[Review] Tabir Nalar – Rynaldo C. Hadi

Jadi begini ceritanya, saya bertemu dengan Rynaldo C. Hadi karena kebetulan doi tinggal di Bali juga dan souvenir dari Mbak Truly dititipkan dia untuk diberikan kepada saya. Ho’oh, mbulet memang. Akhirnya kami ngopi sore sambil ngobrol-ngobrol dan di sanalah saya baru tahu kalau Aldo ini pengarang seri Vandaria Saga yang berjudul Tabir Nalar.

Me : Wooh, kamu yang nulis buku ini? *sambil bolak balik Tabir Nalar*

Aldo : Iya, gara-gara menang cerita favorit jadinya diterbitkan. Ini bukunya buat kamu aja.

Me : Aaaak, terima kasihh, tapi ini covernya rada-rada ya😀

Aldo : Err, iya banyak yang bilang sih😐

Beberapa hari kemudian saya mulai membaca Tabir Nalar, walau dengan sedikit perasaan was was. Kenapa was was?

1. Saya bosan dengan fantasi.

2. Sedikit trauma dengan fantasi lokal Indonesia.

3. Bok, ini penulis  sudah saling follow di Twitter, kalau ntar ga suka kan repot juga😀

Okelah lanjut, saya membaca Tabir Nalar tanpa berharap apa-apa walau sedikit penasaran juga karena rating di Goodreads lumayan tinggi di atas 3,7 kalau tidak salah.

Tabir Nalar

Tabir Nalar

Sekilas sinopsis Tabir Nalar – Vandaria Saga :

Setelah tiga ribu tahun lamanya berkuasa, akhirnya dominasi bangsa frameless terhadap manusia diruntuhkan oleh Raja Tunggal. Kini kedudukan bangsa frameless dan manusia setara. Namun tidak semua pihak senang akan kesetaraan itu. Sebuah organisasi rahasia muncul dan mengoyak kedamaian antara frameless dan manusia dengan serangkaian pembunuh.

Cervale Irvana, sang pembaca pikiran, berusaha menguak misteri di balik pembunuhan itu. Ia membuka rahasia organisasi misterius itu dan menemukan kenyataan yang sulit ia percayai.

Berkisah tentang seorang frameless ganteng sekaligus angkuh bernama Cervale Irvana yang menghadapi misteri pembunuhan rekan-rekannya sesama kaum frameless. Ditambah dengan kode-kode misterius ala Digital Fortress, Cervale dibantu dengan gadis manis bernama Rilsia berusaha memecahkan dan menghentikan pembunuhan kaum frameless yang terus berjatuhan. Namun petunjuk demi petunjuk malah membuat Cervale terperangah dan yang harus ia lakukan adalah mengikuti kata hatinya. Berhasilkah ia? Lanjut baca sendiri dan mari berpetualang di Vandaria bersama Cervale!

3,5 bintang untuk Tabir Nalar, kecemasan saya tidak terbukti, bahkan untuk ukuran ‘newbie’ yang tidak pernah membaca seri Vandaria, saya sangat menikmati sepak terjang Cervale.

Ilustrasi dan tulisan yang ‘ramah’ untuk mata menunjang kenikmatan saya membaca Tabir Nalar dan mengenal Cervale, Rilsia, Barad dan lainnya, walau penggambaran tokoh perempuannya rada-rada bahenol tapi tetap okelah. :p

Cervale, Rilsia

Cervale, Rilsia

Tapi menurut saya yang memegang peranan penting adalah karakterisasi tokoh dan alur yang diciptakan pas oleh penulis. Awalnya saya sempat tidak percaya kalau Tabir Nalar adalah buku pertama Rynaldo, memang ada beberapa bagian yang sedikit kaku dan masih perlu polesan tapi pengenalan Vandaria dideskripsikan dengan pas. Saya juga suka penokohan Cervale dan tokoh penting lainnya macam Barad, Alevor bahkan Kanselir Shah Azhad.

Baru kali ini saya membaca fantasi lokal dengan nuansa misteri ala Dan Brown di buku Demons and Angels. Pembunuhan demi pembunuhan, gulungan darah berisi kode untuk target selanjutnya membuat saya penasaran dan ikut menebak-nebak siapa gerangan si pembunuh. Pertarungan seru dan twist ending di akhir kisah lumayan bikin greget dan membuat novel Tabir Nalar sayang untuk dilewatkan.

Good job, Rynaldo. Keep on writing yak, ditunggu novel keduanya. I want to know more about Cervale!

 

Cheers.

 

3 thoughts on “[Review] Tabir Nalar – Rynaldo C. Hadi

  1. helvry says:

    aku juga belum pernah baca novel fantasi..apalagi yg Indonesia,tapi sepertinya sekarang ini sedang booming banget ya,semoga aja ada penulis fantasi Indonesia yang mendunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s