2012 · random

Oleh-oleh dari Negeri Singa

Tidak afdol rasanya ke Singapura tanpa ke Kinokuniya, walau buku luar sekarang lebih gampang dicapai.  Book Depository. Amazon. Tetap saja sensasi dikelilingi tumpukan buku,memilah-milih buku sambil mencium aroma buku baru hanya dapat dilakukan di toko buku.

Agar tidak bingung sebelum berangkat saya sudah memutuskan apa saja yang harus dibeli di sana. Dan hasilnya? Tetap bingung. Heheheh.

Ini adalah 3 buku beruntung yang berhasil saya bawa pulang ke tanah air.

Attached, Lemon Pie, Imaginary Friend
Attached, Lemon Cake, Imaginary Friend

Attached. The New Science od Adult Attachment

In Attached, Levine and Heller trace how these evolutionary influences continue to shape who we are in our relationships today. According to attachment theory, every person behaves in relationships in one of three distinct ways:

*ANXIOUS people are often preoccupied with their relationships and tend to worry about their partner’s ability to love them back.

*AVOIDANT people equate intimacy with a loss of independence and constantly try to minimize closeness.

*SECURE people feel comfortable with intimacy and are usually warm and loving.

Attached guides readers in determining what attachment style they and their mate (or potential mates) follow. It also offers readers a wealth of advice on how to navigate their relationships more wisely given their attachment style and that of their partner. An insightful look at the science behind love, Attached offers readers a road map for building stronger, more fulfilling connections.

Saya tertarik dengan buku ini karena sempat disebut-sebut oleh penulis yang saya follow di Twitter, sepertinya saya masuk kategori anxious dan pacar yang cuek bebek, heheh. Baru baca sedikit, akan dikabari setelah sampai ke bagian ketiga kategori di atas.

The Particular Sadness of Lemon Cake

On the eve of her ninth birthday, unassuming Rose Edelstein bites into her mother’s homemade lemon-chocolate cake and discovers she has a magical gift: she can taste her mother’s emotions in the slice. To her horror, she finds that her cheerful mother tastes of despair. Soon, she’s privy to the secret knowledge that most families keep hidden: her father’s detachment, her mother’s transgression, her brother’s increasing retreat from the world. But there are some family secrets that even her cursed taste buds can’t discern.

Dibeli karena cover, ulasan singkat dari Jodi Picoult dan ceritanya yang unik, Sudah dibaca setengah, duh sedih dan mellow banget.

Memoirs of an Imaginary Friend

Budo is Max’s imaginary friend. But though only Max can see him, he is real. He and the other imaginary friends watch over their children until the day comes that the child stops imagining them. And then they’re gone. Budo has lasted a lot longer than most imaginary friends – four years – because Max needs him more. His parents argue about sending him to a special school. But Max is perfectly happy if everything is just kept the way it is, and nothing out of the ordinary happens. Unfortunately, something out of the ordinary is going to happen – and then he’ll need Budo more than ever.

Buku ini diambil saat detik-detik terakhir, baca sekilas terus langsung ke kasir. Mudah-mudahan bagus 🙂

Sekian oleh-oleh dari saya, ketimbang tidak ada penambahan review mudah-mudahan memuaskan pembaca rutin blog saya. Aeettt 🙂 Happy reading pada cacing buku! Buku apa yang sedang kalian baca akhir pekan ini?

Advertisements
2012 · drama · inspiring · love love love

Eleven Minutes, fairytale for adult only.

When we meet someone and fall in love, we have a sense that the whole universe is on our side. And yet if something goes wrong, there is nothing left! How is it possible for the beauty that was there only minutes before to vanish so quickly? Life moves very fast. It rushes from heaven to hell in a matter of seconds.

Once upon a time, there was a prostitute called maria. Wait a minute. “Once upon a time” is how all the best children’s stories begin and “prostitute” is a word for adult. how can I start a book with tthis apparent contradiction? But since, at every moment of our lives, we all have one foot in a fairy tale and the other in the abbys, let’s keep the beginning.

