Before I Go to Sleep – S. J. Watson

Memories define us. So what if you lost yours every time you went to sleep?

Demikian kalimat pembuka sinopsis yang ada di balik buku debut S. J. Watson yang berjudul Before I Go to Sleep. Menarik ya?

Yuk dibaca lengkapnya :
‘As I sleep, my mind will erase everything I did today. I will wake up tomorrow as I did this morning. Thinking I’m still a child. Thinking I have a whole lifetime of choice ahead of me…’

Memories define us. So what if you lost yours every time you went to sleep? Your name, your identity, your past, even the people you love — all forgotten overnight. And the one person you trust may only be telling you half the story.

Welcome to Christine’s life.

Before I GoTo Sleep

Before I Go To Sleep

Hampir mirip dengan amnesia. Klise? Eits, tunggu dulu, jangan samakan buku ini dengan sinetron yang ada di tv *zoominzoomout*. Before I Go to Sleep lebih mirip dengan Memento, film yang disutradari tak lain tak bukan oleh Christopher Nolan. Christine mengalami amnesia setiap hari saat bangun tidur. Serem juga yak. Tapi kalau boleh curhat, ada masanya ketika badai dan cobaan hidup menghadang *pardonmyfrench* saya terkadang ingin pagi-pagi bangun, masalah sudah lenyap tak berbekas. Kemudian baca novel ini, iyuh, ga jadi deh. Okay kembali ke review.

The bedroom is strange. Unfamiliar. I don’t know where I am, how I came to be here. I don’t know how I’m going to get home.

Begitulah paragraf pertama sekaligus apa yang ada di benak Christine setiap pagi. Seramnya lagi saat ia ke kamar mandi, melihat jari jemarinya, wajahnya, seketika ia terkesiap dan menyadari bahwa yang ada di cermin bukanlah wajahnya yang terakhir ia ingat. Dan ia tidak sendiri di kamar itu, ada seorang lelaki yang mengaku sebagai suaminya. Jreng jreng.

Adalah Ben sang suami yang dengan sabar menjelaskan setiap pagi apa yang terjadi di 25 tahun yang hilang dalam hidup Christine. Di kamar mandi ditempel foto-foto pernikahan dan foto mereka berdua untuk memudahkan Christine mengingat kejadian di masa lalu. Ketegangan cerita mulai meningkat saat Christine menerima telpon dari seorang lelaki bernama Dr. Nash yang mengaku sebagai dokternya dalam usaha Christine mencari memorinya yang hilang.

My Doctor? I’m not ill, I want to add, but I do not know even this. I feel my mind begin to spin.

Nicole Kidman as Christine

Nicole Kidman as Christine

Dengan aba-aba dari Dr. Nash, Christine berhasil menemukan jurnal yang ia tulis sendiri hampir setiap hari sebelum ia tdur.

“I am sliding, down,down. Toward blackness, I must not sleep. I must not sleep.I.Must.Not.Sleep.”

The Journal of Christine Lucas.
Halaman pertama yang tertulis di sana : DON’T TRUST BEN

Whoa.
Menarik bukan? Dan itu semua baru bab awal dari Before I Go to Sleep. Susah payah Christine menggali memorinya yang kata Ben hilang oleh karena kecelakaan mobil namun yang terjadi seiring dengan waktu, semakin ia kalut. Ben acap kali berbohong dan Dr. Nash yang misterius tidak bisa dipercaya begitu saja. Kemudian kilasan memori gadis berambut merah, siapakah dia? Apa hubungannya dengan Ben? Dan kenapa Ben ngotot tidak ingin membaca Christine ke dokter?

Saya sepertinya tidak bisa menulis lebih jauh lagi karena unsur kejutan yang akan merusak kenikmatan membaca buku setebal 395 halaman ini. Memang sedikit jenuh dengan kekagetan dan kepanikan Christine setiap hari namun rasa penasaran yang menghantui saya membuat buku ini saya baca dalam beberapa hari saja. Bagi penggemar thriller ala Gone Girl, Before I Go to Sleep sayang untuk dilewatkan. Memang endingnya dibuat agak terburu-buru dan kelewat gampang, tapi tetap menarik untuk diikuti kok.

Beberapa award Before I Go to Sleep :
Winner of the 2011 Crime Writer’s Association John Creasey
Winner of the Galaxy National UK Thriller & Crime Novel of the Year, 2011
Winner of the Dutch Crimezone Debut of the Year, 2012[12]
Winner of the French SNCF Prix du Polar prize for best Crime Novel, 2012
Winner of the Crimefest Audible Sounds of Crime Award for Best Unabridged Audiobook, 2012

movie poster

movie poster

another one

another one

Tak heran buku ini dibuat dalam versi layar lebar lebarnya, ada yang sudah menontonkah? Saya belum nih, kita lihat trailernya dulu yuk!

4 thoughts on “Before I Go to Sleep – S. J. Watson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s