2012 · fantasy · Gramedia · love love love · young adult

[Review] Daughter of Smoke and Bone – Laini Taylor

Praha.

Gadis misterius berambut biru.

Pemburu gigi.

Portal ke mana saja ala doraemon.

Malaikat bermata oranye dengan tubuh gagah memesona.

Chimaera.

Iblis vs Malaikat.

Cinta terlarang.

Dari Asap dan Tulang
Dari Asap dan Tulang

Lupakan sejenak vampir, manusia serigala, dunia distopia. Kita kembali ke bumi, tepatnya di Praha yang menjadi setting novel pertama trilogi Daughter of Smoke and Bone karangan dari Laini Taylor.Tidak hanya itu kali ini kita mendapat ‘segambreng’ tokoh unik. Chimaera beragam jenis, malaikat ganteng dan Karou, tokoh protagonis yang bisa beragam bahasa dengan fasih berambut biru dengan tato di kedua telapak tangan.

Wajarlah jika Daughter of Smoke and Bone meraih rating yang tinggi di Amazon dan Goodreads, bahkan menurut postingan di blog penulis Universal Pictures resmi akan mewujudkan kisah cinta terlarang angel dan demon versi layar lebar. Yuk kita kupas sedikit soal buku dari penulis yang juga memiliki rambut ajaib berwarna pink ini.

Daughter of Smoke and Bone dibuka dengan kehidupan Karou yang mendalami kelas kesenian di Praha, ia pintar menggambar dan buku sketsanya penuh dengan gambar aneh. Wanita bertudung kobra, laki-laki berparuh burung. Siapa sangka semua itu nyata adanya.

Praha
Praha

Di sebuah bangunan art noveau, di situlah pintu yang dianggap ‘rumah’ oleh Karou. Di bawah saya cantumkan definisi tempat tinggal Karou dan mahluk-mahluk yang mengisi buku sketsanya.

Di mana pun letaknya, toko itu terdiri atas tumpukan raktanpa jendela yang tampak seperti semacam tempat pembuangan sampah peri gigi – itu kalau peri berurusan dengan semua spesies. Taring kobra, gigi anjing, gigi geraham gajah yang melengkung, seri gigi hutan yang eksotis – semua dikumpulkan dalam keranjang dan kotak obat,diikat dalam untaian yang menjuntai dari kaitan, dan disegel dalam ratusan stoples yang bisa diguncangkan seperti alat musik marakas. – hal.49

Terbayang bagaimana suram dan anehnya toko itu >.<

Brimstone: laki-laki besar perpaduan beragam binatang, bertanduk domba jantan yang sering disebut sebagai Wishmonger.

Issa : wanita cantik berwajah malaikat dengan payudara seindah dalam pahatan Kama Sutra, namun bertudung dan bertaring kobra.

Twiga berleher jerapah dan Yasri bermata manusia tapi berparuh burung kakaktua.

Seperti yang tertera di halaman 53 :

Brimstone adalah monster. Jika Brimstone, Issa,Twiga dan yasri berkeliaran di luar toko, itulah sebutan para manusia untuk mereka : monster. Setan, barangkali, atau iblis. Mereka menyebut dirinya sebagai chimaera.

Serem juga yak dipikir-pikir, tapi bagi Karou merekalah teman sekaligus orang tuanya. Siapa dan bagaimana ia bisa dibesarkan di sana Karou tidak tahu. Ia hanya bertugas sebagai pengumpul gigi oleh sosok ‘father figure’nya yaitu Brimstone.

Dulu, ia pernah menjadi gadis polos yang memainkan bulu di lantai sarang iblis. Sekarang ia tak polos lagi, tapi tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengatasinya. Inilah hidupnya, sihir, rasa malu, rahasia, gigi-gigi dan kehampaan yang dalam dan menyiksa dalam tubuhnya. hal – 60

Dengan portal di belasan kota Karou mengumpulkan gigi bahkan melukis jika ia sempat. Saat Karou ‘ngidam’ mangga, Brimstone tak pikir panjang dan membukakan portal ke India, dengan syarat ia juga dibawakan beberapa. *huwik, iblis juga bisa makan mangga! :D*

Dan…

Di bagian lain Praha, fenomena cap tangan hitam yangmenempel jelas di pintu ada di mana-mana. Kayu bahkan logam melesak terbakar.

