[Review] Chocolat – Joanne Harris

“Happiness. Simple as a glass of chocolate or tortuous as the heart. Bitter. Sweet. Alive.”

Pas dengan bulan cinta-cintaan, saya butuh bacaan yang menghangatkan hati tapi tidak berlebihan. Pas pula saya mendapatkan buku Chocolat hasil swap di Dijon minggu lalu. Pasnya lagi kisahnya sesuai dengan harapan saya, tidak pasnya hanya satu. Tidak ada coklat yang bisa saya makan sembari membaca buku ini. Beneran deh, Joanne Harris melukiskan coklat sedemikian enaknya apalagi filmnya senantiasa terbayang selama membaca, wah pas banget! Coklat dan Johnny Depp, perpaduan yang rasanya susah ditolak oleh setiap wanita, aw aw aw.

Chocolat

Chocolat

Chocolat dibuka dengan kedatangan janda cantik Vianne Rocher dengan anak tunggalnya di desa kecil Lansquenet-sous-Tannes. Berdua mereka membuka usaha cafe coklat kecil-kecilan bernama La Celeste Praline. Dan tersebutlah pendeta kolot bernama Francis Reynaud tidak menyukai kehadiran Vianne di desa tersebut, apalagi Vianne tidak pergi ke gereja terlebih lagi toko coklatnya juga buka di hari Minggu. Klop sudah, Vianne menjadi ancaman bagi Reynaud.

Vianne yang ceria dan blak-blakan sontak menjadi omongan di desa kecil itu, terlebih lagi gosip dengan mudah beredar di tengah komunitas yang satu sama lain saling mengenal. Banyak yang tidak suka, namun banyak juga yang menjadi teman dekatnya, di antaranya Armande seorang perempuan tua sinis, ada juga seorang istri yang akhirnya berani mengambil keputusan untuk meninggalkan suaminya yang galak.

Secara tidak langsung tindak tanduk Vianne mengubah seisi desa. Masyarakat lebih ceria dan berani dalam bertinak, tentu saja Reynaud tidak tinggal diam, apalagi saat mengetahui Vianne akan mengadakan coklat festival tepat di hari Paskah.

Chocolat tidak hanya berkisah tentang pertikaian Vianne dan Reynaud, lebih dalam lagi pengarang mengupas kemunafikan manusia. Nama Tuhan dijadikan tameng, tidak jauh beda dengan di Indonesia, setiap orang berlomba menghakimi orang lain. Selain menegur kita, Chocolat sekaligus menghangatkan hati kita dengan manisnya persahabatan tulus yang ditawarkan Vianne tanpa pandang bulu ke setiap orang yang ia jumpai.

Satu lagi coba bayangkan nama coklat yang tersedia La Praline : Bitter Orange Cracknell. Apricot Marzipan Roll. Cerisette Russe. White Rum Truffle. Manon Blanc. Nipples of Venus. Oh la la *lap iler*

nom nom nom

nom nom nom

4 bintang untuk Chocolat yang menggoda!

Detail buku :

Judul : Chocolat (Chocolat#1, Food Trilogy#1)

Pengarang : Joanne harris

Penguin Books, 2000, 306 halaman.

Sekilas tentang penulis Joanne Harris, berdarah Perancis dan Inggris yang dulunya adalah seorang guru. Saat menulis review ini saya baru mengetahui bahwa Chocolat adalah buku pertama dari seri Food Trilogy, berlanjut dengan Blackberry Wine dan Five Quarters of the Orange.

Buku ini difilmkan bahkan memperoleh berbagai nominasi termasuk nominasi Oscar best actress untuk Juliet Binoche sebagai Vianne dan best supporting actress untuk Judi Dench yang berperan sebagai Armande, jadi pengen nonton ulang🙂

4 thoughts on “[Review] Chocolat – Joanne Harris

  1. Aleetha says:

    beneran kagum ma penulis yang bisa buat makanan di bukunya jadi nyata. Tiap kali baca bagian yang bercerita tentang cokelat, bisa kebayang gimana bentuk dan yummnya

    Semoga ada BBRipnya di torrent. Jadi bisa nonton XDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s