Carrie – Stephen King

“But hardly anybody ever finds out that their actions really, actually, hurt other people! People don’t get better, they just get smarter. When you get smarter you don’t stop pulling the wings off flies, you just think of better reasons for doing it.”

Carrie, Carrie, Carrie… Bagaimana saya harus mereview buku ini ya? Carrie salah satu tokoh buku 2013 yang berkesan bagi saya. Sepertinya nama Carrie tidak asing lagi bagi penggemar horor maupun bagi penikmat film. Carrie adalah buku pertama Stephen King yang dipublikasikan. Padahal pada awalnya King tidak begitu pede dengan karyanya ini seperti yang saya baca di Wikipedia : King recalls, “Carrie was written after Rosemary Baby’s, but before The Exorcist, which really opened up the field. I didn’t expect much of Carrie. I thought, ‘Who’d want to read a book about a poor little girl with menstrual problems?’ I couldn’t believe I was writing it.” In a talk at the University of Maine, King said of Carrie, “I’m not saying that Carrie is shit, and I’m not repudiating it. She made me a star, but it was a young book by a young writer. In retrospect, it reminds me of a cookie baked by a first grader — tasty enough, but kind of lumpy and burned on the bottom.” The book went on to sell four million copies.

Carrie versi UK

Carrie versi UK

Buku setebal 253 halaman ini terbagi menjadi 3 bagian (Olahraga Berdarah, Malam Prom dan Reruntuhan), sebagaimana yang disebutkan King di atas, kisah dimulai di saat Carrie mengalami menstruasi pertama dan yang sebelumnya sudah menjadi korban bully, Carrie semakin diolok-olok karena ia tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya kenapa sampai mengeluarkan darah. Aneh ya, remaja putri tidak mengerti dengan menstruasi, namun jika semakin dibaca kita mengerti bagaimana Carrie bisa menjadi seperti itu. Margaret White, ibu Carrie yang juga seorang janda berperangai ajaib turut berperan serta dalam membentuk mental Carrie. Sebagai seorang Kristen fanatik ia menganggap menstruasi adalah dosa keturunan dan Carrie dipaksa untuk duduk di altar dan berdoa. Terus terang di bagian ini saya merinding dan tidak menyangsikan lagi kepiawaian Stephen King sebagai penulis thriller. Whoosah!

Carrie semestinya hanyalah seorang gadis biasa dengan kemampuan khusus. Ia hanya ingin sekolah biasa, masuk ke kelas tanpa dibully dan datang ke acara prom. Ia memang datang ke acara prom dan setelahnya semua tidak akan sama lagi, bagi Carrie, bagi teman-temannya dan bagi kota Chamberlain.

“The over-all impression is one of a town that is waiting to die. It is not enough, these days, to say that Chamberlain will never be the same. It may be closer to the truth to say that Chamberlain will simply never again be.”

Carrie ditulis dengan gaya penceritaan yang tidak biasa, King menyelipkan potongan-potongan berita dari koran, buku catatan teman Carrie, terkadang tambahan dari buku telekinetis yang membuat kita semakin penasaran, apa yang akan terjadi selanjutnya. Terutama malam prom. Cover buku versi Gramedia contohnya, dari sana sudah tersirat akan ada peristiwa besar yang berhubungan dengan darah, apalagi bagi yang sudah sering melihat trailer filmnya.

Carrie movie poster

Carrie movie poster

Pendapat saya setelah membaca Carrie, kisahnya bukan termasuk dalam thriller maupun misteri. Horror psikologis lebih tepatnya.

Bagi yang penasaran tentang inspirasi Carrie, coba cek di sini deh, artikel bagus! Diceritakan bagaimana istrinya memegang peranan penting terciptanya buku ini.

Sekilas artikel saya cantumkan di bawah ini ya?

The idea for the novel came to King in a daydream. He had remembered an article about telekinesis in LIFE magazine, which said that if the power existed, it was strongest in adolescent girls. King’s background as a high school janitor also flashed to mind, specifically the day when he had to clean rust stains in the girls’ showers. He had never been in a girls’ bathroom before, and seeing tampon dispensers on the wall was like visiting a distant planet.

The two memories collided. King knew it could make a decent short story for Cavalier. Playboy was a possibility, too. Hef’s magazine paid better, and the Buick needed a new transmission.

King modeled Carrie White after two of the loneliest girls he remembered from high school. One was a timid epileptic with a voice that always gurgled with phlegm. Her fundamentalist mother kept a life-size crucifix in the living room, and it was clear to King that the thought of it followed her down the halls. The second girl was a loner. She wore the same outfit every day, which drew cruel taunts.

Carrie - Gramedia

Carrie – Gramedia

Satu yang mengganggu saya entah kenapa terjemahan kali ini terkesan agak kaku, tapi covernya menutupi kekecewaan saya🙂

Adegan di kamar mandi, checked.

Freak momma, checked.

Bitchy ladies, checked.

Telekinetik superpower, checked.

Prom ‘bloody’ night, checked.

Tunggu apa lagi, yuk dibaca dan rasakan sensasinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s