Nairobi. Delhi. Kairo. St. Petersburg.

Menurut anak kecil yang menjadi saksi di New York hal itu dilakukan oleh pria yang meletakkan tangannya di sana, kemudia pintu menyala dan berasap. Dia tidak memiliki sayap, namun bayangannya berasap. Matanya seperti api, percikan api berjatuhan saat ia terbang. Seperti malaikat.

Anak kecil itu tidak salah. Malaikat.

Tersebutlah serdadu seraphim bernama Akiva. Malaikat rupawan yang di punggungnya tampak sepasang pedang bersarung yang disilangkan, tangannya memiliki bekas luka dan tato bertinta hitam yang menghias hingga puncak jemari. Rambutnya dipotong sangat pendek, dengan rambut yang melancip di dahi, kulitnya perunggu keemasan, tulang pipi, alis dan hidung mancung.

Ahey! Ladies, kita menemukan idola baru niiih. *tendang Edward Cullen dan Adam Wilde*

Okeh, sebelum saya semakin meracau tak jelas sepertinya pembaca sudah menebak ke mana larinya cerita ini seperti tagline bukunya :

Once upon a time,

an angel and a devil fell in love.

It did not end well.

Kelanjutan kisah Karou dan Akiva yang ditakdirkan saling membunuh bisa dibaca sendiri yak! Dan bagi yang sudah membaca mari menunggu kelanjutan buku keduanya yang berjudul  Days of Blood and Starlight yang bisa dibaca excerpnya di sini.

Days of Blood and Starlight
Days of Blood and Starlight

Beberapa penghargaan Daughter of Smoke and Bone :

  • AMAZON TOP TEN BOOKS OF 2011
  • AMAZON #1 TEEN BOOK OF 2011
  • YALSA TOP TEN BEST FICTION FOR YOUNG ADULTS, 2012
  • WINNER, AUDIE AWARD FOR BEST FANTASY AUDIOBOOK, 2012
  • NEW YORK TIMES NOTABLE CHILDREN’S BOOK OF 2011
  • PUBLISHER”S WEEKLY BEST BOOKS OF 2011
  • SCHOOL LIBRARY JOURNAL BEST BOOKS OF 2011
  • KIRKUS REVIEWS BEST TEEN BOOKS OF 2011
  • LOS ANGELES PUBLIC LIBRARY, BEST OF 2011
  • CHICAGO PUBLIC LIBRARY, BEST OF THE BEST 2012
  • BARNES & NOBLE REVIEW, BEST YA FICTION OF 2011
  • LOCUS (MAGAZINE OF SCIENCE FICTION & FANTASY) REC READING LIST 2011
  • YALSA 2012 READER’S CHOICE BOOKLIST
  • A JUNIOR LIBRARY GUILD SELECTION, 2011
  • ABC BEST CHILDREN’S BOOK CATALOG, 2011
  • FINALIST, ANDRE NORTON AWARD
  • FINALIST, CHILDREN’S CHOICE BOOK AWARDS TEEN BOOK OF THE YEAR
  • WINNER, OREGON SPIRIT BOOK AWARD

Banyak! Walau begitu menurut saya ada sedikit uneg-uneg saya soal buku ini : Klimaksnya kurang tegang apa karena masih banyak permasalah yang dimunculkan penulis di buku selanjutnya? We’ll see. Kemudian ujug-ujug mereka jatuh cinta padahal belum kenal-kenal amat, hyaeyalah namanya juga ini romance Mi! Hanya saja perkenalannya kurang dalam kalau menurut saya, lain dari itu sih masih bisa diterima, jadi tunggu apa lagi? Baca bukunya dan nikmati keindahan Praha dan jadilah saksi cinta Akiva dan Karou. Jih, berasa kaya tukang obat ga sik saya?

