Buku Favorit 2012

Saya senang banget kalau sudah bagian membuat listopia akhir tahun begini 🙂

Book Kaleidoscope

Book Kaleidoscope

Buku yang saya baca tahun ini berkurang lebih dari 35 buah dari tahun lalu, penurunan yang cukup drastis *sigh*. Untungnya saat memilih 5 buku terbaik saya lumayan kesulitan menyortir 5 dari 10 buku favorit tahun 2012. Penilaian buku favorit saya buat berdasar ‘after effect’ buku yang dibaca dan bintang penuh di Goodreads. Tanpa berlama-lama inilah 5 buku terbaik yang saya baca tahun ini diurut berdasarkan waktu pembacaan.

1. A Thousand Splendid Suns – Khaled Hosseini

A Thousand Splendid Suns

A Thousand Splendid Suns

Mewek, meringis, ngilu, nyesek dan tetap indah untuk dibaca. Bagus sangat. Enough said 🙂

Bagi yang penasaran, bisa dicek ulang review saya di sini.

2. The Girl with Dragon Tattoo – Stieg Larsson

The Girl with Dragon Tattoo

The Girl with Dragon Tattoo

Hadiah dari Secret Santa 2011, buku yang benar-benar berkesan. Sampai sekarang buku terakhir masih sayang dibaca karena belum rela berpisah dengan tokoh utamanya, Lisbeth Salander.

Brutal, fast-paced, memorable. Masih tidak rela penulisnya telah tiada >.<

Belum baca buku ini? Masih belum terlambat untuk memulainya dan monggo dicek reviewnya di sini.

3. Eleven Minutes – Paulo Coelho

Saya lebih suka Eleven Minutes dibanding The Alchemist mungkin karena tokohnya terkesan lebih nyata dan karakter Maria sangatlah menarik. Selain itu quote-quote Paul Coelho tidak usah dipertanyakan lagi. Juara.

Eleven Minutes

Eleven Minutes

4. The Good Earth – Pearl S. Buck

The Good Earth

The Good Earth

Salah satu ciri khas Pearl S. Buck yang saya suka adalah gaya penulisannya yang mendetail, deskriptif tanpa ingin tampil berlebihan. Apa adanya. Sehingga penggambaran daratan Cina jaman dulu di buku The Good Earth berhasil dilukiskan dengan sempurna. Masing-masing tokohnya pun berhasil memikat hati saya walau konflik yang ditonjolkan kurang dramatis. Wajar saja jika The Good Earth masuk dalam list 1001 books you should read before you die.

5. Will Grayson Will Grayson – John Green & David Levithan

Will Grayson Will Grayson

Will Grayson Will Grayson

Baru direview beberapa hari lalu, jadi sepertinya tidak perlu alasan lagi kenapa buku ini masuk dalam buku favorit tahun ini. :p

Funny, touching and well writen.

Hiyaak, itu dia list bacaan saya, saatnya blogwalking dan sampai jumpa di listopia tahun depan. Happy holiday everyone!

 

[Review] The Time Keeper – Mitch Albom

“Try to imagine a life without timekeeping. You probably can’t. You know the month, the year, the day of the week. There is a clock on your wall or the dashboard of your car. You have a schedule, a calendar, a time for dinner or a movie. Yet all around you, timekeeping is ignored. Birds are not late. A dog does not check its watch. Deer do not fret over passing birthdays. an alone measures time. Man alone chimes the hour. And, because of this, man alone suffers a paralyzing fear that no other creature endures. A fear of time running out.”

Berapa banyak di antara kita hari ini 31 Desember 2012 berpikir ‘time flies’? Time is running out. Ke mana saja waktu berlalu? Apa saja pencapaian tahun ini? Resolusi tercapai semuakah?

Terus terang saya masih keteteran dengan resolusi 2012, memang ada momen-momen penting yang terukir cemerlang di tahun ini, tapi banyak juga yang belum sempat terwujud dengan alasan ‘tidak cukup waktu’. Benar tidak cukup waktu? Atau saya yang terlalu banyak menghabiskan waktu percuma?

