Character Thursday #4

Wah sudah Kamis lagi, sudah saatnya kembali berpartisipasi dalam blog meme yang diprakarsai oleh Mbak Fanda.

Karakter yang saya ceritakan sekarang adalah Icy Sparks yang diambil dari judul buku yang sama, karangan Gwyn Hyman Rubio.

Icy Sparks

Icy Sparks

Are they protagonist or antagonist?

Icy jelas karakter yang protagonis, apalagi di bab awal yang diambil dari sudut pandang Icy, sebagai pembaca saya ikutan ‘ngenes’ dengan bulying yang dialami Icy selama ia sekolah karena Tourette’s syndrome.

Who are they? What was their role in the book?

Sebagai anak yatim piatu yang dibesarkan dengan kakek neneknya, terlebih lagi hidup di tahun 1950 di mana ilmu medis tidak semaju sekarang, saat-saat di mana sindromanya kambuh sangat menyiksa Icy. Beberapa ciri dari Tourette’s syndrome yang dialami Icy adalah tidak bisa mengontrol tangan, omongannya dan mata Icy seakan mendelik keluar, sampai-sampai ia dipanggil Frog eyes! Doh, bullying sudah ada sejak dulu ternyata >.<

What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.

Icy adalah gadis yang berani, ia tidak takut menyuarakan isi hatinya walau di sekolah ia menjadi bulan-bulanan, bahkan gurunya sendiri tidak menyukainya tapi Icy tetap bertahan. Kalau saya bisa-bisa sudah mutung ga mau sekolah deh :p

Oia selain itu Icy cukup dewasa loh untuk ukuran anak sekolah dasar, satu kalimatnya yang sempat saya jadikan status begini bunyinya :

Lies are tricky. Everybody lies someimes. You know, to spare a person’s feeling.

What are the strengths or weaknesses of your character(s)?

Tourette’s syndrome itu sendiri. Bisa jadi kita sebut itu sebagai kekurangan tapi dengan berlalunya waktu dan Icy malah menganggap sindrom itu sebagai kelebihan. Ia pun menjadi seorang terapis bagi anak-anak dengan Tourette’s syndrome.

How do they develop throughout the book?

Beberapa kali saya sempat bosan dengan buku ini karena cukup datar namun sampai akhirnya saya menyaksikan perubahan sikap tempramen Icy ke arah yang positif, terlebih lagi memang di sini dikisahkan dalam 3 fase, dari Icy kecil sampai ia dewasa.

What makes you love/hate them?

Love her. Siapa yang tidak ingin memeluk Icy dan berbisik padanya bahwa semua akan baik-baik saja, ia tidak memiliki banyak teman karena kespesialannya. Ia masih bisa bertahan di dunia yang kejam. Totally love her 🙂

What lessons or influences you got from them?

If I sometimes let my feeling show and expose the pokeweed inside me, I say, “So be it,” because in these genes I also carry nourishment, a voice so sweet that it can soothe the angriest spirit, and eyes that not only pop out to look at the sun but also are curious and eager to learn.

Cheers Icy Sparks!

Siapa yang pas untuk memerankan Icy Sparks? Saya rasa adik Dakota Fanning sesuai dengan gambaran saya, pas juga rambutnya keemasan sesuai dengan gambaran Gwyn Hyman.

Elle Fanning

Elle Fanning

Character Thursday #3

Alamaaak, maafkan saya Mbak Fanda, baru muncul lagi 🙂 Setelah membaca Character Thursday Rejuvenated, wah jadi lebih semangat untuk ikutan, selain buttonnya baru, peraturannya juga berbeda. Penasaran? Yuk lanjut baca, tapi seperti biasa, ini persyaratan untuk ikutan meme blog dari Mbak Fanda.

 1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di kotak di button.
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: Nama blogger @ nama blog, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik.
Tanpa berpanjang-panjang, saya akan menceritakan sedikit dari buku yang baru saja selesai dibaca, Nefertiti karangan Michelle Moran. Tentu saja sesuai judul bukunya Character yang saya angkat di sini adalah Nefertiti walaupun seluruh isi buku diambil dari sudut pandang adik Nefertiti.
Nefertiti, Sang Ratu Keabadian

Nefertiti, Sang Ratu Keabadian

Are they protagonist or antagonist?
Nah, ini bingung juga jawabnya, tapi secara keseluruhan bisa dibilang protagonis deh 🙂
Who are they? What was their role in the book?
Nefertiti adalah putri keponakan Ratu Tiye yang adalah permaisuri dari Raja Amenhotep III. Nasib Nefertiti berubah total saat ia diangkat menjadi istri kedua anak Amenhotep, Amenhotep IV atau dikenal dengan Akhenaten. Tokoh Nefertiti sejarah bahkan disebut sebagai Ratu Mesir tercantik yang pernah ada. Patungnya yang terkenal bisa kita lihat di Berlin’s Neues Museum.
The bust of Nefertiti

The bust of Nefertiti

What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.

