BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop

Ahey, akhirnyaaa giveaway pertama saya! *sisiran*

GA Hop

GA Hop

Terus terang bingung bener mau buku apa yang dibagi, walau yang namanya gratisan itu tetap memiliki nilai plus tersendiri. Beberapa yang jadi pemikiran saya, buku baru atau buku lama? Terjemahan, pengarang Indonesia atau buku asli berbahasa Inggris? Romance, fantasy, drama?

Setelah berpikir sampai detik-detik terakhir, saya tahu buku apa yang akan dibagikan! Eureka #plak

Buku yang pernah saya review dan walau termasuk postingan lama masih beberapa kali masuk top post di blog Mia Membaca. Tererereret, sudah ada bayangan? Tak lain tak bukan adalah The Perks of Being a Wallflower.

Caranya gampang, tidak pakai googledocs dan sejenisnya karena host yang ini gaptek bener, bagi yang tidak punya blog jangan cemas karena hanya dengan meninggalkan komen di postingan giveaway.

give me one good reason :)

give me one good reason🙂

Pertanyaannya singkat saja, kenapa kalian ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower? Jawaban yang paling unik dan paling menyentuh hati saya yang akan menjadi pemenangnya.🙂

Good luck!

79 thoughts on “BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop

  1. owlmilove says:

    karena filmnya sudah ditangan, masa iya kak mia gak mau ngasih bukunya…aku kan gak bisa nonton filmnya kalo belum baca bukunya. Ayolah..jadikan aku pemenangnyaaaa

    BAHAHAHAHA *diinjek2**kemudian digelindingin* xD xD

  2. Nana says:

    Kakak Miaaa ikutan yaa!!
    Dari dulu aku pengeeenn banget baca buku ini karena banyak yang suka, apalagi aku kan emang suka banget baca buku genre remaja-anak kuliahan (biar berasa muda selalu gituuuu #digeplak). Sayang pas liat di toko buku kok harga bukunya lumayan mahal ya? Naaah… kalo bisa dapet gratis kan bagus banget tuh.

    Wew.. nggak bisa bikin alesan yang menyentuh hati. Bisanya menyentuh dompet #dihajarmassa #kabooorrr

    Sekian dan terima kasih kakak Miaaa!!!

  3. zaitunhakimiah says:

    kakak Mia… nama kita samaan lohh.. #ngarep menang gara2 nama panggilan sama😀
    mau dong bukunya,,
    di-cover-buku-nya kan ada foto akuu.. (baca: Emma Watson)
    masa iya aku ga punya bukunya.. ckckck…

    bagi bukunya ke aku, ya ya ya??😀

    wkwkwk.. salam kenal🙂

  4. Aleihs says:

    Saya ingin membaca buku itu karena saya ingin membuktikkan apakah buku itu memang bagus adanya atau hanya kata kata para reviewers semata. Banyak review buku yg saya baca selalu mengatakkan bahwa buku yg di review nya bagus, tapi setelah saya baca, ceritanya biasa saja. Mudah di tebak, dan pasaran. Karena goodreads bali saya rasa komunitas yg sudah punya nama, jd saya Ingin membuktikan apakah selera kita sama dalam menilai suatu buku.

  5. nikimales says:

    Filmnya dibuat dengan cukup baik, mengangkat nama emma watson yang memang lagi hits. Hehe. Bikin penasaran bagaimana penggambarannya dari penulisnya.

  6. nikimales says:

    Pingin tau bagaimana penggambaran si penulis. Karena filmnya udah bagus banget. Emosinya biasanya beda kalo dari bukunya langsung🙂

  7. andy putera says:

    Yap saya menikmati The Perks of Being a Wallflower pertama kali lewat filmnya. Siapa sangka naskah asli yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Stephen Chbosky ini punya daya pikat tersendiri. Padahal tema ceritanya berkutat pada satu hal yang klise yakni pencarian jati diri, dunia remaja, bully dan percintaan. Dari suguhan sinematiknya, Stephen Chbosky tahu benar ke arah mana ia harus menata setiap jalinan plotnya sekaligus menumbuhkan atmosfer ciklit remaja yang tidak murahan. Semacam emosi yang terus meledak-ledak sekaligus menabur nostalgia akan dunia putih abuh kita yang penuh kelabilan dan ambisi melalui karakter Charlie. Well menyimak Perks seolah menarik kita dalam masa lalu untuk meraba kembali apakah sesuatu yang dialami Charlie pernah kita rasakan di masa sekolah dulu. Bagi yang benar-benar merasakannya, Perks bisa jadi sebuah pisau yang siap menghujam Anda untuk mengingat masa lalu sesakit apapun itu. hahahaha so pasti saya pengen banget baca versi bukunya, tapi saya yakin penggambaran Chbosky di film dgn buku tak jauh beda, karena toh penulis skrip dan novelnya adalah dia :))

  8. demicintagila says:

    Karena sama sekali belum pernah baca, belum liat filmnya bahkan baru tau buku kayak gini ada.. ._. Tapi berhubung liat covernya jadi makin penasaran ama isinya, klo ga menang giveaway disini ttp pengen beli😀 tapi semoga menang yaaa… (alluna)

  9. ratri anugrah says:

    Waduh, ini menarik banget hadiahnya! Btw, buku ini masuk dalam wishlist saya lho🙂 Jadi berharap buanget bisa menang. Pertama kali saya tau The Perks of Being a Wallflower dari filmnya. Emma Watson dan Logan Lerman membuat banyak anak muda tertarik. Saya juga sudah melakukan research dan bukunya mendapat rating yg sangat bagus. Apalagi setelah baca reviewnya di blog ini. Ya ampuuuun…bikin ngiler! Sayangnya, versi film tidak sebagus harapan saya. Nah akhirnya saya memutuskan untuk membaca bukunya. Dan sayangnya masih belum ada duit😥 Bukunya sendiri masih termasuk best seller lho! Saya suka banget mengkritik film yang diadaptasi dari film, dan buku ini akan membantu saya dalam hal itu. Lagi pula, ngga banyak buku yang ditulis seperti buku harian seorang cowok. Makanya saya penasaran banget. Quotes2 dari buku ini juga bagus-bagus. Buku ini bakal ngasih banyak banget pelajaran hidup dan membantu kita untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