Seperti kata Dor, tokoh utama di buku terbaru Mitch Albom :

“Dor: there is a reason God limits our days.
Victor: why?
Dor: to make each one precious.”

The Time Keeper

The Time Keeper

Inti dari buku setebal 222 halaman, cukup tipis dan ringan untuk dibaca. Malah paling simpel dari semua buku karangan Mitch Albom yang pernah saya baca. Saya tidak akan berpanjang lebar dengan review teman-teman lain pasti lebih piawai meracik review. Time Keeper mengajak kita semua untuk tidak bermain-main dengan waktu, jujur dengan perasaan kita. Isi waktu dengan hal-hal yang berharga sehingga momen yang lewat tidak sia-sia karena bagaimana pun caranya kita tidak bisa menghentikan waktu seperti Dor. Pergunakan waktu kita yang terbatas ini dengan baik.

“We all yearn for what we have lost. But sometimes, we forget what we have.”

Mudah-mudahan tahun depan menjadi tahun yang baik untuk kita semua, mimpi terwujud, cita-cita tercapai dan rencana Dia tergenapi atas kita. Terima kasih Mitch Albom atas dongeng yang indah akan berharganya waktu yang sering kali kita habiskan sia-sia.

Selamat tahun baru 2013, teman-teman semua! 🙂

*review yang bukan review*

**dibaca dalam rangka posting bareng buku karangan Mitch Albom bareng BBI**

***Gara-gara baca Time Keeper saya ingin baca ulang semua karya beliau yang ternyata baru satu saja yang saya review, bagi yang ingin baca silahkan berkunjung ke sini, salah satu buku favorit saya tahun 2011***

Top 5 Best Book Cover 2012

Book Kaleidoscope

Book Kaleidoscope

Kembali meramaikan Book Kaleidoscope Mbak Fanda, di postingan kali ini sesuai judulnya book cover terbaik dari 62 buku yang saya baca tahun 2012, masih kurang 3 lagi sesuai target tapi saya rasa kelima sampul buku di bawah cukup mewakilkan buku terbaik versi saya.

5. Fifty Shades of Grey.

Fifty Shades of Grey

Fifty Shades of Grey

Yeeaaa, i know, saya salah satu pembaca yang ngomel-ngomel tiap si tokoh mulai bertindak bodoh seperti menggigit bibirnya *oops*. Walau begitu tidak bisa dipungkiri hanya dengan cover depannya kita bisa ikut merasakan kemisteriusan seorang Christian Grey.

4. Gadis Kretek.

Gadis Kretek

Gadis Kretek

Nah kalau Gadis Kretek saya pilih karena nuansa vintagenya sangat berasa, gadis berwajah Indonesia yang rada mirip Dessy Ratnasari berkebaya encim dengan rokok di satu tangannya. Keren!

3. Memoirs of Imaginary Friends.

Memoirs of An Imaginary Friends

Memoirs of An Imaginary Friends

Terus terang saya membeli buku ini murni karena covernya, well dengan embel-embel Jodi Picoult juga ding. Cover buku karangan Matthew Green ini dengan pas menampilkan esensi cerita. The Imaginary Friend. Dengan jungkat-jungkit kosong namun berat. Kewl!

2. Season of Witch.

Season of Witch

Season of Witch

Saya suka banget cover ini, malah lebih suka versi terjemahan Gramedianya ketimbang buku aslinya. Dominasi warna coklat dan merah muda yang menonjol di bagian bawah mampu menampilkan aura gothic sekaligus sensual karena memang buku karangan Natasha Mostert lumayan nyerempet-nyerempet walau hanya sekilas.

1. Blue Romance.

Blue Romance

Blue Romance

Widih, Sheva pasti girang banget nih karena di postingan saya kemarin buku ini sudah saya sebut. Coba deh diperhatikan cover depannya, siapa yang tidak jatuh cinta, cover yang terbagi menjadi 2 halaman menyiratkan aura romantis dan syahdu sekaligus.

pict was taken from google

pict was taken from google

Cute bookmark!

