2014 · BBI · drama · ebook · Middle Grade · must read

The One and Only Ivan – Katherine Applegate

Sebelum saya bercuap-cuap mengenai siapakah Ivan dan betapa bagusnya buku ini, ada baiknya kita melihat book trailernya sejenak yuk!

Bagaimana? Menarik kan? Walau bekson lagunya lumayan menyayat hati dan ceritanya juga sih tapi buku pemenang Newberry Medal 2013 sangat sayang dilewatkan lho.

Saya sudah menyukai buku ini sejak halaman pertama, dibuka dengan bab berjudul hello.

hello
hello Ivan!

People call me the Freeway Gorilla. The Ape of Exit 8. The One and Only Ivan, Mighty Silverback.

The names are mine but they’re not mine. I am Ivan, just Ivan, only Ivan.

Humans waste words. they toss them like banana peels and leave them to rot.

Everyone knows the peels are the best part.

I suppose you think gorrilas can’t understand you. Of course, you also probably think we can’t walk upright.

Try knuckle walking for an hour.  You tell me. which way is more fun?

Sengaja saya mengetik ulang chapter selanjutnya untuk mengenalkan kepada pembaca bagaimana Katherine Applegate sedemikian piawainya menyuarakan Ivan, seekor gorila yang pintar namun kesepian. Di beberapa bagian pengarang seolah ingin menyadarkan dan mengingatkan kembali, hei manusia, janganlah serakah dan kasihilah sesama mahluk ciptaanNya.

Ivan tinggal di dalam mall dan hidup bersama teman baiknya Stella, seekor gajah dan Bob si anjing yang tak bertuan. Ivan dan Stella bertugas rutin 3 kali sehari 365 hari di antara riuhnya suara carrousel, monyet dan pengisi sirkus lainnya. Ivan suka menggambar, bahkan sering kali lukisannya laku terjual. Adalah Julia, anak penjaga kandang yang menjadi sahabat Ivan, Bob dan Stella yang mengamati kebiasaan Ivan, sehingga ia sering memberikan kertas dan krayon baru untuk Ivan. Berkat Julia jugalah hobi Ivan ini berperan penting dalam kelanjutan nasib mereka yang mulai berubah sejak kedatangan Ruby, seekor bayi gajah.

Ivan sebagai seekor silverback yang harus menjaga keluarganya, ketika masalah menimpa Ruby dan janjinya dengan Stella harus ditepati, mampukah Ivan menyelamatkan keluarganya hanya dengan hobi yang ia punya yang tak lain tak bukan adalah menggambar?

Seperti apa kelanjutan kisah Ivan, Ruby dan kawan-kawan? Saya tidak melanjutkan demi mencegah kenikmatan pembaca, yang jelas buku ini ditulis dengan narasi yang sangat sederhana namun begitu membekas. Banyak juga yang mengkategorikan The One and Only Ivan sebagai buku penguras air mata >.<

The Real Ivan
The Real Ivan

Sedikit info yang ingin saya tambahkan tokoh Ivan diambil dari gorila silverback yang hidup di Atlanta Zoo dan memang senang menggambar. Ivan diambil sejak kecil dari komunitasnya di Congo dan hidup bersama manusia sampai ia tidak bisa ditangani lagi kemudian diserahkan ke sirkus. Informasi mengenai Ivan bisa dilihat di theoneandonlyivan.com

Salut banget kepada penulis yang sepertinya memang cinta banget kepada binatang, terlihat dari buku karangannya rata-rata pasti bertema binatang.

Salah satu buku terbaik yang membuka bacaan saya di Januari 2014. 4 bintang. Adakah yang sudah membacanya dan siapakah yang menjadi tertarik membaca buku ini? Sharing di sini bersama saya ya dan jangan meninggalkan spoiler 🙂

PS. Buku ini dibaca dalam rangka membaca bareng fabel bersama BBI bulan Januari 2014.

postingbarengBBI2014_zps79d76ac0

Advertisements
2013 · ebook · love love love · New Adult

[Review] On Dublin Street – Samantha Young

Haduh, Januari belum lewat, resolusi rajin ngeblog sudah menguap entah ke mana *pentung*.

Mumpung malam ini mata masih cling, marii kita bahas buku dewasa saja yuk #eh.

Sekilas apdet saat browsing Goodreads, akhir-akhir ini banyak buku dengan cover yang *ehem* sedap dipandang mata. Sepasang remaja berpelukan, pangku-pangkuan dan berpegangan tangan. Fenomena genre baru yang sering disebut sebagai new adult.