  10. indah stewart says:

    Ini bukanlah jawaban yang menyentuh hati. tapi seperti setetes air hujan yang membasahi bumi ini, saya ingin agar kakak bersedia untuk membaca komen saya ini. kenapa saya ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower?… jawabannya adalah karena beberapa teman saya sudah sering pamer sedang baca buku ini, tapi ujungnya mereka gak pernah finish bacanya. lagipula aku gak punya akses buat dapat bukunya jadi mudah-mudahan aku bisa dapatnya supaya kedepan aku udah gak udah nunduk lagi pas ditanya mengenai buku ini. suka dengan cerita yang setting sekolah/universitas. apalagi ini buku yang aku pengen banget.
    🙂 Wish I Luck KAk

  11. Ima S says:

    T__T *persiapan nangis sekarang kalo nggak menang nanti..*
    Alasannya pengen baca buku ini? Jujur dan simpel karena semenjak nonton filmnya, aku jatuh cinta sama Logan Lerman, a son of LL family. Sering memfantasikan jadi pacarnya dia. Aktingnya dia di PoBF cocok sama facenya dia yang innocent. Sayangnya, aku gak begitu ngeh / greget soal masa lalu Charlie di filmnya, soal apa sih yang terjadi sama tantenya dan sahabatnya. Waktu itu nonton berdua sama mama (dan pas adegan Charlie sama Sam ciuman, mataku ditutup sama mama -_- *ppdhl udh 17 tahun keatas*), dan mama malah bikin kesimpulan sendiri kalo dia (Charlie) dulu pernah dilecehin sama tantenya, makanya waktu tantenya meninggal kecelakaan, dia merasa bersalah *bener bener ngarang abis*. Makanya, pengen ngintip isi bukunya biar tau jalan cerita keseluruhannya secara je;as, juga sekaligus membantah karangan mamaku.. *huehuehue lagian sok taub banget*
    Ya, semoga aja juga nanti ada terjemahannya ya.. Jadi aku tetep bisa ngintip2 ceritanya.

  12. luckty says:

    THE PERKS OF BEING A WALLFLOWER ini dari versi bukunya, covernya menarik sangat. Apalagi terinspirasi ama dari The Catcher in Rye karangan J. D. Salinger yang terkenal itu! Yang bikin penasaran lagi, ternyata versi filmnya bakal ada Emma Watson berperan sebagai cewek inceran Charlie.

    Berhubung buku ini bertema remaja, bakal cocok dibaca buat murid-murid unyu di sekolah…😀

    Happy b’day Bebi!!
    *sodorin fanta biru plus segepok bakpao

    (/ ◦^▾^◦)/ ː̗̀[۵ ̾̾۵ ̾̾۵ ̾̾]ː̖́ (O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐∫ƪ) | “Happy birthday!! Ayo tiup lilinnya!!”

    #MerapalJampiJampiBuntelan (‾ʃƪ‾)

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com

  13. nuning says:

    Salam kenal mbak Mia…
    Aku ud komentar beberapa kali ke blog anda dan blm pernah sekalipun direspon, tapi aku tetep setia ngikuti blog ini (hiks hiks…)

    Ttg buku ini…
    Belum pernah baca atau nonton cerita ini (dan sengaja gak baca sinopsisnya, takut dpt spoiler, hehe…)

    Tapi aku sangat tertarik membacanya, karena akhir-akhir ini cerita hidup tentang remaja jarang yang ditulis/diulas dgn riil dan mendalam. Padahal banyak sekali lh aspek lain yang perlu menarik dan penting selain kisah cinta romantis ringan ala teenager (Sama sekali tidak ada maksud menjelek-jelekkan kok.. cm utk perbandingan aja,hehehe…)

    Buat sy sendiri, masa remaja penting bgt soalnya SANGAT mempengaruhi pembentukan karakter kita di kemudian hari.. Ini yg kdg lupa atau terabaikan oleh orang-orang disekitar kita, bahkan lingk terdekat sekalipun. Masa pencarian jati diri in sangat rentan, karena itu kudu diselalu dipantau dgn bijaksana (bkn over protektif lho ya…) spy para remaja tumbuh menjadi pribadi yang baik en asik nantinya.

    Sy selalu bersimpati pada para remaja yang mengalami kesulitan di masa masa itu..seringkali mrk mengalami masalah yg berat akibat perlakuan/pengaruh lingkungan disekitarnya, Sayang, kebanyakan org cuek menanggapinya…menganggap sepele masalah mrk atau bilang emang begitulah dunia remaja..jadi gak usah diapa-apain… Hmmmm…

    Kalau memang buku ini bagus, berarti well-recommended buat kita semua ya..

    Saatnya “mendidik” lingkungan kita (terutama generasi muda en remaja kita) melalui bacaan-bacaan yang bermutu… Yesssss!!!

    =====================================================================================

    Notes:
    Thanx buat yg udah mo baca kultum-ku diatas (hihihi…)

  14. merry says:

    Waduh..harus menyentuh hati mbak Mia ya..
    Yang pasti giveaway ini menyentuh hatiku makanya ikutan.
    Pastinya aku mau tahu penulisan di buku seperti apa, karena udah nonton filmnya dan lumayan suka. Ngingetin galau-galaunya masa remaja dulu *emang skarang udah ga galau?!*
    Mungkin ga terlalu beda sama filmnya karena yg bikin skenario si pengarang sendiri. Tapiii…tetep masih penasaran nih…ni buku udah lama jadi wishlist juga jadi moga-moga aku dapet..amin.