Cute bookmark!

Kenapa menjadi pilihan pertama saya, karena di tiap cerita kita disuguhkan ilustrasi sesuai cerita dan pembatas bukunya keren sangat. Ceritanya bagus, kemasannya juga pas. Wajar jadi cover buku favorit saya tahun 2012 kan?

[Review] Will Grayson Will Grayson – John Green & David Levithan

Beberapa bulan lalu salah seorang teman BBI memberi usul membaca buku bertema LGBT. Whoa, seru juga, kenapa tidak? Kebetulan juga saya dapat pinjaman Will Grayson Will Grayson dari Astrid yang sebelumnya juga sudah pernah direkomendasikan Ndari dan Zenia.

Saya hanya mengetahui bahwa Will Grayson Will Grayson mengisahkan 2 remaja pria bernama sama dan buku ini adalah duet dari John Green bersama David Levithan. Ah kebetulan juga nih! Jikalau tahun 2011 saya ngefans banget dengan Sarah Dessen, di tahun 2012 perhatian saya banyak tersorot kepada mereka berdua. John Green dengan The Fault in Our Stars dan David Levithan yang twitternya hampir setiap hari saya cek melalui akun @loversdiction.

Apa jadinya ketika dua penulis jenius, puitis dan anti mainstream ini bergabung menjadi satu?

Will Grayson Will Grayson

Will Grayson Will Grayson

Wooshah. Will Grayson Will Grayson sukses mendapat bintang penuh dari saya, walau endingnya yang terlalu too good to be true dan sinetron-ish banget, buku ini jelas menjadi salah satu buku favorit saya di akhir tahun 2012. Yuk ah, kayanya pembukaan posting bareng kali ini kelamaan.

Sinopsis yang saya ambil dari Goodreads :

One cold night, in a most unlikely corner of Chicago, two teens—both named Will Grayson—are about to cross paths. As their worlds collide and intertwine, the Will Graysons find their lives going in new and unexpected directions, building toward romantic turns-of-heart and the epic production of history’s most fabulous high school musical.

Hilarious, poignant, and deeply insightful, John Green and David Levithan’s collaborative novel is brimming with a double helping of the heart and humor that have won both of them legions of faithful fans.

Cukup unik idenya mengisahkan pencarian jati diri remaja pria bernama sama. Will Grayson dan will grayson. Tidak sulit membedakan mana yang versi JG dan mana yang ciptaan DL. Masing-masing karakter mendapat porsi yang sama, Will Grayson versi JG adalah remaja normal yang diceritakan bersikap cukup riang dan terbuka, memiliki teman ajaib bernama Tiny Cooper yang sangat loveable. Sedangkan will grayson versi DL dikisahkan lebih suram dan penulisannya juga berbeda, semuanya huruf kecil, tanpa kapital dan tanpa tanda baca.

i am constantly torn between killing myself and killing everyone around me. those seem to be the two choices. everything else is just killing time. right now i’m walking through the kitchen to get the back door.

mom : where are you going

school, mom. You should try it some time.

mom : don’t  let your hair fall in your face like that – i can’t see your eyes.

but you see, mom, that’s the whole fucking point.

Begitulah will grayson ala David Levithan. Saya langsung suka dengan will sejak awal saya membacanya. Weird, quirky, dark dan rada menyebalkan. Khas remaja pria tapi entah kenapa saya lebih suka will grayson versi David ketimbang  Will Grayson-nya John Green yang pesonanya terlibas oleh Tiny Cooper.

will grayson yang jelas mengetahui bahwa dirinya adalah seorang gay sedang dibuat jumpalitan karena seorang laki-laki bernama Isaac. Percakapan mereka via messenger sedikit mengingatkan saya akan jaman-jaman pedekate yang ngobrol ngalur ngidul sambil senyum-senyum sendiri. Ahey.

i never hoped for everything to get better- only for one thing to get better. and it never did. so eventually i gave up. i give up every single day.

but not with isaac. it scare me sometimes. wishing it to work.