Ambisius!

Bolak-balik saya menggeleng-gelengkan kepala melihat kegigihan dan niat Nefertiti dalam proses meraih impiannya menjadi ratu Mesir. Bahkan demi menarik perhatian Akhenaten dari istri pertamanya, Nefertiti rela menyembah dewa Aten dan merobohkan dewa Amun yang menjadi dewa utama rakyatnya.

What are the strengths or weaknesses of your character(s)?
Ya itu tadi, berkat ambisi Nefertiti yang luar biasa keras dan HARUS dituruti, kerajaan yang dipimpin Akhenaten jatuh bangun sampai akhirnya hancur berantakan, begitu juga dengan nasib Nefertiti yang berakhir mengenaskan.
How do they develop throughout the book?
Kebetulan buku ini mengisahkan Nefertiti dari ia masih gadis sampai memiliki enam anak dan ia berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi Ratu. Ratu Nefertiti yang agung tetap saja seorang manusia biasa, melakukan kesalahan dalam hidupnya, mengecewakan banyak orang namun ia berhasil bangkit dan menorehkan tinta emas dalam sejarah Mesir.
What makes you love/hate them?
Love : Pantang menyerah, asal tabrak! Pantaslah ia memiliki nama besar dengan niatannya yang sekeras baja, ah coba saja saya memiliki mental seperti itu :p
Hate : Bossy to the max. Hadoooh, dan ini muncul bolak-balik, main asal perintah, tidak hanya dengan adiknya, tapi juga ayah dan bahkan Firaun sendiri. You rawk, Nefertiti!
What lessons or influences you got from them?

“You can’t change the desert. You can only take the fastest course through it. Wishing it’s an oasis won’t make it so…”

Dream it, do it. Berani mimpi, berani wujudkan mimpimu.

Ahahay, leganyaa bisa ikutan meme lagi, jadi siapa Character Thursdaymu?

Friday’s Recommendation #1

Hai hai si pemalas muncul lagi, berminggu-minggu tidak sempat ikutan meme  blognya Mbak Fanda sekarang mumpung lagi buka laptop ikutan memenya Ren ah!

Nama eventnya adalah Friday Recommendation

 Syarat buat ikutan : 

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.

2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog di daftar linky di bagian paling bawah post ini (di Ren’s Little Corner), sehingga pembaca bisa blog walking.

Nah nah ada 3 buku yang terlintas di kepala saya dan berhubung kemarin ngomel-ngomel baca buku Young Adult yang tidak sesuai harapan, kali ini saya kembali ke buku YA yang rekomended banget! Judulnya Wintergirls karangan Laurie Halse Anderson.

wintergirls

wintergirls

Sinopsisnya :

“Dead girl walking,” the boys say in the halls.
“Tell us your secret,” the girls whisper, one toilet to another.
I am that girl.
I am the space between my thighs, daylight shining through.
I am the bones they want, wired on a porcelain frame.

Lia and Cassie were best friends, wintergirls frozen in matchstick bodies. But now Cassie is dead. Lia’s mother is busy saving other people’s lives. Her father is away on business. Her step-mother is clueless. And the voice inside Lia’s head keeps telling her to remain in control, stay strong, lose more, weigh less. If she keeps on going this way—thin, thinner, thinnest—maybe she’ll disappear altogether.

In her most emotionally wrenching, lyrically written book since the National Book Award finalist Speak, best-selling author Laurie Halse Anderson explores one girl’s chilling descent into the all-consuming vortex of anorexia.

Sinopsisnya saja keren banget yak! Belum lagi quote-quotenya, LHA saya kenal dengan penulisan yang unik, singkat namun berkesan. Lihat saja contohnya di bawah ini.

“I am beginning to measure myself in strength, not pounds. Sometimes in smiles.”

“What do I want?
The answer to that question does not exist.”

“I failed eating, failed drinking, failed not cutting myself into shreds. Failed friendship. Failed sisterhood and daughterhood. Failed mirrors and scales and phone calls. Good thing I’m stable. ”

“Why are you being so mean?”
“Friends tell friends the truth.”
“yeah, but not to hurt, to help.”

“Eating was hard. Breathing was hard. Living was hardest.”