Paragraf pembukaan yang membius, seakan Paulo Coelho sudah memperingati pembaca bahwa apa yang akan ia kisahkan di Eleven Minutes adalah cerita dewasa. Bagaimana tidak, tokoh utamanya Maria adalah seorang pelacur.

Eleven Minutes
Eleven Minutes

Maria awalnya sama seperti banyak wanita kebanyakan. Ia memimpikan memiliki suami ganteng plus kaya, menikah dengan gaun yang indah, memiliki dua anak dan tinggal di rumah sederhana di pinggir pantai. Cinta pertamanya ia rasakan ketika berusia 11 tahun, tidak jauh-jauh. Pria yang menarik hati Maria adalah teman sekolahnya yang juga tinggal di kompleks yang sama. Namun baik Maria dan si pria tidak pernah bertukar sapa, hanya sering berjalan beriringan ke sekolah, Maria tidak berani memulai pembicaraan. Diam.

Suatu kali sang pria tidak lagi muncul di sekolah dan akhirnya Maria mengetahui bahwa tetangganya telah pindah ke kota lain. Cinta pertama Maria kandas begitu saja.

3 tahun berlalu sejak putus cinta. Ia belajar banyak hal : geografi, matematika, ia mulai membaca majalah dewasa, menulis diary untuk memuaskan keinginannya tentang semua yang diajarkan. Laut, salju, pria-pria dan perhiasan. Mimpi maria terus berlanjut.

Di usianya yang kelima belas tahun, ia kembali dekat dengan laki-laki baru, bertekad tidak mengulangi kesalahannya yang dulu, mereka berteman, pergi ke pesta dan bioskop. Dan tak butuh waktu lama untuk Maria merasakan ciuman pertamanya. Malam itu, Maria bertekad menulis diary karena ia merasa ada suatu hal penting yang sedang terjadi pada dirinya malam ini.

When we meet someone and fall in love, we have a sense that the whole universe in on our side. I saw this happen today as the sun went down. And yet if something goes wrong, there is nothing left! No herons, no distant music, not even the taste of his lips. How is it possible for the beauty that was there only minutes before to vanish so quickly?

Life moves very fast. It rushes us from heaven to hell in a matter of seconds. (p.9)

Maria terus beranjak dewasa dan menjadi semakin cantik. Tak hanya ciuman, ia mengeksplorasi tubuhnya, masturbasi, orgasme, dan Maria sudah bercinta dengan banyak pria. Namun kenikmatan yang ia rasakan lebih diperoleh dengan masturbasi.

Menginjak 19 tahun, Maria mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Ia meninggalkan Brazil, mengadu nasib seorang diri di Swiss.

Everything tells me that I am about to make a wrong decision, but make a wrong decision, but making mistakes is just a part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back where I came because I didn’t have the courage to say”yes” to life? (p.25)

Dan di minggu keduanya di Swiss, di persepsi saya Maria menjadi semakin ‘mature’ dan she’s becoming my idol! \(^.^)/

I can choose either to be a victim of the world or an adventurer in the search of treasure. It’s all a question of how I view my life. (p.37)

Maria bekerja, bekerja dan bekerja. Ia mengambil kursus bahasa Perancis dan belajar mempraktekkan langsung dengan berjalan-jalan di sekitar kota.  Terpuruk dengan kesendiriannya ia pun berpikir untuk menjadi model yang sayangnya tak kunjung dipanggil agensi model. Dan tulisnya suatu malam :

At the moment, I’m far too lonely to think about love, but I have to believe that it will happen, that I will find a job and that I am here because this fate. The roller coaster is my life; life is a fast, dizzying game; life is a parachute jump; it’s taking chances, falling over and getting up again; it’s mountaineering; it’s wanting to get to the very top of yourself and to feel angry and dissatisfied when you don’t manage it.