  15. Dee 0_0 Dean (@DeeLaluna) says:

    Katanya buku ini diceritakan oleh Charlie lewat perantara surat ya? Aku tak pernah tahu ada cara bercerita seperti itu. Menarik, dan juga konflik-konfliknya yang bisa dibilang menggelegar, hamil diluar nikah, gay, depresi, sampai dicabuli.
    Aku rasa ini buku yang bisa menambah ilmu hidup untuk kita. Juga Covernya yang cukup memperlihatkan kelasnya. Keren, deh!
    Jadi, aku ingin buanget buku ini agar aku bisa mengambil hikmah dari konflik-konfliknya dan belajar menulis dengan cara dan sudut pandang yang unik, bercerita lewat surat dalam sebuah novel.
    Oh, ya makasih udah bikin GA, membuatku punya kesempatan untuk memiliki buku ini😀

  16. yustie says:

    novel ini eyecatching banget! kenapa? karena di covernya ada si cantik EmWatson dan si ganteng Logan Lerman, kalo satu lagi aku kurang kenal, maap._. terus katanya novel ini dapet rating bagus, di setiap review yg aku baca juga dapet tanggapan positif terus, ceritanya juga pas untuk aku yang masih remaja yang mencari pohon jati diri._. dan buku ini emang buku incaran aku! jadi semoga dapet yaa!
    eh tunggu, jadi udah difilmin? kok aku baru tau? aaaa mau nyari filmnya, tapi lebih asik baca novel dulu sih jadi semoga aku yg menang. hihiihi. hmmm, aku gak bisa bikin kalimat yang menyentuh hati tapi beneran deh aku pengen pengen banget dapet ini novel😀

  17. paramita utari (@MythaParamita) says:

    aku ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower ini karena aku baru pertama kali lihat buku ini di blog ini juga. boro-boro udah punya filmnya, bukunya aja belum pernah baca. nah makanya aku ingin baca buku ini, karena aku suka liat covernya yang polos dan ada tiga remaja disitu. mungkin ini cerita tentang kisah cinta para remaja kali ya😀 hehe udah itu aja sih soalnya aku ngga tau isi ceritanya kaya apa🙂

  18. sansia says:

    halo, kak mia🙂
    sebenarnya udah naksir buku ini sejak tahun lalu. tapi belum dapet-dapet juga. *kecewa* *malah curhat* (-. -‘)y

    pengeeen banget baca buku ini gara-gara baca review *atau curhat? hehehe* dari Ndari di goodreads. dia bilang, ‘Because almost, almost everything that you wrote here is similar to what I wrote in my diary.’ dan ‘Because of Charlie, I learned that I’ll never walk alone. There are a lot of people in the world that feel the same way I do.’. Entah kenapa, baca review dari Ndari rasanya jadi mellow gimana gitu (>,<) Belum lagi ngeliat covernya yang unik banget. Terus kemarin @GoodreadsBali ngerekomen buku ini lagi. Haduh, makin penasaran *guling-guling-galau*

  19. Dheril Sofia says:

    Hi, Kak Mia, jadi ini singgah pertama saya ke blog kakak yang oceanic banget ini…suka sekali sama template kakak (aku kaget beneran pas liat ada cacing gantung-gantung di sisi kiri page ini) -__- tapi gak apa-apa, cacingnya helpful banget kok.

    ini perjalanan saya memeriahkan ultah BBI dan berusaha untuk ikut giveaway2 dari para host..🙂

    dan ini jawaban saya:
    Alasan yang pertama mengapa saya ingin membaca buku ini adalah karena saya belum pernah membaca apalagi nonton filmnya. dan alasan kedua, sungguh sangat menyenangkan belajar dari remaja karena di masa itulah kita sesungguhnya belajar tentang kehidupan dan seperti itulah kesan saya ketika membaca beberapa review tentang buku ini. Saya ingin sekali membaca dan membuktikan bagaimana Charlie menghadapi kehidupannya.🙂

    it seems that this book got good rating everywhere and I should read it as maybe it is a must read book for teens. Saya bosan dengan chicklit atau kisah abg biasa yg sudah terlalu umum dan berharap sekali The Perks of Being Wallflower ini bukan salah satu diantaranya. Reading a meaningful teenage story is another way to learn how we live as teenage in a enjoyablity.

  20. Felia Kusuma says:

    Saya dari dulu ingin membaca buku “The Perks Of Being A Wallflower” ini karena temanya yang dekat dengan remaja, dan kehidupan sehari-hari. Konflik yang ditampilkan pun tidak bertele-tele dan tidak “wah”, sehingga menurut saya ceritanya mudah untuk dicerna. Buku ini juga mengangkat isu-isu umum seperti: adolescene, suicide, abusive relationship, drugs, abortion, dan homosexsuality. Untuk itu saya sangat ingin membaca buku ini karena buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh seseorang yang mengalami masa-masa adolescence seperti saya. Terima kasih:D

  21. dela says:

    Huastagaaa.. aku ingin bukunyaaaa T____T Tapi karena jadi host giveaway juga, jadi rak iso.. yasudahlah, memberikan kesempatan bagi yang lain, hehehe..

  22. Felia Kusuma says:

    Saya dari dulu sangat ingin membaca buku “The Perks Of Being A Wallflower” ini karena temanya yang sangat dekat dengan remaja dan kehidupan sehari-hari. Konflik yang ditampilkan pun tidak bertele-tele dan menurut saya tidak “wah” sehingga ceritanya mudah untuk dicerna. Buku ini juga mengangkat isu-isu umum (walaupun masih awam di indonesia) seperti: adoslescence, suicide, abusive relationship, sex, drugs and pot, abortion, child molestation, homosexuality, etc. Buku yang menurut saya sangat cocok untuk dibaca oleh kita yang sedang mengalami masa pendewasaan, ketika banyak konflik datang bertubi-tubi ke dalam kehidupan. Karena itu saya sangat ingin membaca buku tersebut. Terima kasih:D

  23. woonlicious | kimjinma3424 says:

