I, Desember 2011, 496 halaman.

 

7 thoughts on “[Review] Graceling, petualangan Katsa di Seven kingdom

  1. ana says:

    Errr.. aku juga kebayang suamiku. #eh
    secara dia mirip banget sama Po.. *ngikik*

    btw kenapa ganti template lagi Mi? aku suka templatemu yang pertama dulu itu…😀

    Kalo liat cover yang ini, kok aku malah inget sama Katniss yah. Rada2 mirip gitu sama karakternya Katsa. Dan yahh, kayaknya kamu harus retired sementara dari baca buku2 YA deh Mi, biar ngga bosen sama adegan adegan romance2..😄

  2. carolinezenia says:

    Wah….udah lama banget baca ini buku. Dan seinget aku sih, I love it!😀

    Ternyata aku enggak review ya Mia di blog aku hahaha…so sorry. Cuma sempet mention aja, tapi enggak di review.

    Fire, enggak ada hubungannya dengan Graceling, Fire bisa dibilang prequel Graceling. Yang paling baru Bitterblue, juga ntar prequel lagi, kalo enggak salah inget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s