It isn’t easy being far from my family and from the language in which I can express all my feelings and emotions, but, from now on, whenever I feel depressed, I will remember that unfair. If I had fallen asleep and suddenly woken up on a roller coaster what would I feel?

Well, I would feel trapped and sick, terrified of every bend, wanting to get off. However, if I believe that the track is my destiny and that God is in charge of the machine, then the nightmare becomes something thrilling. It become exactly what it is, a roller coaster, a safe, reliable toy, which will eventually stop, but, while the journey lasts, I must look at the surrounding landscape and whoop with excitement.  (p.48)

Juara!!

Nasib yang tak jelas, luntang lantung dan pertemuannya dengan seorang agensi model secara tiba-tiba mengarahkan Maria menjadi seorang pelacur.

I have discovered the reason why a man pays for a woman; he wants to be happy.

He wouldn’t pay a thousand fracs jut o have an orgasm. He wants to be happy. I do too, everyone does, and yet no one is. What have I got to lose it, for a while, I decide to become . . . . . it’s a ifficult word to think or even write . . . . but let’s be blunt . . . . what have I got to lose if I decide to become a prostitute for  a while?

Itulah awalnya, Maria terus belajar. Ia rutin mengunjungi perpustakaan untuk belajar tentang sex dan resmi menjadi pekerja seks di klub Copacabana. Setelah enam bulan ia bergelung dengan pekerjaan barunya, Maria belajar mengenai sebelas menit yang sekaligus dijadikan dasar judul buku Paulo Coelho. Sebelas menit adalah waktu rata-rata yang dipergunakan untuk berhubungan intim.

Eleven Minutes.

The world revolved around something that only took eleven minutes.

Kalau dilanjutkan bisa-bisa review ini habis dengan petikan buku, singkat cerita tak lama kemudian Maria bertemu dengan pria yang bisa memutarbalikkan hidupnya. Seorang pelukis yang ia temui di cafe, yang mengajarkan arti cinta sesungguhnya tak hanya berkisar di putaran waktu sebelas menit. Dan semakin ke belakang Paulo Coelho menyelipkan pesan bahwa keintiman adalah sesuatu yang sakral, yang lebih dari besar artinya dari sekedar sentuhan fisik.

Salah satu buku yang harus dibaca dari pengarang kaliber dunia Paulo Coelho, pesan saya satu : buka hati dan pikiran saat membaca, banyak konten dewasa 😀

Eleven Minutes sudah pernah diterjemahkan ke Gramedia dengan cover yang cantik.

Eleven Minutes Gramedia
Eleven Minutes Gramedia
Eleven Minutes, cover baru
Eleven Minutes, cover baru

Detail buku :

Eleven Minutes – Paulo Coelho

Harper Collins Publishers, 2004

273 halaman

Sekilas cerita mengenai Eleven Minutes, Paulo Coelho terinspirasi dari buku The Seven Minutes karangan Irving Wallace yang juga mengupas soal berapa waktu rata-rata yang dihabiskan untuk berhubungan seksual.  Tahun 1997 di Italia, seseorang meninggalkan manuskrip kepada Paulo untuk dibaca yang ternyata berisikan penggalan kisah seorang pelacur Brazil. Tahun 2000 ketika melewati Zurich, Paulo bertemu langsung dengan wanita itu yang ternyata bernama Sonia.

2012 · Gramedia · kids just wanna have some fun

Kisah si kecil berambut merah, Hetty Feather

Hetty Feather
Hetty Feather

Hetty Feather adalah buku Jacqueline Wilson terbaru yang dirilis Gramedia, berkisah tentang seorang anak kecil yang lahir tahun 1876. Ia terlahir dengan sejumput rambut merah yang hidup terlantar di panti asuhan, bahkan panggilannya hanya si 25629. Untungnya hanya sekejap ia di sana, Hetty akhirnya diasuh oleh Peg di rumah kecil yang nyaman.