Beberapa quote favorit saya yang saya kutip langsung dari Goodreads *males ngetik ulang* 😀

“Hope can be a powerful force. Maybe there’s no actual magic in it, but when you know what you hope for most and hold it like a light within you, you can make things happen, almost like magic.”

Dan kalimat Brimstone saat menasehati Karou awalnya sih bijaksana, terakhirnya dooong bikin ngakak.

“I don’t know many rules to live by,’ he’d said. ‘But here’s one. It’s simple. Don’t put anything unnecessary into yourself. No poisons or chemicals, no fumes or smoke or alcohol, no sharp objects, no inessential needles–drug or tattoo–and…no inessential penises either.’

‘Inessential penises?’ Karou had repeated, delighted with the phrase in spite of her grief. ‘Is there any such thing as an essential one?’

‘When an essential one comes along, you’ll know,’ he’d replied.”

Cheers!

Oia, coba buka blog resmi Daughter of Smoke and Bone deh! Keren! Dan juga blog resmi Laini Taylor, ada trailer resmi dari Amerika dan Inggris dari berbagai sudut pandang (Akiva, Karou, Brimstone, Issa dan Zuzana) selain itu kita bisa melihat cover Daughter of Smoke and Bone dalam berbagai versi.

Book trailer versi USA :

Book trailer versi UK

Detail buku :

Judul : Dari Asap dan Tulang

Penerjemah : Primadonna Angela (saya suka terjemahan beliau, bahkan baru menemukan kata baru ‘birai’) :p

488 halaman, cetakan pertama,  September 2012, Gramedia Pustaka Utama.

Advertisements
2012 · Character Thursday · fantasy · Gramedia · young adult

Character Thursday #7

Woohoo! Halo Kamis, halo Jakartans! Sudah selesai memilih Gubernurkaaah?? *blogger kepo*

Character Thursday
Character Thursday

Saya ga ngerti banyak soal politik, jadi mari kita kembali ke meme blog yang dihosting oleh Mbak Fanda 🙂 Hari ini kita membahas tokoh unik berambut biru cerah bernama Karou.

Karou menghabiskan hari normalnya sebagai Art student (sori pakai bahasa Inggris, habisnya kalau saya ubah menjadi siswi sekolah kesenian rasanya tidak pas :D). Err, hari normal? Yak, kalian tidak salah baca kok, karena kalau hari tidak normal Karou bertugas sebagai pengumpul gigi hewan dan manusia. Nah loh, tambah bingung kan? Saya juga bingung nih dalam bercerita agar tidak menyebar spoiler di mana-mana, hehe. Karou yang yatim piatu diasuh dan dibesarkan oleh chimaera (demon) bernama Brimstone.

Kaoru
Karou

Karou pintar melukis, bahkan teman-teman sekelasnya selalu menantikan lukisan terbaru Karou yaitu Brimstone, Issa perempuan bertubuh ular dari pinggang ke bawah yang memiliki tudung dan taring kobra, Twiga yang berleher jerapah  dan Yasri bermata manusia dan berparuh burung kakaktua. Yang teman-temannya tidak ketahui adalah tokoh di buku sketsa Karou benar adanya.

Tak hanya memiliki kehidupan di dua dunia yang sangat berbeda, Karou juga fasih berbicara dalam banyak bahasa dan di tangannya tergambar tato mata satu yang misterius. Untuk apakah mata itu dan siapakah Karou sebenarnya silahkan dibaca lebih lanjut di buku fantasy young adult terbaru terbitan Gramedia, Daughter of Smoke and Bone.

Daughter of Smoke and Bone
Daughter of Smoke and Bone

Seru! Tunggu review lengkapnya dalam waktu dekat yaaa! Dan siapakah character Thursdaymu kali ini?

2012 · drama · Gagas Media · karya anak negeri · love love love · young adult

Di antara hembusan angin dan hempasan ombak Belfast. Truth or Dare, a review.

Hi! Miss me? :p Maafkan blogger pemalas yang perhatiannya terebut oleh Songpop *ketip-ketip*, yuk ah biar tidak lama-lama kangen dengan saya, mari membahas buku duet Gagas Media antara Winna Efendi dan Yoana Dianika berjudul Truth or Dare.