Untuk ukuran will yang emotionless dan menurut perkiraan saya pasti jarang berekspresi  juga, kalimat di atas itu mengharukan :’)

My fave cover

My fave cover

Will Grayson Will Grayson adalah buku yang tidak muluk-muluk. Masing-masing dari mereka berusaha mencari jati diri. Berusaha menjadi diri mereka sendiri, meraba-raba kehidupan lewat jatuh bangun kehidupan percintaan. Tokoh di buku ini, baik kedua will, ibu will dan Tiny Cooper terasa sangat nyata. We can find them anywhere. Mungkin itu yang menyebabkan walau sudah lewat lama, buku Will Grayson Will Grayson meninggalkan after effect yang cukup dalam di hati saya.

I love this book!! Senang, sedih, nyesek semuanya jadi satu di sini. Will Grayson memberikan konsep yang baru tentang buku young adult, walau temanya berhubungan dengan gay, buku ini tidak berusaha mencari pembenaran ataupun menitikberatkan pada point bahwa will dan Tiny adalah pria penggemar sesama jenis. Persahabatan, hubungan kekeluargaan, arti teman sesungguhnya, kebutuhan kita untuk berinteraksi dengan yang lain menjadi point dari Will Grayson Will Grayson. Gay atau pun tidak, sebenarnya itulah inti dari kehidupan kita bukan?

5 bintang untuk Will, will dan the one and only Tiny Cooper!

Quote favorit :

“I feel like my life is so scattered right now. Like it’s all the small pieces of paper and someone’s turned on the fan. But, talking to you makes me feel like the fan’s been turned off for a little bit. Like things could actually make sense. You completely unscatter me, and I appreciate that so much.”

“Maybe tonight you’re scared of falling, and maybe there’s somebody here or somewhere else you’re thinking about, worrying over, fretting over, trying to figure out if you want to fall, or how and when you’re gonna land, and I gotta tell you, Friends, to stop thinking about the landing, because it’s all about falling.”

Will Grayson Will Grayson

John Green & David Levithan

Speak, 2010.

310 halaman.

5 Pria terfavorit tahun 2012

Buseeet, sebulan saya ga ngeblog *selftoyor*

Tahun 2012 saya mengalami kecepatan membaca saya mengalami penurunan drastis dan hal itu berdampak secara tidak langsung dengan postingan saya kali ini. Seperti biasa jikalau tutup tahun adalah saat yang tepat untuk listopia 2012 dan kaleidoskop pertama dibuka dengan top 5 book boyfriend. Secara buku yang saya baca sedikit ternyata cukup susah memilih 5 pria favorit >.<

Ya sudah deh ya, tanpa berpanjang lebar lagi mari menyegarkan hari Kamis yang mendung di Bali dengan pria-pria tampan pilihan blogger pemalas ini.

5. Rasus

Rasus. Singkat saja. Ia adalah pendamping tokoh sentral di buku karya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk. Rasus saya cantumkan di sini karena sebagai seorang pria, saya melihatnya sebagai sosok yang bertanggung jawab, menjalankan tugasnya sebagai tentara dengan baik yang kurang cuma satu. Egonya itu tingginya mengalahkan menara Babel dan akhirnya si Srintil jadi gitu kan ya gara-gara dia juga, dasar laki-laki! Loh kok jadi ngomel di sini :p

Rasus - Srintil

Rasus – Srintil

Buku ini sudah difilmkan dengan Oka Antara berperan sebagai Rasus, saya belum sempat menonton filmnya tapi pasang wajah Bli ganteng ini ga salah kan ya 🙂

4. Jon Snow

Main character dari seri Game of Thrones di semakin mendapat banyak porsi di buku ketiga A Storm of Swords. Lebih banyak action dan *uhuk* ‘action’ dengan Ygrette :p Well, selain itu karakternya lebih berkembang apalagi sejak ia ditunjuk menjadi lord commander, ga spoiler-spoiler amat kan itu ;p