    Kenapa kalian ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower?
    Coba deh lihat cover depannya, seperti ada inta segitiga yang terjadi diantara mereka, kan? Selain itu, kata teman saya buku ini, tokoh Charlie dihadapkan dengan patah hatinya pada Sam, kemudian ia yang ‘terjebak’ untuk berpacaran dengan teman Sam, Mary Elizabeth, sebelum akhirnya ia bisa jujur pada perasaannya sendiri. Kakak perempuannya yang punya abusive boyfriend dan menghamilinya, dan kakaknya minta Charlie untuk mengantarkan aborsi ke dokter. Patrick yang gay, dan pacarnya Brad, yang pudan nya pacar perempuan juga, sebelum Brad kepergok ayahnya dan mereka bertengkar hebat, membuat Brad terpaksa memutuskan Patrick, yang sangat patah hati. Tentang bibinya, Aunt Helen yang dicabuli saat kecil, yang sangat Charlie sayangi, atau tentang teman baiknya, Michael, yang bunuh diri. Dan Charlie yang mengalami depresi hebat, hingga akhirnya harus masuk ke rumah sakit. Charlie tidak bercerita secara langsung di sini, melainkan lewat perantara surat. Ya, bentuk cerita ini adalah surat. Jadi, buku ini terkesan unik sekaligus mengharukan bagi saya karena konflik-konflik yang terjadi di buku ini adalah konflik yang berhubungan dengan kenakalan remaja such as adolescence, suicide, abusive relationship, sex, drugs and pot, abortion, child molestation, homeosexuality tapi bener-bener mengharukan TT.TT hik. /tarik tissue/ /nangis beneran/

  24. leviosaaah says:

    firstly Happy birthday buat BBI!!😀

    secondly for the answer.
    hmmm.. buku ini ada di urutan pertama on my wishlist!!

    aku tau buku ini dari temenku yg juga maniak buku, dia bilang ini the angstiest buku yg pernah ditulis. sangat penasaran aku tanya beli dimana, dia bilang nemu nyempil satu2nya di salah satu toko buku. pencariankupun dimulai dan gak pernah dapet.

    aku pun mulai baca review2 tentang buku ini dan ada salah satu review yg buat aku berfikir “I HAVE to HAVE this book!!”. review nya berupa surat balasan atas semua surat2 yang pernah ditulis oleh Charlie. pencarianpun dimulai lagi. karena gak nemu2, akhirnya aku membuat keputusan berat dengan menonton filmnya lebih dulu. it was a great. penggambaran karakter, Charlie, Sam, Patrick, konfliknya dll. dan aku semakim penasaran bagaimana penggambaran sedetail itu berasal dari kumpulan surat2 seorang remaja lelaki atas pandangannya terhadap hidup. seorang remaja lelaki yg sebelumnya hanya seorang wallflower sampai dia bertemu dengan orang yang dapat menolongnya.

    dan terlebihnya lagi aku ingin membaca surat2 tersebut secara langsung dan berpura2 menjadi sosok ‘friend’ yg selama ini membaca surat2 Charlie.

    well that’s it. I really wish for my luck this time!!! semoga menang!! X)

  25. Foni says:

    waduh.. mesti yg menyentuh hati ya?? bingung..
    hmm, karena aku sama sekali ga tau ttg buku ini atopun film- nya *aduh cupu dan ga kerennya diriku😦
    jadinya aku berharap bisa dapet. ceritanya jg kykx seru cinta segitiga gt yak?? hehe

  26. Faraziyya says:

    maauuu ikutan ya kak mia😀
    aku mau the perks of being wallflower karena aku ga tau apa maksud wallflower😛
    berhubung ada giveaway ini, aku ga mau googling dulu dan nyari tahu apa maksudnya wallflower, sampe aku baca dari buku ini *maksa*
    maka aku akan bersabar kak, sampai buku ini benar-benar sampai ke tanganku lewat giveaway dari kakak ini😀
    *kecuali memang benar2 tidak berjodoh buku ini lewat giveaway ini, aku baru nyari apa maksud wallflower itu dari sumber lain ^^v

  27. Asy-syifaa Halimatu Sadiah says:

    Aku mau The Perks of Being Wallflower ini karena GRATIS. Selain itu juga, pengen jadi tambahan buku buat pengisi rak buku yang masih kosong, dan terus terang aja, aku belum tahu maksud ceritany apa, ya kan bagus bisa tau apa isinya. Hehe…Klise sih😀

  28. Vera Astanti says:

    errr….
    Bukunya bahasa inggris ya?😀

    Mau buku ini, walaupun bahasa inggris kacau. tapi semooga tidak kacau lagi setelah membaca dan mentranslatekannya.
    masa di baca tapi kalau gak ditranslate ya gak mudeng😀
    Alasannya adalah, aku langsung tertarik dengan salah satu kutipan yang diposting mbak Mia.
    “Things change. And friends leave. Life doesn’t stop for anybody.”
    aku tahu artinya, *bersyukur
    Segalanya berubah, dan teman pergi, hidup tak berhenti untuk siapapun.

    Buku ini pasti syarat makna. Entah itu berupa luka atau kesedihan. Namun aku berharap akan ada hikmah di akhir bukunya. Harus membaca dulu untuk menentukannya.😀
    dan semoga aku menang.
    terima kasih ^^

  29. Elise Kartika says:

    Aku mau memiliki buku ini karena sebuah karya oleh Stephen Chbosky tidak bisa hanya ditonton sebaik apapun akting dari pemainnya. Tidak membacanya, apalagi memilikinya adalah melewatkan kesempatan berkenalan dengan Charlie secara langsung, dan kita tidak boleh “take it for granted” sebuah karya yang jujur, orisinal, dan begitu kaya akan filosofi hidup hanya dengan menontonnya.

