The Girl with the Dragon Tattoo

*sigh*

Selalu susah mereview buku bintang 5, apalagi untuk buku thriller macam begini takut menyebar spoiler yang jelas-jelas mengganggu kenikmatan membaca, jadi review kali ini saya buat garis besarnya saja ya🙂

3 tokoh utama yang membuat saya terjaga sampai tengah malam selama 3 hari berturut-turut.

1. The Industrialist.

Henrik Vanger, mantan CEO Vanger Corporation, yang selama puluhan tahun hidupnya tidak tenang karena setiap hari ulang tahunnya mendapat kiriman bunga yang hanya dilakukan oleh ponakan tercinta, Harriet Vanger. Anehnya saat Harriet berusia 16 tahun ia menghilang tanpa jejak namun kiriman bunga tetap berlanjut sampai sekarang. Harriet masih hidup? Atau pembunuh Harriet ingin menyiksa Henrik kiriman bunga misterius itu?

2. The Jornalist.

Adalah Mikael Blomkvist yang ditugaskan Henrik untuk membantu menyelidiki ambisinya tentang penyusutan kembali tragedi hilangnya Harriet. Mikael sendiri mau tak mau menerima tugas ajaib ini karena ia sendiri baru saja dituduh menulis artikel palsu tentang Wennerstrom, seorang pengusaha korup. Demi menyelamatkan perusahaan penerbitan Millenium, Mikael rela tinggal di Hedestad, pemukiman keluarga ‘kerajaan’ Vanger yang dingin dan mulai menyusuri latar belakang dan gerak gerik Vanger bersaudara yang salah satunya diyakini Henrik bertanggung jawab akan hilangnya Harriet. Ternyata memang ada yang aneh dengan kasus Harriet, perlahan namun pasti misteri mulai terkuak dan di sanalah nasib membawa Mikael bertemu dengan Lisbeth Salander.

3. The Girl with the dragon tattoo.

Lisbeth Salander, gadis unik yang menjadi tokoh favorit saya, bayangkan saja perilakunya ajaib, asosial, pengidap Asperger, hacker handal, badannya penuh dengan tindik dan tattoo. Kepiawaiannya dengan data-data mengantar nasibnya berkenalan dengan Mikael dan duet mereka dalam mengupas tragedi Harriet menjadi poros kisah pertama dari serial Millenium.

Oia satu lagi setelah membaca review dari amazon dan goodreads pembaca Millenium series terbagi menjadi 2 kelompok, yang menganggap Stieg Larsson jenius dan ada yang menyebutkan buku ini feminist yang penuh dengan kritik sosial serta adegan yang kasar. Adaptasi filmnya sendiri tidak boleh beredar di Indonesia karena R-Rated  (brutal violent content including rape and torture, strong sexuality, graphic nudity, and language).

Tidak untuk pembaca yang tidak tahan dengan kekerasan, saya aja sampai kaget-kaget plus merinding, tapi ya itu dia, if it bleads, it leads! Semakin brutal semakin penasaran saya dengan endingnya, setiap ada satu titik terang pasti berlanjut ke perkara lain yang tambah seru. Pantas saja buku ini menjadi Amazon best book of the month September 2008 : Once you start The Girl with the Dragon Tattoo, there’s no turning back. Ho oh betul banget! Buku yang kaya akan plot, page turner dan akan membius pembaca sampai di akhir buku. And in the end, i want more of Lisbeth Salander!

PS : Buku aslinya yang berbahasa Swedia memiliki judul Män som hatar kvinnor atau Men who hate women. Saya dulu ga ‘nyandak’ kenapa judulnya seperti itu dan saat membacanya baru manggut-manggut setuju. Untung saja judulnya diganti, kalau masih Men who Hate Women sepertinya tidak saya lirik deh :p

Terima kasih kepada secret santa, Melisa *peluk-peluk* Berkat doi saya berhasil membaca buku yang sudah menjadi incaran saya sejak beberapa tahun yang lalu tapi bolak balik gagal terbeli. Memang diniatkan untuk baca tahun ini secara adaptasi Hollywoodnya pemainnya keren-keren. Daniel Craig sebagai Mikael dan Rooney Mara berperan sebagai Salander.

DC and RM

DC and RM

Cantik yaa? Coba bandingkan saat Rooney Mara memerankan Lisbeth beda banget.

