We Were Liars – E. Lockhart

A beautiful and distinguished family.
A private island.
A brilliant, damaged girl; a passionate, political boy.
A group of four friends—the Liars—whose friendship turns destructive.
A revolution. An accident. A secret.
Lies upon lies.
True love.
The truth.

We Were Liars is a modern, sophisticated suspense novel from National Book Award finalist and Printz Award honoree E. Lockhart.

Read it.
And if anyone asks you how it ends, just LIE.

we-were-liars

Terus terang sinopsisnya bikin penasaran, pinter nih marketingnya *lohkokkesanalarinya*
Baru sadar juga kalau We Were Liar menjadi Best Young Adult Fiction Goodreads ChoiceAward 2014 ya? Wih! Jadi tambah bingung mau ngereview :p
Jadi begini, pada nonton Game of Thrones kan? Bagi yang belum nonton,masih belum terlambat, sisen 5 mulai 3 bulan lagi! Ingat keluarga Lannister yang rata-rata berwajah aristokrat dengan kekayaan yang tak ada habisnya? Nah seperti itulah keluarga Sinclair: our smiles are wide, our chins square, and our tennis serves aggressive, sang Kakek bersama ketiga putri dan cucu-cucunya yang menghabiskan liburan musim panasnya di pulau pribadi.
My full name is Cadence Sinclair Eastman. I live with Mummy and three dogs. I am nearly eighteen.
I used to be blond, but now my hair is black.
I used to be pretty,but now I look sick.
It is true I suffer migraines since my accident.
Begitulah perkenalan kita dengan Cady, narator kita yang menderita amnesia sejak kecelakaan 2 tahun lalu. Kisah dimulai saat Cady berusia 15 tahun, di saat ia bersama sepupu-sepupunya Johnny, Mirren dan kerabatnya yang bernama Gat. Four the Liars.

tumblr_mxk4emjTkt1sm095go1_500

Awalnya mirip seperti kisah young adult biasa pada umumnya, liburan musim panas, cinta-cintaan ditambah intrik keluarga kaya dan diakhiri dengan amnesia. Klise. Sudah biasa. Namun apa yang terjadi sebelum Cady amnesia? Ia tidak bisa mengingat tragedi apa yang terjadi bahkan ketika kedatangannya lagi ke pulau itu 2 tahun kemudian seakan-akan semua anggota keluarga bersekutu menutup mulut jika Cady bertanya apa yang sebenarnya terjadi.Endingnya lumayan mengejutkan dan tentunya tidak akan saya beberkan di sini, buku ini cukup tipis dan cepat dibaca kok, bagi penggemar YA sayang untuk melewatkannya.
Lalu kenapa Cuma 3 bintang?
Hehe kurang gregetnya kalau saya ya, maklum sekarang rada cerewet kalau baca buku *dipentung* setengah buku lumayan membosankan, tidak ada keseruan yang greget seperi membaca diary petualangan musim panas seorang gadis remaja kaya. Saya malah jauh lebih suka dengan penggalan kisah ala Grimm yang beberapa kali diselipkan E. Lockhart. Untuk endingnya agak tidak biasa untuk kategori novel YA, keren sih, bisa jadi difilmkan juga nih!

12 thoughts on “We Were Liars – E. Lockhart

  1. okeyzz says:

    Ah, aku suka nih novel sejenis ini. Penuh intrik, superficialities, dan konflik *halah dasar lebay hahaha*

    Kayaknya aku uda punya ebooknya. Nice review mba Mia. Cepet sembuh ya kakinyaa

  2. fingerprintale says:

    Kemarin sempat iseng baca buku ini (ebooknya sh…) waktu jaga. Cuma keburu ketemu cinta-cintaan yang agak cheesy di awal, jadi stop. Belum ngelanjutin lagi. Dari dulu memang agak susah kalau ketemu cinta-cintaan ala YA.😥

  3. Faraziyya says:

    aku tertipu sama buku ini,
    aku yg awam sm tema misteri, dibikin berasa bloon sm endingnya. like, ‘how could they ?’
    eh tapi kemudian kemarin lalu aku nonton british series Glue, lalu sadar, potensial kriminalitas yg bisa kita buat dengan tangan kita itu tak terduga *ngomong apa deh.

  4. hannabellajulyblog says:

    Halo Mia. Aku baru aja nemuin banyak blog buku keren asal Indonesia dan blogmu salah satunya. Lucu aja sih soalnya untuk seseorang yang udah gemar baca buku lima tahun baru nyari nyari komunitasnya hahaha. I got addicted to how you review books !!! Uh loove love love!

    Anyway, We Were Liars rame banget loh dibicarain. Aku suka banget bukunya. Menurutku poin kuatnya di penulisannya. Personifikasinya e.lockhart ngena banget. Nggak bisa berhenti baca sampai selesai! Justru menurutku diskusi diskusi di komunitasku di booktube soal aspek aspek dibukunya buat aku suka buku ini lebih dari plotnya sendiri

    • miamembaca says:

      Hi Hannaaa! Terima kasih sudah mampir🙂 Memang bagus kok penulisannya tapi sepertinya aku sudah harus milih banget baca YA, maklum umur sudah bukan masuk YA lagi hehehe. Mau ah liat booktubemu🙂

  5. hannabellajulyblog says:

    Halo, mia. Aku baru aja ketemu blog mu (Lucu sih udah lima tahun gemar baca baru nyari nyari komunitas lokal tapi well…) I got addicted to how you describe a book and your feelings related to them. Malah aku jadi terinapirasi buat review buku pake bahasa Indo aja..

    O ya, aku suka sama buku ini karena menurutku jarang banget ada penulis yang bisa menenun kata sebagus dia. It gripped me and I didn’t want to put it down until I finished. Dia bikin buku pendek tapi banyak backstory sama kejadian kejadian. Daaan personifikasinya mantap. Menurutku diskusi diskusi mengenai buku iniand di komunitas di booktube bikin aku suka bukunya lebih dari Plot buku itu sendiri

    Namaku Hanna. Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s