Truth or Dare
Truth or Dare

Truth or Dare mengambil tema persahabatan antara dua gadis SMA bernama Alice dan Catherine. Winna Efendi mengambil bagian di Alice si gadis polos dan Yoana Dianika menciptakan gadis tomboy Catherine.

Karena ‘penyakit’ tetap Gagas Media yang tidak pernah mencantumkan sinopsis cerita, saya akan bercerita sedikit tentang kota kecil bernama Belfast yang menjadi latar belakang cinta segitiga antara Alice, Cat dan pria Indo blasteran bernama Julian.

Alice.

Terbagi menjadi 14 bab yang judul babnya sangat khas Winna Efendi.

Each friend represents a world in us, a world possibly not born until they arrive, and it is only by the meeting that a new world is born.- Anais Nin-

“Hei, di antara kalian ada yang membutuhkan partner tambahan?” – Julian

Semuanya dimulai di kelas sejarah, saat guru Alice dan Cat memberikan tugas untuk menciptakan sejarah Belfast, kota kecil mereka tinggal sesuai versi masing-masing. Dan pertanyaan yang diajukan murid pindahan dari Indonesia mengawali kekompakan mereka bertiga. Berdiskusi, riset dan brainstorming idea atau sekadar mengobrol sampai matahari terbenam sambil berbagi fish and chips di Young’s Lobster Pound.

Belfast's sunset
Belfast’s sunset

Life changes in the instant. The ordinary instant. – Joan Didion

Sesuai perkataan Heraclitus yang diucap Julian, “Perubahan adalah satu-satunya perubahan yang konstan di dunia ini”, ada yang berubah di antara mereka. Walau mungkin Alice tak ingin ada yang berubah dari persahabatan mereka bertiga. Alice mulai menyukaiJulian dan di saat yang sama ia menyadari kalau Cat juga menyukai Julian.

Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up. – Neil Gaiman.

Cat dan Julian berpacaran. Alice diam. Alice memendam perasaannya. Alice tidak ingin ada yang berubah tapi kejadian demi kejadian terjadi dan puncaknya berakibat fatal terhadap mereka bertiga.

Apa itu?

Baca sendiri ya, karena itu spoiler berat kalau sampai saya ceritakan 🙂

Catherine.

Mulai halaman 157 kita dibawa melihat runutan kisah Alice-Cat-Julian dari versi Catherine. Sayangnya kurang banyak hal baru yang bisa diketahui. Saya mengharapkan bakal ada rahasia-rahasia lain yang terungkap, tapi Yoana malah memperluas cerita dengan menambahkan tokoh baru kakak tiri Cat : Ethan dan Chase, yang tidak ada hubungannya dengan cerita, jadi malah terkesan ‘ga nyambung’.

Walau ada beberapa kekecewaan bintang 3 tetap saya sematkan untuk Truth or Dare, karena kesan hangat yang ditimbulkan saat saya menutup halaman terakhirnya.

Seperti biasanya saya suka kepiawaian Winna Efendi melukiskan suatu kota (Ingat Ai dengan Jepangnya?), Truth or Dare membawa saya travelling ke Belfast, sebuah kota pesisir pantai di Maine. Kota kecil yang hangat, tidak terlalu ramai penduduknya dengan suara burung di sore hari.

Penasaran? Excerpt dari Truth or Dare bisa dibaca di sini.

Salut untuk Gagas Media yang selalu mengusung sesuatu yang baru, terdepan dalam pemilihan cover kali ini Gagas menciptakan genre baru. Novel duet. Menarik sekaligus bisa menggaet pasar lebih banyak :p Oia dan cover keluaran terbaru dibuat dengan tampilan memanjang dan sampulnya dibuat ala amplop. Unik walau saya sedikit susah ketika hendak menyampul bukunya. Alhasil tidak tersampul dan ujungnya malah gampang tertekuk.

Detail buku :

Truth or Dare – Winna Efendi dan Yoana Dianika,

Gagas Media, cetakan pertama 2012, 301 halaman.