Woot, menulis meme singkat ini bikin saya pengen baca ulang buku ini. Bagus banget! Gadis-gadis yang hidup di dunia nyata tidak hanya berkutat dengan masalah cinta dan ciuman pertama kan? Baca Wintergirls deh, banyak kasus macam Lia di sekitar kita. Mudah-mudahan bakalan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Must read dan bintang 5 dari saya.

Cheers!

 

 

The Sky is Everywhere – Jandy Nelson

Sebelum saya mulai review The Sky is Everywhere terus terang stress juga, dari 5 atau 6 buku terakhir bintangnya 2 mulu dan yang ini malah 1 >.<

Bukan apa-apa sih tapi sepertinya buku yang ratingnya tinggi tidak menjamin kita bakal suka dengan buku itu ternyata, padahal biasanya saya lumayan percaya dengan rating di Goodreads, beginilah kalau tante-tante tetap baca YA, hehe.

The Sky is Everywhere

The Sky is Everywhere

The Sky is Everywhere berkisah tentang Lenni Walker yang katanya pemain clarinet, terobsesi dengan Heathcliff *puhliiiiss* dan senantiasa hidup di bawah bayang-bayang sang kakak. Si Kakak, Bailey, baru saja meninggal dan TSiE mengisahkan bagaimana hidup Lennie setelah ditinggal Bailey.

Tiba-tiba saja hidupnya yang muram dicerahkan dengan hadirnya lelaki. Tidak satu tapi dua sekaligus. Yang pertama Toby, notabene adalah mantan pacar Bailey dan Joe, new boy in town. Pindahan dari Paris dan pintar bermusik. Pilihan sulit rupanya.

Berbicara soal kesedihan, kesepian, proses menemukan cinta, mau tak mau saya membandingkan TSiE dengan Before I Fall dan If I Stay. Berbeda dengan kedua buku di atas, terlebih If I Stay yang tokoh utamanya sama-sama gemar memainkan alat musik, saya tidak merasakan bahwa Lennie yang dibilang pemain clarinet memiliki passion di sana. Lebih jelasnya lagi saya tidak merasakan apa-apa soal Lennie. Apalagi Bailey yang sejak awal dikisahkan kalau sudah meninggal.

Kesedihan yang digaungkan pun juga tak nampak di buku, yang ada kebingungan Lennie hendak memilih Toby atau Joe? Kencan dengan siapa, berciuman dengn siapa? Woi, kakakmu baru meninggal loh nona maniiiisss *jewer kuping Lennie*

Lennie yang notabene masih perawan malah sempat membahas dengan Joe, kalau nanti make out pertama harus dengan Joe. Alamak, penting ya? Dan sempat di satu bagian Lennie membayangkan bagaimana rasanya mandi bareng dengan Joe. Aduh aduh aduh. Saya tidak masalah dengan sex pranikah, saya tidak anti banget dengan buku romance tapi saya tidak sreg membaca kalau tokoh utamanya yang sedang berduka yang disibukkan itu adalah tingginya hormon-hormon tertentu macam begini. Lennie juga berciuman dengan hot dan romantis di kebun belakang rumah dengan Toby. Toby yang mantan kakaknya, yang baru saja meninggal, yang tidak hanya meninggal tapi Bailey dikabarkan tengah mengandung 2 bulan. Aih matiik daaah.

Saya jarang memberikan nilai 1 tapi buku ini perkecualian, memang disebutkan keunggulan TSiE adalah penulisan kalimat yang puitis dan Lennie suka menuliskan puisi yang ditulis di tempat-tempat unik, tapi antara puisi dan sikapnya sehari-hari tidak mencerminkan bahwa ia adalah gadis yang berjuang dengan kesedihan dan gadis yang puitis. Seakan deskripsi karakternya hanyalah tembelan semata.

Prolog yang ada di halaman pertama :

I roll onto my back and before long I’m holding my pillow in my arms and kissing the air with an embarrassing amount of passion. Not again, I think. What kind of girl wants to kiss every boy at a funeral, wants to maul a guy in a tree after making out with her dead sister’s boyfriend the previous night? Speaking of which, what kind of girl makes out with her sister’s boyfriend, period?

Nah ya itu, saya juga tidak bisa menjawab pertanyaanmu nona.

Selena

Selena

The Sky is Everywhere bakal dibawa ke layar lebar dan yang berperan sebagai Lennie adalah Selena Gomez. Mudah-mudahan filmnya bakal lebih bagus dan yuk ah sudah saatnya mengubek-ubek buku Historical untuk baca bareng BBI bulan Juli ini. Cheers!

