The Sky is Everywhere – Jandy Nelson

Sebelum saya mulai review The Sky is Everywhere terus terang stress juga, dari 5 atau 6 buku terakhir bintangnya 2 mulu dan yang ini malah 1 >.<

Bukan apa-apa sih tapi sepertinya buku yang ratingnya tinggi tidak menjamin kita bakal suka dengan buku itu ternyata, padahal biasanya saya lumayan percaya dengan rating di Goodreads, beginilah kalau tante-tante tetap baca YA, hehe.

The Sky is Everywhere

The Sky is Everywhere

The Sky is Everywhere berkisah tentang Lenni Walker yang katanya pemain clarinet, terobsesi dengan Heathcliff *puhliiiiss* dan senantiasa hidup di bawah bayang-bayang sang kakak. Si Kakak, Bailey, baru saja meninggal dan TSiE mengisahkan bagaimana hidup Lennie setelah ditinggal Bailey.

Tiba-tiba saja hidupnya yang muram dicerahkan dengan hadirnya lelaki. Tidak satu tapi dua sekaligus. Yang pertama Toby, notabene adalah mantan pacar Bailey dan Joe, new boy in town. Pindahan dari Paris dan pintar bermusik. Pilihan sulit rupanya.

Berbicara soal kesedihan, kesepian, proses menemukan cinta, mau tak mau saya membandingkan TSiE dengan Before I Fall dan If I Stay. Berbeda dengan kedua buku di atas, terlebih If I Stay yang tokoh utamanya sama-sama gemar memainkan alat musik, saya tidak merasakan bahwa Lennie yang dibilang pemain clarinet memiliki passion di sana. Lebih jelasnya lagi saya tidak merasakan apa-apa soal Lennie. Apalagi Bailey yang sejak awal dikisahkan kalau sudah meninggal.

Kesedihan yang digaungkan pun juga tak nampak di buku, yang ada kebingungan Lennie hendak memilih Toby atau Joe? Kencan dengan siapa, berciuman dengn siapa? Woi, kakakmu baru meninggal loh nona maniiiisss *jewer kuping Lennie*

Lennie yang notabene masih perawan malah sempat membahas dengan Joe, kalau nanti make out pertama harus dengan Joe. Alamak, penting ya? Dan sempat di satu bagian Lennie membayangkan bagaimana rasanya mandi bareng dengan Joe. Aduh aduh aduh. Saya tidak masalah dengan sex pranikah, saya tidak anti banget dengan buku romance tapi saya tidak sreg membaca kalau tokoh utamanya yang sedang berduka yang disibukkan itu adalah tingginya hormon-hormon tertentu macam begini. Lennie juga berciuman dengan hot dan romantis di kebun belakang rumah dengan Toby. Toby yang mantan kakaknya, yang baru saja meninggal, yang tidak hanya meninggal tapi Bailey dikabarkan tengah mengandung 2 bulan. Aih matiik daaah.

Saya jarang memberikan nilai 1 tapi buku ini perkecualian, memang disebutkan keunggulan TSiE adalah penulisan kalimat yang puitis dan Lennie suka menuliskan puisi yang ditulis di tempat-tempat unik, tapi antara puisi dan sikapnya sehari-hari tidak mencerminkan bahwa ia adalah gadis yang berjuang dengan kesedihan dan gadis yang puitis. Seakan deskripsi karakternya hanyalah tembelan semata.

Prolog yang ada di halaman pertama :

I roll onto my back and before long I’m holding my pillow in my arms and kissing the air with an embarrassing amount of passion. Not again, I think. What kind of girl wants to kiss every boy at a funeral, wants to maul a guy in a tree after making out with her dead sister’s boyfriend the previous night? Speaking of which, what kind of girl makes out with her sister’s boyfriend, period?

Nah ya itu, saya juga tidak bisa menjawab pertanyaanmu nona.

Selena

Selena

The Sky is Everywhere bakal dibawa ke layar lebar dan yang berperan sebagai Lennie adalah Selena Gomez. Mudah-mudahan filmnya bakal lebih bagus dan yuk ah sudah saatnya mengubek-ubek buku Historical untuk baca bareng BBI bulan Juli ini. Cheers!

Detail buku :

The Sky is Everywhere

Pengarang : Jandy Nelson

275 halaman, Speak, Penguin Group

Hasil swap dengan Ndari.

2 thoughts on “The Sky is Everywhere – Jandy Nelson

  1. ndarow says:

    20 halaman pertama buku ini aku udah nahan muntah, untung pas selesai baca bukunya aku gak muntah beneran ><
    buku-buku kayak gini nih yang bikin malu jadi anak abegeh. mending aku baca contemporary fictiion sampe 600 halaman deh. hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s