  30. Miss Rochma says:

    belum pernah baca bukunya atau liat filmnya. hanya penasaran saja, apakah endingnya bagus atau tidak. bisa menggambarkan karakter tokoh utama yang ‘tidak mau bersosialisasi’ dengan bagus atau tidak. karena penggambaran karakter tokoh yang bagus inilah, jadi salah satu penilaian buku ini bagus atau nggak🙂

  31. Resita Putri says:

    aku mau buku The Perks of Being Wallflower ini karena aku tertarik sama covernya. disana ada gambar emma watson yg termasuk salah satu artis favoritku. trs aku juga seneng sama warna covernya, terkesan kalem.
    yang kedua karena aku tertarik sm judul buku ini dan penasaran sama cerita. buku ini bnr-bnr awam buat aku, jdi aku ngebet banget sama ini buku.😀

  32. selebvi says:

    + kenapa pengen baca?
    – karena aku belum pernah tahu apapun soal buku ini.
    + belum tahu kok mau2nya baca? kalau ceritanya jelek bagaimana?
    – justru itu makanya dibaca, sehingga aku jadi tahu seperti apa buku ini

  33. Tika says:

    Pengen baca buku ini karena aku penggemar Dramione. Udah. Hahahaa…

    Eh, tapi kalo segitu doang nanti ga menang, lagi. Jadi ya, karena aku penggemar Hermione, dan Hermione diperankan oleh Emma Watson, dan Emma Watson itu cantik banget, aku jadi pengen baca buku ini. Ga nyambung ya? Nggak papa sih. Soalnya emang susah banget menjelaskan alasan sesungguhnya kenapa aku pengen baca buku ini….. #ceritanyatermenung

    Sebagian karena dari lubuk hatiku aku emang pengen dapet buku gratisan (#ups). Lalu sebagian lainnya karena aku ingin menyemarakkan ultah Bebi. Dan sebagian lainnya karena aku belum pernah baca buku ini. Dan sebagian lagi lainnya karena aku penggemar Dramione (diulang lagi). Dan sebagian lainnya… cukup sekian dan terima kasih… 〜( ̄△ ̄〜) (〜 ̄△ ̄)〜 #mundurteraturkarenasadarudahkebanyakanngoceh

  34. Kerenzia (@UliKerenza) says:

    Happy B’day BBI sukses dan maju terus. aku ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower karena aku ingin baca selengkapnya buku dan kisah dalam buku ini. Aku ingin baca dan memahami karakter Charlie yang katanya seorang introvert dan bagaimana dia menjalani kehidupannya dan menghadapi orang-orang disekitarnya yang berbeda karakter dengan dirinya, Dan benar-benar ingin tau akhir cerita dari buku ini. Semoga mendapatkannya .

  35. FJ says:

    Sebab aku ingin mentjoba out of the box. 98% buku favoritku adalah buku-buku bergenre fantasy atau science fiction, aku tidak menyesalinya, tentu saja. Tapi aku ingin “memberi teman” bagi Will Grayson, will grayson di rak favoritku, dan siapa tahu buku The Perks of Being a Wallflower ini, yang awal niatnya mentjoba-tjoba, bisa menemani WG, wg di rak favorit.

    Maukah sobat Mia membantuku dengan memberiku kesempatan untuk mentjoba out of the box?😳

  36. Wenny says:

    Hai kak, aku ikut giveawaynya ya😀

    “kenapa kalian ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower?”
    wah, pertanyaannya keliru nih. harusnya pertanyaannya diganti jadi
    “kenapa aku harus ngasih kalian buku The Perks of Being a Wallflower?”
    biar aku bisa jawab gini:

    KARENA Tuhan sudah menakdirkan aku untuk mendapatkan buku itu secara gratis dari giveaway yang diadain kak Mia. jadi kalo kakak nggak ngasih buku itu ke aku, berarti kakak udah menyalahi takdir Tuhan. bahaya banget kak, dosa lho😛
    Ingat, siksa Tuhan itu sungguh pedih~~~~~~~~~~

    *setengah maksa. pake bawa-bawa nama Tuhan lagi. dasar nakal -,,-*

    eh tapi beneran loh, bukunya buat aku aja kaaaaakkkk buat aku ajaaaaaaaa yang lain mah nggak usah kaaak nggak usaaaahhhhhh

    *digampar peserta giveaway yang lain*

  37. Urma says:

    Pengen dapet buku ini karena udah baca dibeberapa review buku ini bagus bgt dan saya itu penggemar berat emma watson yah daridulu pengen beli ini buku tapi belom kesampean hehe semoga aja bisa dapet yg gratisan disini muehehe kan lumayan xD

  38. Roro Hartinah isyani says:

    Huwaaaaww…
    Ada buku gratisann…!!
    Bukunya Genreee aku bgt LOL
    Kudu menang nih aku
    KUDU WAJIB MENANG😀
    Jadi kakaknya pliss pick me jadi yag menang
    Aku suka novel anak kuliahan gini kak😀
    Yayayyaaa plispliss😛

  39. Muhammad Rifqi Saifudin says:

    Sebenarnya gak tau ini buku apaan. Serius deh -_-V. Tapi lihat covernya ada yang kukenal (baca : Emma Watson) dan katanya yang di atas seru, ya pengen sih punya bukunya. Coba pikirin? Siapa yang gak mau buku gratis?

  40. dwi andriyani says:

    sebenernya sih kalo liat covernya (re: emma lagi bersandar di bahunya logan) aku ga tega buat baca buku ini tapi karena kecintaanku sama logan lebih besar daripada rasa cemburuku makanya aku pengen baca buku ini😄

  41. Nina Ridyananda says:

    Wah, Bahasa Indo ya? Kemarin baca English X)
    Alasannya sederhana. Karena di sampulnya ada LOGAN LERMAN😄 sebagai salah satu fans berat Logan Lerman dan aku cinta gila sama cowok ini, rugi deh Mbak kalau nggak punya bukunya *dikeplak*

  42. cheonchan says:

    selamat ulang tahun BBI ~😀
    alasan saya kenapa ingin buku the perks of being wallflower karena saya sudah nonton filmnya, dan tiap scene itu ada ‘cetar’nya xD aku selalu ‘eh? ko?’ terus banyak yang tragisnya. tapi film ini membuktikan bahwa kita masih bisa hidup meskipun punya masa lalu yang sangat-sangatlah ga enak. di film itu aku tertarik sama ketiga tokoh utamanya, yaitu charlie, sam, dan patrick. charlie, aku sempet mikir kalo dia dirawat di rumah sakit gara-gara ia sakit-sakitan. dan catetan yang dia bikin di awal scene itu bener-bener *jleb!* banget. Sam, aku ga pernah nyangka kalo Sam punya hal yang ga enak juga. dan Patrick, si ‘nothing’ ini super kocak dan penuh kejutan! hahaha~
    dicerita yang keren itu tersirat bahwa mereka yang menjadi Wallflower itu adalah mereka yang super mengerti orang-orang disekitarnya. mereka diam, dan melihat kehidupan dari matanya tanpa mencoba menghakimi.