Detail buku :

The Sky is Everywhere

Pengarang : Jandy Nelson

275 halaman, Speak, Penguin Group

Hasil swap dengan Ndari.

I’ve Got Your Number – Sophie Kinsella

I've Got Your Number

I’ve Got Your Number

Buku terbaru Sophie Kinsella yang sudah lama saya tunggu dan ugh maafken saya Tante Kinsella,tapi sepertinya saya tidak berjodoh dengan I’ve got Your Number.

Sekilas sinopsis yang saya ambil dari Goodreads :

Cincin pertunanganku hilang… 😦 Padahal cincin itu sudah menjadi milik keluarga Magnus selama tiga generasi. Gimana dooong?! 😦

Gara-gara beberapa gelas sampanye di acara amal, hidup Poppy kacau-balau. Bukan saja cincinnya hilang pada hari dia akan bertemu dengan calon mertua, ponselnya pun ikut raib, padahal nomornya sudah dia sebarkan ke seluruh staf hotel yang ikut mencari cincin itu. Ketika dilanda kebingungan, tahu-tahu dia menemukan ponsel di tempat sampah. Aha! Karena sudah dibuang, ponsel itu jadi milik publik, bukan?

Sayangnya, si pemilik ponsel, Sam Roxton, tidak senang. Dia mau ponselnya kembali, dan dia sebal Poppy membaca pesan-pesannya serta ikut campur dalam hidupnya. Bayangkanlah betapa ruwet hidup Poppy di antara kesibukan mempersiapkan pernikahan, meneruskan SMS dan e-mail, juga menyembunyikan tangan kirinya dari Magnus serta orangtuanya..

What if the wrong number leads you to the right guy??

Kinsella tetap dengan formula lamanya yang acap kali berhasil. Tokoh utama : Poppy Wyatt yang panik gara-gara kehilangan cincin kawinnya sering kali bertindak bodoh yang kadang bikin gemes saya sebagai pembaca. Tidak cukup kesialannya kehilangan cincin, eh ponselnya raib! Padahal sebentar lagi orang tua Magnus akan datang. Keluarga Magnus adalah keluarga terpelajar nan absurd yang membuat nyali Poppy mengkeret karena pembicaraan kelas atas mereka.

Kekonyolan terjadi saat Poppy bermain scrabble bersama mereka.

“We’re playing Scrabble. It’s a nightmare.”
“Scrabble?” He sounds
surprised. “Scrabble’s great.”
“Not when you’re playing with a family of geniuses, it’s not. They all put words like ‘iridiums’. And I put ‘pig’.”

Banyak momen-momen yang membuat saya tersenyum-senyum sendiri, bahkan rata-rata teman di Goodreads memberikan bintang 4 untuk I’ve Got Your Number. Hanya saja menurut saya tidak ada yang baru yang ditawarkan di sini, Sophie Kinsella nyaman dengan gaya penceritaan macam begini dan bagi saya yang membaca hampir semua bukunya (bukan sebagai Madeleine Wickham) akhirnya merasa bosan. Kisah cerita mudah tertebak dan penulisan catatan kaki juga tidak membantu malahan mengganggu. Memang tujuan membeli chicklit bukan untuk bacaan yang berat-berat, yes I know.

Saya biasanya terhibur dengan kekonyolan tokoh ciptaan Sophie Kinsella, tapi di buku I’ve Got Your Number formulanya kurang berhasil, yang saya suka malah SMSan antara Poppy dan si ganteng Sam Roxton. Walau begitu untuk bacaan di akhir pekan yang ringan dan santai kisah si Poppy cukup menarik untuk mengisi waktu.

Sekilas video pengarang saat bercerita soal novel terbarunya. *perhatikan rak buku di balik Sophie Kinsella deh, warnanya unyuuk*

Cheers!

Gramedia, 576 halaman.

Cetakan I, Mei 2012.

PS : Gara-gara twit soal buku ini saya sempat ngobrol di twitter bersama teman-teman perihal pengarang yang formulanya begitu-begitu saja. Lama-lama malah bosan, contoh Dan Brown, Nicholas Sparks, Sidney Sheldon, Danielle Steel adalah nama-nama yang terbersit di otak saya. Mungkin itu gunanya kita memperluas bacaan kita tidak pengarang yang itu-itu saja, kalau pengarang belum bisa move on dengan zona nyaman, mungkin saya yang harus move on dengan pengarang-pengarang baru. Fenomena yang menarik, bisa dibahas kapan-kapan di blog (kalau tidak malas :p)