Rooney Mara as Lisbeth Salander

Rooney Mara as Lisbeth Salander

PR saya banyak nih setelah membaca The Girl with Dragon Tattoo, bakal beli lanjutannya dan menonton filmnya baik versi Swedia maupun Hollywoodnya. Saya pribadi sih lebih suka penampilan Lisbeth yang versi Amerika lebih terlihat kikuk dan fragile walau kuat di saat yang bersamaan, kalau versi Swedianya kelihatan lebih gahar dan mirip dengan Pink malah :p

Rooney Mara vs Noomi Rapace

Rooney Mara vs Noomi Rapace

Penasaran dengan filmnya? Yuk nonton bareng-bareng🙂

American version

Swedish version

Sekilas tentang Stieg Larsson yang bernasib tragis, ia meninggal beberapa saat setelah menyerahkan 3 draft Millenium bahkan lanjutannya pun tidak selesai, ah sayang sekali😦 Ketiga buku Stieg Larsson The Girl with Dragon Tattoo, The Girl who Played with Fire dan The Girl Kicked the Hornets’ Nest menjadi best seller di mana-mana.

Another fave quote :

“I’ve had many enemies over the years. If there’s one thing I’ve learned, it’s never engage in a fight you’re sure to lose. On the other hand, never let anyone who has insulted you get away with it. Bide your time and strike back when you’re in a position of strength—even if you no longer need to strike back.”

Detail buku :

Judul : The Girl with the Dragon Tattoo

Pengarang : Stieg Larsson

538 halaman, MacLehose Press, Quercus. 2010.

 

32 thoughts on “The Girl with the Dragon Tattoo

  1. okeyzz says:

    Penasaran banget… tapi menunda beli saat liat ketebalannya. Langsung ciut gitu. Haha. Pada bilang film versi Swedia bagus bgt, jauh lebih real dibandingin sama versi Hollywoodnya mba. Aduh gatel pengen nonton😛

  2. Novita says:

    Udah beli dvdnya gara2 abang craig dan review2 bbi.
    Tp blm beli bukunya. Hiks.. Wah,penulisnya dah meninggal? Baru tau.. Millenium itu masih lanjutan hornest nest bukan mi?
    Hornest nest masih ceritanya lisbeth kan (trilogi)?

    • miamembaca says:

      Udah Nov sayang banget dan buku keempatnya memang tidak akan diterbitkan demi menghormati penulis kalau ga salah aku pernah baca di mana ya itu..

      Iya sampai buku 3 masih bercerita soal Lisbeth, katanya yang buku keduanya lebih seru, ayo dibaca Nov hihi *tambah ngomporin*

  3. astridfelicialim says:

    uhmmm…aku nggak ngefans sama buku ini =p mentok di buku satu dan nggak lanjut buku berikutnya hehehe…mungkin beda selera aja kali ya =) btw mi, si rooney mara katanya bener2 menjiwai perannya bgt, sampe kebawa ke style dan pembawaan nya dia di red carpet..jd inget heath ledger ya!

  4. putriutama says:

    penasaran baik sama bukunya maupun filmnya… tapi berhubung mia udah ngasih warning duluan klo buku ini tidak direkomendasikan untuk yang tidak tahan dengan kekerasaan… jadi dilema deh… *halagh*

  5. melmarian says:

    Hihihi, you’re welcome🙂
    Aku udah punya buku pertama ini yg terjemahan, tapi belom sempat baca, sblm nonton filmnya mo nyempetin baca😉

    Rooney Mara itu kereeeen dan cantiiik pula *__*

  6. sinta says:

    Aku belum baca bukunya tapi udah nonton film versi swedianya. Keren tapi aku yg rada kecewa nonton filmnya dlu, ntarpas baca buku pasti pelakunya gak surprise lagi

  7. riana says:

    iya buku ke 2 & ke 3 sama kerennya, demikian jg ketiga film versi swedia yg aku tonton.

    sebetulnya ada sekitar 8 draft serial Dragon Tatto di komputer si pengarang, sayang dia meninggal mendadak & sekarang partner hidupnya lg sengketa dg keluarga si pengarang ttg royalti & aneka asset milik si pengarang:(

  8. rene says:

    wahh kayaknya telat banget deh mau komentar, tapi gemana yahh dari pada ke pendam di hati…. aku dah nonton 3 filmnya kerennnnn bahkan jadi nonton diulang-ulang…. btw, agak sedih nonton akhir filmnya, berasa hubungan si lisbeth ama mikhael gantung gituh… berharap ada kelanjutannya alias trilogy lanjutan pasca lisbet melalui masalahnya.
    pasti makin menarik lagi krn pasti ada perubahan2 dihidup lisbeth dan mikhael

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s