    dan di zaman sekarang, mahluk wallflower seperti itu sudah termasuk mahluk langka~

  43. Selvia Sari R. says:

    Sebelumnya, selamat ulang tahun untuk BBI. Semoga semakin +++… \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

    Keren nih kakak yang mengadakan GA, simple, nggak ribet dan jawabnya cukup meninggalkan komen aja. Hhi~

    Mungkin alasanku ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower tidak seunik dan menyentuh seperti komen diatas dan dibawahku. (┎ ‘_’ ┒) Tapi aku yah aku… Biar mau dikata, yang penting aku tetap ikut meramaikan dan berpartisipasi. *itung itung nambahin saingan *uhuk uhuk

    Aku ingin baca buku ini karena sebuah review yang memikat hatiku *ceilah* yang ditulis oleh -tak boleh disebutkan nanti kepalanya membesar- –> https://miamembaca.wordpress.com/2011/09/26/the-perks-of-being-a-wallflower/
    Dari review itu aku jadi penasaran banget akan ‘isi’nya. Mulai dari Charlie yang introvert alias penyendiri dan juga kumpulan surat yang ditulis Charlie ke anonymous reader. Lagipula bukunya sudah difilmkan -ada Emma Watson-nya pula- berarti pertanda bahwa buku ini kerennn. (┎ ‘_’ ┒) Makadari itu, aku menginginkan buku ini. *pasang muka pengen*

    Thanks kakak yang sudah mengadakan giveaway ini. Salam kenal.

    @vyselvia (http://mis-fil.blogspot.com)

  44. Ma Ziyya says:

    Kepingin punya buku ini karena aku belum punya buku luar yang nge-boom gitu. >.< Walau jujur, aku enggak tahu menahu soal buku ini*maka dari inilah rasa penasaranku kian besar adanya. Ditambah gembor-gembor kakak-kakak komentator yang lain, make me want it very muuuucccchhhh…. ^o^

  45. Neysa Kristanti says:

    Ooh, I’m really excited to see that the gift is Perks of Being a Wallflower. Love you! This is one of my favorite book! (Well, maybe not book, since I watched the film, but I really love the film and would love to read it as well)

    What I mostly love about this book was how every single character of it was flawed (Yes, I’m a sucked for an imperfect character) and they were all so believable.
    I also love how their live was realistic, and not all flower-and-butterfly, but rather had experienced a dark moment of their life (Such as Charlie being sexually abused by his aunt, yet he still believed her with his whole heart. Sam, who was used by her own father. And Patrick, although, well, he was gay, but I love how he still love his boyfriend, even though he betrayed him just for popularity.)
    Also, what drew me most to this book was Charlie’s feeling to Sam. it was so pure and so real, and he just love her unconditionally with all her flaw and her attitude and her dark past. Totally sweet and relatable. And also, it was kinda bittersweet for me to watch it, since my love was kind of the same with his love. Yet mine did not have a really good ending :’)

    Lastly what was amazing from this book was its quote. SO MANY amazing quotes. But what I loved most was :

    “Things change. And friends leave. And life doesn’t stop for anybody.”
    So ouchy yet so true and inspiring.

    Love you Stephen Chbosky! And loe you too, Mia, for this amazing Giveaway! *bighugfromme*
    (And my answer is so freaking long! 0.0 LOL, Thanks anyway)

    Best Wishes from Indonesia,
    Neysa

  46. nnisawunde says:

    Karena aku ingin mengenal Charlie lebih lagi bersamaan dengan surat-suratnya. Aku merasa aku dan Charlie sama *halah. Aku pun senang menulis surat kapanpun dimanapun, di secarik kertas yang entah siapa yang kutuju. Bercerita mengenai apa saja. Tapi lebihnya sih seperti berbicara dengan kertas yang kutulis itu sendiri. Kan kalau aku sudah membaca buku “The Perks Of Being A Wallflower” ini, aku bisa saja membalas surat-surat Charlie ;D

  47. inge says:

    kenapa pengen baca buku ini? aaaaaah masa’ iya mau nolak baca buku yang dikasih secara cuma-cuma? tau buku ini awalnya ya dari GA ini, terus akhirnya karena pertanyaannya pengen baca, awalnya nggak tau kenapa… kalo dikasih buku pasti dibacalah… tapi kemudian cari reviewnya dan ternyata kebanyakan bilang baguuuuuus, jadinya penasaran kan pengen baca bukunya dan membuktikan apakah benar-benar bagus?

    hayoooo kamu udah buat aku penasaran loooooh :p tanggung jawaaaaaab :p

  48. Nukhbah Sany says:

    Saya pengen banget baca buku ini karena memang saya adalah penyuka buku, terutama buku luar negeri. Entah kenapa saya lebih menyukai buku luar, tapi suka miris kalo diterjemahkan secara kaku *padahal diri sendiri kan nggak pinter Bahasa Inggris*. Saya pengen baca buku ini karena sambutan dari yang sudah baca (katanya) sih bukunya bagus, dan memang sedang ada keterbatasan biaya, jadi anggaran untuk beli novel harus ditekan dulu hiks😦 *curhat*
    Kalau sudah bisa baca buku ini kan saya jadi bisa bikin reviewnya hehehe

  49. ♥wyf♬ (@Litaa_FAN) says:

    karena cover yang bagus , pas baca review banyak yang bilang ini bagus banget , di filmnya apalagi bagus !! Aku suka tema yang diambil dari penulis yaitu bully , cinta . Tapi penulis bisa merangkai dengan bagus , sampai dibuat film

  50. DeltaKendaRamaditaIP (@DeltaYordani) says:

    Mau baca buku ini karena dilihat dari cover kayaknya tentang cinta segita😐 kalo dah baca tentang cinta segitaga,rasanya tuh kepengen ngejitak kepala orang yang ganggui itu *loh,kok jadi anarkis? :p* Aduhai abang yang disebelah kiri, walaupun emma gak peluk kamu,tapi boneka beruang aku mau kok peluk kamu😀 hehehe

  51. Yulanda Mawahdah says:

    Krena saya suka baca, apalagi tentang kisah di buku ini sepertinya kisah cinta segitiga. selalu ada cerita sendiri, saat kita mengalaminya. ingin mengambil ilmu dan makna dalam buku ini ..