Satu lagi yang menyebabkan ia masuk dalam top 5 karena foto hitam putih di bawah ini, ho oooh, saya memang mureee banget kalau sudah lihat laki gondrong macam begini :p

Kit Harington

Kit Harington

3. Bimarendra Satyadwira

Cerpenis, juara talented writer dan jurnalis The Washington Times. Tampilan fisik ya sesuai dengan pria yang gampang membuat saya meleleh : gondrong dengan rambut halus di bagian dagu. Pria puitis yang mengalah demi menjaga perasaan sahabatnya sendiri dan pintar menulis jadi poin tersendiri juga untuk saya sehingga memasukkan Bima yang ceritanya cukup singkat di pria favorit 2012.

“Do you care about me, like I care about you?“, tanya Anjani di saat pertemuan akhir mereka.

Menyesali apa yang sudah lewat tidak akan membuat aku menjadi manusia yang lebih baik. Klise, tapi itulah yang harus aku lakukan.

Dan akhirnya ketika akhirnya Bima menuliskan kata “I do” sebagai jawaban pertanyaan Anjani yang ditulisnya di kertas saat ia berpisah, haduh nyesek.

Kisah Bima – Anjani bisa dibaca di kumpulan cerpen Sheva yang berjudul Blue Romance, maaf banget kalau dengan pilihan ini jadi major spoiler bagi yang belum baca 🙂

Siapa kira-kira yang cocok menjadi Bima? Umm, mas-mas ini aja yak! *wink*

Reza Rahadian

Haee, Mas! :p

2. will grayson

Remaja laki-laki ciptaan David Levithan di buku Will Grayson Will Grayson. Walaupun will menyukai laki-laki, bukan berarti ia tidak bisa masuk dalam list top 5 book boyfriend. Kenapa will bisa ada di sini? Saya suka dia, karakternya pemurung dan penyendiri, walau begitu celetukannya sering kali bikin ngakak. Seperti ini contohnya :

“if there’s anything stupider than buddy list, it’s lol. if anyone ever uses lol with me, i rip my computer right out of the wall and smash it over the nearest head. i mean, it’s not like anyone is laughing out loud about anything they lol.”

atau yang ini :

(rofl! what? are you really rolling on the floor laughing? well, please stay down there a sec while I KICK YOUR ASS.)

Rada ekstrim sih ya, mau lebih jelas soal will grayson nantikan postingan saya besok bareng #BBI yang mengambil tema baca bareng LGBT.

Yang cocok jadi will, now that’s a question.

*brb googling dulu*

Tak perlu lama, giliran mau googling saya tau yang akan saya cari gambarnya siapa. Ladies and gents, Joseph Gordon Levitt. Oh boy, i love hiiimmm!!! *nemplok*

JGL

JGL

1. Ga perlu penasaran karena setelah blogwalking sudah banyak juga tante-tante maupun abegeh-abegeh macam Ndari dan Aul yang juga kepincut dengan pria satu ini. Augustus Waters!!

Nah kalau dapat pria macam begini gimana coba yaaaa >.<

“I’m in love with you,” he said quietly.

“Augustus,” I said.

“I am,” he said. He was staring at me, and I could see the corners of his eyes crinkling. “I’m in love with you, and I’m not in the business of denying myself the simple pleasure of saying true things. I’m in love with you, and I know that love is just a shout into the void, and that oblivion is inevitable, and that we’re all doomed and that there will come a day when all our labor has been returned to dust, and I know the sun will swallow the only earth we’ll ever have, and I am in love with you.”

Dan yang ini nih juaranya :

“Oh, I wouldn’t mind, Hazel Grace. It would be a privilege to have my heart broken by you.

mamih. matik aku.

pinjem bentar ya Mbak Emma.

pinjem bentar ya Mbak Emma.

*ngglendot di dada andrew garfield*

Ooops, sorry, gini deh akibat sejaman browsing pria idaman ;p

Mudah-mudahan postingan ini berkenan dan ikut meramaikan book kaleidoskop Mbak Fanda.

Happy holiday and have a great day semua!

Cheers 🙂