Masa-masa diasuh Mama Peg adalah masa yang menyenangkan bagi Hetty, Jem abangnya yang sangat perhatian. Gideon, saudaranya sesama di panti asuhan. Saul, Martha, Rosie, Nat dan Eliza juga meramaikan fase hidup Hetty. Hetty yang sedari kecil adalah anak yang keras kepala dan tidak kenal takut, kebandelan dan keras hatinya jelas terlihat saat Hetty ngotot ingin menonton sirkus keliling The Great Tanglefield. Secara sembunyi-sembunyi akhirnya Hetty dan Jem berhasil mengelabui Gideon dan pergi berdua menonton sirkus. Hetty malah berjumpa dengan Madame Adeline, bintang sirkus yang secara kebetulan memiliki warna rambut yang sama dengan Hetty. Pertemuan singkat namun membekas di hati Hetty sampai-sampai ia bertekad akan terus mencari sirkus Tanglefield.

Hidup Hetty kembali memasuki masa suram saat ia dan Gideon sudah waktunya untuk dikembalikan ke Foundling Hospital. Matron-matron yang kejam, makanan yang tidak enak, pakaian seragam yang tidak nyaman. Sungguh malang nasib Hetty, tapi dasar ia adalah anak yang tahan banting, Hetty tetap bertahan. Ia berhasil mengibuli suster dan berkunjung ke asrama pria untuk bertemu dengan Saul dan Gideon. Hetty juga mendapat teman baru, Ida juru masak yang sering kali memberikan tambahan makanan enak untuknya. Hetty masih tetap berjuang untuk mencari ibu kandungnya, apakah Madame Adeline benar-benar ibunya? Atau ada rahasia lain yang membayangi hidup Hetty?

Karakter :

Hetty
Hetty

Sebagai bacaan anak usia 9 – 11, Hetty Feather adalah tokoh utama yang loveable, walau ia keras kepala dan tidak bisa mendengar kata ‘tidak’, ia adalah anak yang setia dan rela berkorban. Mudah untuk pembaca untuk luluh melihat perjuangan Hetty, jadi walau buku ini cukup tebal (463 halaman) sama sekali tidak terasa. Adegan di mana Hetty berusaha keras mengumpulkan permen-permen untuk diberikan kepada Saul dan Gideon sangat menyentuh hati.

Selain cover yang ‘ngejreng’, saya suka banget ilustrasi sederhana yang ada di tiap bab. Baguus!

Saya pasti akan membaca buku karangan Jacqueline Wilson yang lain, menurut Ally dan Ana, sesama blogger penggemar JW sering kali beliau mengangkat kasus bertema berat dengan tokohnya yang rata-rata anak remaja putri. Jacqueline Wilson lahir tahun 1945 dan sudah terjual di UK lebih dari 25 juta! Situs pribadinya bagus, lengkap dan seakan-akan saya menjadi anak kecil lagi, very children friendly.

Berhubung membaca versi terjemahan, saya ingin mengomentari sedikit soal terjemahannya. Ada dua kata baru yang saya tahu 😀

“terbedol” hal 8.

“bergeliang-geliung” – hal 32.

Lumayan menambah perbendaharaan kata 🙂 Masalah typo tidak ada sih sepertinya dan satu lagi yang bagus. Pembatas bukunya unyuu!

+ : font tulisan besar, bersahabat untuk mata saya :p

Mau tak mau saya juga ikut teracuni dengan semangat Hetty, girl power! *apa sih*

Selalu senang membaca perjuangan jatuh bangun seseorang 🙂

– : Klimaks dan penasaran yang dibangun sejak awal malah endingnya dibuat sedikit terburu-buru.

Detail buku :

Judul : Hetty Feather

Pengarang : Jacqueline Wilson

Gramedia, Cetakan I Maret 2012, 463 halaman.