  52. Arif Kurniawan says:

    Karena filmnya lumayan bagus. Logan Lerman cukup piawai membawakan karakter Charlie yang notabene introvert (penyendiri, tidak populer). Sekaligus ngena banget waktu saya dulu SMP berasa banget kupernya. Temen cuma beberapa orang (apalagi tmn cowok), prestasi juga mentok banget, dan yang terparah adalah Penyakit diBully yang seperti konsumsi sehari-hari. #Tragic #Curcol. T.T *Sekarang juga masih sama sih*

  53. Zakipiyatul says:

    karena Filmnya, selain itu hal ang bikin saya tertarik buat baca buku apapun yaitu judul😀
    Judul itu penting banget tau😀

  54. Vera Ciu says:

    Saya sudah menonton filmnya 5 atau 6 kali dan di akhir film, saya menangis.

    But, my bad. I haven’t read the book. (Parahnya saya sudah tahu buku ini ada)
    Rasanya untuk para readers manapun ketika melihat visualisasi dari buku dalam bentuk film tetapi belum membaca buku tersebut agak janggal rasanyaRasanya untuk para readers manapun ketika melihat visualisasi dari buku dalam bentuk film tetapi belum membaca buku tersebut agak janggal rasanyaRasanya untuk para readers manapun ketika melihat visualisasi dari buku dalam bentuk film tetapi belum membaca buku tersebut agak janggal rasanyaRasanya untuk para readers manapun ketika melihat visualisasi dari buku dalam bentuk film tetapi belum membaca buku tersebut agak janggal rasanya.

    Dan itulah yang saya rasakan…

    Okay, so here my ‘Just one good reason’: Alasan saya adalah, I want to learn Charlie’s psychological more by reading not only seeing.
    Saya mau membayangkan Charlie lebih lagi di dalam imajinasi saya. Di dalam otak saya. Saya mau melihat Charlie hidup dalam imajinasi saya. Saya mau melihat lebih lagi dunia Charlie lewat tulisan bukan hanya lewat film.

    Maka dari itu saya mengikuti giveaway ini.
    Because, I accept the book I think I deserve. (Quoted from “We accept the
    love We think We deserve.”)

    So, to the owner of this blog, Kak Mia? Will you willingly to read my one good

  55. Afni Nurvita says:

    Saya mau novel “The Perks of Being a Wallflower” karena:
    1.) Suka judulnya.
    2.) Belum nonton filmnya. *o my God, jadul banget yak gw*
    3.) Kata orang2 sih bagus, dan beberapa bulan yang lalu temen saya pernah cerita soal novel ini. Dan dia ngarep banget lah pokoknya, biar bisa punya novel ini. Kalau seadainya menang, kan saya bisa minjemin ke temen saya itu, yang konon katanya sih ngefans parah sama Logan Lerman.
    4.) Karena ini gratis, siapa sih yang gak mau?
    Well, mungkin jawaban ini kaga ada menyentuh2nya sama sekali ya. Hehe.😀

  56. Regina Tjoegito (@rrgiina) says:

    Sebenarnya pertama kali dengar tentang The Perks of Being a Wallflower ini karena berita mengenai Emma Watson yang main di film ini. Aku penggemar Emma Watson sejak dia masih mulai debut di film Harry Potter. Awal nonton sama sekali gak ada ekspektasi berlebihan karena dari sinopsisnya kok kayaknya ini film remaja banget yang biasanya klise. Nonton bagian-bagian awal film, masih belum begitu tertarik. Lama-kelamaan ditonton lagi, eh kok makin menarik. Akhirnya lanjut nonton sampai habis dan bahkan sampai mewek di akhir film :’D Yang bikin sukaaaa sama film ini karena dialog-dialognya yang keren. Banyak banget yang mengena di hati. “We accept the love we think we deserve.” “So, this is my life. And I want you to know that I am both happy and sad and I’m still trying to figure out how that could be.” “Sometimes people use thought to not participate in life.” Huaa pokoknya banyak banget, sampai kuhafalin. Karakter Charlie di film ini juga mengingatkan akan diriku. Jadi rasanya apa yang dia ucapkan itu merupakan hal-hal yang ada di dalam hatiku. Jadi tambah mengena. Yang awalnya pesimis sama film ini akhirnya sampai ditonton berkali-kali karena suka banget dialognya. Dan apalagi pas tau kalau ternyata film ini diangkat dari sebuah novel, waahh, jadi makin semangat untuk baca novelnya karena di novelnya pasti lebih banyak lagi kata-kata indah yang tidak tertuang dalam filmnya. Kalau nonton filmnya yang uda pasti jauh lebih singkat dari novelnya aja uda sukses bikin aku jatuh cinta sama dialognya, gak bisa dibayangkan apalagi nanti pas baca novelnya ya😀

  57. Vera Ciu says:

    Saya sudah menonton filmnya 5 atau 6 kali dan di akhir film, saya menangis.

    But, my bad. I haven’t read the book. (Parahnya saya sudah tahu buku ini ada)
    Rasanya untuk para readers manapun ketika melihat visualisasi dari buku dalam bentuk film tetapi belum membaca buku tersebut agak janggal rasanya.
    Dan itulah yang saya rasakan…

    Okay, so here my ‘Just one good reason’: Alasan saya adalah, I want to learn Charlie’s psychological more by reading not only seeing.
    Saya mau membayangkan Charlie lebih lagi di dalam imajinasi saya. Di dalam otak saya. Saya mau melihat Charlie hidup dalam imajinasi saya. Saya mau melihat lebih lagi dunia Charlie lewat tulisan bukan hanya lewat film.

