Just One Day – Gayle Forman

Houla! Beberapa lalu melihat percakapan Non Aul dan Non Ziy tentang review marathon yang seharusnya berlangsung sejak kemarin, tapi ternyata kemarin saya seharian tidak pegang laptop😀 So, mari berjibaku pagi ini mengerjakan pr review dan we’ll see berapa review yang bisa saya kerjakan. Buku pertama yang hendak saya review adalah Just One Day buku dari pengarang If I Stay, Gayle Forman.

Buku pertama yang kelanjutannya sudah terbit (Just One Year) ternyata ratingnya lumayan tinggi di Goodreads, 4 lebih bahkan. Tersebutlah seorang gadis bernama Allyson yang sedang tour ke Eropa bersama sahabatnya Melanie, dua sahabat ini selayaknya abg macam saya dulu normal mangkir dari yang seharusnya mereka lakukan. Bukan teater yang dilihat melainkan pertunjukan di jalanan yang membuat Allyson berkenalan dengan aktor bernama Willem.

Willem di sini digambarkan pria ganteng, berjiwa bebas dan membuat Allyson lupa diri, di mana biasanya Allyson hidup teratur dan tertata mendadak bertemu Willem, seakan ia bertransformasi menjadi jiwa baru. Ia juga memiliki nama baru. Lulu. Dan hanya dengan perkenalan kilat itu, Allyson Lulu manut saja diajak berkeliling Paris dalam sehari. Paris, salah satu kota paling romantis di dunia dan Willem, tentu saja pengalaman tak terlupakan yang dialami Lulu.

Seperti judulnya, Just One Day, kebahagiaan Lulu hanya bertahan sehari karena keesokan paginya Willem hilang tanpa jejak. Jreng jreng. Kisah berlanjut di bab kedua buku yang menceritakan setahun kehidupan Allyson pasca Paris dan Willem. Ia tidak lagi menjadi Allyson yang dulu, dari yang saya baca Allyson kini lebih tertutup dan skeptis dalam hidup sampai ia menemukan binar kehidupannya lagi dalam kelas drama Shakespeare. Walau pertanyaannya dan pertanyaan pembaca belum terjawab sampai akhir. Dapatkan ia bertemu kembali dengan Willem? Ke manakah ia menghilang pagi itu dan apa alasannya?

Huft. Entah apa yang salah dengan buku ini atau saya sebagai pembaca karena saya sama sekali tidak merasakan kedekatan emosi dengan para tokohnya. Allyson, Melanie, lebih lagi Willem. Sekilas buku ini mirip dengan Before Sunset di mana kamu akan bertemu belahan jiwamu secara tidak sengaja dan puff semua seakan memudar hanya ada kita dan pasangan yang bagaikan potongan puzzle yang langung klik. Saya bisa mengerti Allyson bisa jatuh cinta dengan Willem, tapi Willem? Apa yang membuatnya jatuh cinta dengan Ally? Apakah gara-gara potongan rambut bobnya? Tidak saya dapat di sini. Mungkin memang saya harus membaca Just One Year yang diambil dari sudut pandang Willem untuk mengerti itu.

Just One Day Just One Year

Just One Day Just One Year

2 bintang untuk Allyson dan Willem dari Mia yang masih belum percaya dengan adanya cinta kilat dan sejati. *wink*

5 thoughts on “Just One Day – Gayle Forman

  1. Faraziyya says:

    sangkaku average rating empat koma sekian itu karena Gayle Forman udah punya fan base, is it not?
    kayak colleen hooper, mulai ada fan base sejak Slammed, tapi karya selanjutnya terlalu menuruti hati pembaca setianya. imo. hmm..
    duh, kak, coba deh baca karya A.S King.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s