I’ve Got Your Number – Sophie Kinsella

I've Got Your Number

I’ve Got Your Number

Buku terbaru Sophie Kinsella yang sudah lama saya tunggu dan ugh maafken saya Tante Kinsella,tapi sepertinya saya tidak berjodoh dengan I’ve got Your Number.

Sekilas sinopsis yang saya ambil dari Goodreads :

Cincin pertunanganku hilang…😦 Padahal cincin itu sudah menjadi milik keluarga Magnus selama tiga generasi. Gimana dooong?!😦

Gara-gara beberapa gelas sampanye di acara amal, hidup Poppy kacau-balau. Bukan saja cincinnya hilang pada hari dia akan bertemu dengan calon mertua, ponselnya pun ikut raib, padahal nomornya sudah dia sebarkan ke seluruh staf hotel yang ikut mencari cincin itu. Ketika dilanda kebingungan, tahu-tahu dia menemukan ponsel di tempat sampah. Aha! Karena sudah dibuang, ponsel itu jadi milik publik, bukan?

Sayangnya, si pemilik ponsel, Sam Roxton, tidak senang. Dia mau ponselnya kembali, dan dia sebal Poppy membaca pesan-pesannya serta ikut campur dalam hidupnya. Bayangkanlah betapa ruwet hidup Poppy di antara kesibukan mempersiapkan pernikahan, meneruskan SMS dan e-mail, juga menyembunyikan tangan kirinya dari Magnus serta orangtuanya..

What if the wrong number leads you to the right guy??

Kinsella tetap dengan formula lamanya yang acap kali berhasil. Tokoh utama : Poppy Wyatt yang panik gara-gara kehilangan cincin kawinnya sering kali bertindak bodoh yang kadang bikin gemes saya sebagai pembaca. Tidak cukup kesialannya kehilangan cincin, eh ponselnya raib! Padahal sebentar lagi orang tua Magnus akan datang. Keluarga Magnus adalah keluarga terpelajar nan absurd yang membuat nyali Poppy mengkeret karena pembicaraan kelas atas mereka.

Kekonyolan terjadi saat Poppy bermain scrabble bersama mereka.

“We’re playing Scrabble. It’s a nightmare.”
“Scrabble?” He sounds
surprised. “Scrabble’s great.”
“Not when you’re playing with a family of geniuses, it’s not. They all put words like ‘iridiums’. And I put ‘pig’.”

Banyak momen-momen yang membuat saya tersenyum-senyum sendiri, bahkan rata-rata teman di Goodreads memberikan bintang 4 untuk I’ve Got Your Number. Hanya saja menurut saya tidak ada yang baru yang ditawarkan di sini, Sophie Kinsella nyaman dengan gaya penceritaan macam begini dan bagi saya yang membaca hampir semua bukunya (bukan sebagai Madeleine Wickham) akhirnya merasa bosan. Kisah cerita mudah tertebak dan penulisan catatan kaki juga tidak membantu malahan mengganggu. Memang tujuan membeli chicklit bukan untuk bacaan yang berat-berat, yes I know.

Saya biasanya terhibur dengan kekonyolan tokoh ciptaan Sophie Kinsella, tapi di buku I’ve Got Your Number formulanya kurang berhasil, yang saya suka malah SMSan antara Poppy dan si ganteng Sam Roxton. Walau begitu untuk bacaan di akhir pekan yang ringan dan santai kisah si Poppy cukup menarik untuk mengisi waktu.

Sekilas video pengarang saat bercerita soal novel terbarunya. *perhatikan rak buku di balik Sophie Kinsella deh, warnanya unyuuk*

Cheers!

Gramedia, 576 halaman.

Cetakan I, Mei 2012.

PS : Gara-gara twit soal buku ini saya sempat ngobrol di twitter bersama teman-teman perihal pengarang yang formulanya begitu-begitu saja. Lama-lama malah bosan, contoh Dan Brown, Nicholas Sparks, Sidney Sheldon, Danielle Steel adalah nama-nama yang terbersit di otak saya. Mungkin itu gunanya kita memperluas bacaan kita tidak pengarang yang itu-itu saja, kalau pengarang belum bisa move on dengan zona nyaman, mungkin saya yang harus move on dengan pengarang-pengarang baru. Fenomena yang menarik, bisa dibahas kapan-kapan di blog (kalau tidak malas :p)

9 thoughts on “I’ve Got Your Number – Sophie Kinsella

  1. @alvina13 says:

    aku cuma pernah baca confession shopaholic doank, belum minat baca lainnya meski suka sih dengan gaya ceritanya yang ringan itu.. hehehh

  2. Putri Utama (@putripwu) says:

    aku sendiri belum pernah baca karyanya Sophie Kinsella. Entah kenapa nggak pernah tertarik. Mungkin perlu sekali-sekali dicoba kali ya…. Biar seperti kata Mia… move on ke pengarang yang lain *eh kayaknya Mia nggak ngomong gitu deh* :p

    Eng… itu videonya… bisa nggak sih… nggak usah ada lemari bukunya….😦 bikin kepengen… *menatap nanar ke arah buku-buku yang nggak ada rumahnya* *maklum perantauan*😉

  3. justfrieza says:

    setuju untuk memperluas bacaan yang nggak dari pengarang yang itu-itu aja!🙂
    sekali-kali baca buku pengarang yang masih baru menanjak lumayan lho, dede sudah coba 4 pengarang baru dan buku yang ngga terlalu dibahas malah bagus! hehehe

  4. riana says:

    Satu-satunya buku chicklit yg saya baca itu karangan Sophie Kinsella, I really enjoy the shopaholic series, tapi buku2 Kinsella belakangan hari ini memang terasa membosankan, kurang ‘menggigit’, mungkin benar, kita harus cari buku2 karya pengarang lainnya🙂

  5. otiqqa says:

    saya malah punya semua seri novel confession sophaholic, dari lajang mpe udah punya anak, tapi belum nemu I’ve Got Your Number, gak ada di gramedia pontianak, ada yg bisa bantu???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s