    Maka dari itu saya mengikuti giveaway ini.
    Because, I accept the book I think I deserve. (Quoted from “We accept the
    love We think We deserve.”)

    So, to the owner of this blog, Kak Mia? Will you willingly to consider my ‘just one good reason’?

    Sincerely, Vera Ciu.

    Ps: Maaf, comment sebelumnya alay banget karena mengetik dari BB T_T jadi typo. Tulis ulang ya haha.

  58. fauzan says:

    I wathced this movie for several times and I still don’t get it. Dan gue masih agak bingung tentang masalah si Charlie ini. Di filmnya cerita tentang masa lalu si Charlie ini diceritain samar-samar. Terus, tentang kematian sahabatnya yang terkesan cuma lewat doang di film ini. Sepertinya hanya dengan cara membaca versi bukunya gue bakalan ngerti. Selain itu, gue ngerasa ada sebagian sosok diri gue yang ada di diri charlie. Well, I’m a bit geeky and totally social awkward. Dan film ini berhasil mainin emosi gue, apalagi kalo udah baca buknya bisa tereak-tereak kayanya.
    Raksasa harapan gue buat menangin ini giveaway. Thank you and happy 2nd annyversary for BII😀

  59. Indah Kristiana says:

    mau banget bukunya ya mia, alasannya karena belum pernah baca…juga buat bacaan sambil ngelus2 perut yang membuncit..*bumil nie* semoga kelak my baby boy/girl juga suka membaca, biar kalo gede bisa baca buku The Perks of Being a Wallflower juga kalau menang…:D

  60. Tanti says:

    Happy 2nd anniversary…!
    Saya penasaran dengan buku ini.. Dari segi apa being a wallflower itu ada perksnya..? Lagipula kalau baca reviewnya, sepertinya ini lebih banyak mellow-mellownya kan ya..?
    Belum nonton filmnya juga, karena prinsip saya, kalau ada film yang diangkat dari buku, harus baca aslinya dulu supaya bisa merasakan feelnya…
    Maukah Mia membantu menjawab rasa penasaran saya?😉

  61. Kristiana says:

    Aiiih, harus komen, ya? Hiks.. Aku tuuuuuh, paling ga pinter komen-komen. Hiks.. *nangis dipojokan*
    Buku diatas, udah beberapa kali denger dan liat penampakan covernya di bookdepo. Ga tau kalo ada terjemahannya. Sejak dulu penasaran sih, sama buku ini. Katanya buku ini bagus, penuh pembelajaran hidup, mengharubiru, dll, dll. Apalagi ternyata ada filmnya! aaarrgghhh..

  62. R. Maryana says:

    kenapa aku ingin membaca buku The Perks of Being a Wallflower? Karena si Goodreads selalu bilang sama saya kalau “You have read 14 books toward your goal of 43 books.” Nah? Apakah kak Mia mau membantuku menambah bacaan?

  63. Ariansyah says:

    Alasan mau baca The Perks of Being a Wallflower:
    1. Suka warna & desain covernya.
    2. Wajah unyu Emma Watson yang nampang di covernya bikin khilaf.
    3. Sudah nonton filmnya, suka, dan rasanya nggak lengkap kalo belum baca novelnya.
    4. Pernah nyoba baca versi ebook tapi langsung nyerah di bagian-bagian awal karena kurang dapet feel-nya kalo bukan baca dari kertas.
    5. Biar bisa pamer ke teman-teman goodreads yang lain😄.

    *berdoa semoga alasannya cukup menyentuh hati*

  64. Yuni Ayu says:

    Jawabannya simple kak. Karena saya belum pernah baca buku itu :”)
    Setelah lihat komen mengenai buku The Perks of Being a Wallflower ..saya jadi penasaran deh hehe *jujur ini mah*

  65. Siti Maslihah says:

    Hi, salam kenal,.terima kasih GA-nya,.

    Alasanku pengen baca simpel bin ajaib aja deh, belum baca, baru liat n denger kali ini tu buku (maklum ketinggalan zaman). Eh, ada yg bilang difilmin juga ya, hehe, dan saya belum nonton. Jadi, please, bukunya buat aku ya,..
    Sekian, terima kasih😀

  66. Np Dewanti says:

    holla kak salam kenall
    happy milad Bebiii wish u all the best dan mendunia :* cup cup
    aku mau buku ini karena penasaran kenapa si cewek lebih milih nyenderin kepalanya di cowok yang terlihat lebih pendek dan biasa, bukan di sebelah cowok yang bergaya stylist abiesss –”
    hihihihi

    @NyiPeDe
    upilku_upilmu@yahoo.com

  67. Cecilia Amanda says:

    Saya ingin mendapatkan buku ini karena buku ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari seorang siswa biasa seperti yang saya jalani setiap hari.

  68. Tiara Monita Larasati says:

    The Perks of Being a Wallflower ?
    saya juga gak tau apa-apa tentang buku ini, saya cuma suka membaca dan saya ingin buku baru untuk menemani saya makan.
    Terima kasih. Untuk giveaway. Dan untuk perhatiannya

  69. Ayuni Adesty says:

    Hmm tadi aku cari contekan dulu tentang isinya di blog teman.
    http://arinidf.tumblr.com/post/19877888358
    *pengakuan dosa.

    Kalau dilihat sekilas itu yang jadi Sam kayak Emma Watson ya? Hmm .. apa di filmnya memang di yang main?

    Tadi baca isu-isu yang dibahas di sini : adolescence, suicide, abusive relationship, sex, drugs and pot, abortion, child molestation, homeosexuality
    Sekarang ini kalau nggak diarahkan remaja pasti terjerumus dlam hal-hal negatif dengan mudah. So, mungkin dari buku ini saya bisa belajar dari kesalahan.

    Charlie yang mengalami depresi hebat, hingga akhirnya harus masuk ke rumah sakit. Sebuah ending yang tragis. Semoga setelah membaca buku ini tidak ada Charlie-Charlie lain yang mengalami nasib serupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s