Sedikit saya tambahkan sedikit fenomena new adult yang saya ambil dari new york times : The earlier versions of the books followed young-adult conventions and went to the edge of describing sex, and no further. The new uncut versions, labeled appropriate only for ages 17 and up, are explicit about sexual activity — with exclamations of rapture and all.

Penasaran? Hayuk dibahas lebih lanjut buku yang saya lalap habis dalam 2 hari kemarin.

On Dublin Street
On Dublin Street

Sinopsis On Dublin Street dari Goodreads :

Jocelyn Butler has been hiding from her past for years. But all her secrets are about to be laid bare…

Four years ago, Jocelyn left her tragic past behind in the States and started over in Scotland, burying her grief, ignoring her demons, and forging ahead without attachments. Her solitary life is working well—until she moves into a new apartment on Dublin Street where she meets a man who shakes her carefully guarded world to its core.

Braden Carmichael is used to getting what he wants, and he’s determined to get Jocelyn into his bed. Knowing how skittish she is about entering a relationship, Braden proposes an arrangement that will satisfy their intense attraction without any strings attached.

But after an intrigued Jocelyn accepts, she realizes that Braden won’t be satisfied with just mind-blowing passion. The stubborn Scotsman is intent on truly knowing her… down to the very soul.

Gadis remaja bermasalah? Checked.

Laki-laki dengan potongan jas mahal warna silver- GREY? Checked.

Perjanjian friends with benefit aka fuck buddy? Checked.

BDSM? Tet tot, anda kurang beruntung.

Berkisah tentang Joss yang kehilangan orang tuanya secara tragis diikuti dengan perpisahannya dengan sahabat karib yang lumayan menyesakkan, membuat nona satu ini tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta. Lebih baik hubungan yang sedang-sedang saja *nyanyidangdut*.

Jadiii ketika kakak teman seapartemennya yang ganteng bin berduit bernama Braden yang sebelumnya sudah pernah secara tidak sengaja memergoki Joss keluar dari kamar mandi itu mengajaknya melakukan hubungan yang sama-sama enak #eh, Joss pun mengiyakan.

Dimulailah ‘pergulatan’ mereka berdua sampai akhirnya Joss ketakutan sendiri karena jauh di dasar hatinya ia sudah kepincut dengan Braden. Ditambah sedikit intrik sana sini, rekan sekerja Joss yang genit dan sesuatu menimpa Ellie, adik Braden, buku pertama seri On Dublin Street ternyata mendapat respon positif dari pembaca. Ratingnya hampir 4,5.

Oh well, cukup bintang 3 dari saya.

1. Hubungan tarik ulur Joss – Braden antara penasaran tapi juga menyebalkan. Joss seharusnya bisa bersikap lebih dewasa menyikapi hubungan asmara mereka.

2. Ada apa dengan perempuan dengan pria-bossy-berduit-yang-seharusnya-ketimbang-makeout-mending-diporotin-berlian #laah. Ups, maksud saya sepertinya ada ketertarikan tersendiri dan sex appeal yang tinggi dari pria arogan dengan pembaca wanita jaman sekarang. Saya sih emoh banget diperlakukan seperti itu.

3. Tidak telalu banyak formula baru yang ditawarkan tapi untuk bacaan ringan pengisi malam yang sunyi sepi *dihbahasaku* On Dublin Street boleh juga dibaca. Not bad kok.

Cheers!

Detail :

On Dublin Street #1 – Samantha Young

Ebook. 398 pages.

 

 

2012 · drama · ebook · kids just wanna have some fun · young adult

Bobby Phillips, the Invisible Boy.

Apa yang ada di pikiran kalian saat bangun-bangun dan diri kita menghilang? Literally, meng.hi.lang. Deng dong.

Seperti itulah yang dialami Bobby Phillips, anak laki-laki berusia 15 tahun yang secara tiba-tiba menjadi tidak terlihat. Apa yang akan ia lakukan? Ayahnya yang seorang peneliti ikutan dibuat bingung tujuh kelililing. *duh bahasanya* Sudah lama loh saya tidak dengar kata pusing tujuh keliling.

Ibunya apalagi. Panik!

Bobby sih awalnya tenang-tenang saja, ia tidak sekolah dengan alasan sakit. Walau begitu ia sempat mampir ke sekolahnya dengan tidak mengenakan baju sama sekali. Akhirnya malah ia memiliki teman baru, Alicia. Bobby bisa bergaul leluasa dengan Alicia karena Alicia sejak usianya yang ke sepuluh (kalau ga salah, lupa-lupa ingat) kehilangan penglihatannya. Bertemanlah mereka.

Things Not Seen
Things Not Seen

Keadaan menjadi rumit kala sekolah mulai mempertanyakan Bobby yang sakit flu kok lama bener ga sembuh-sembuh. Komisi anak sampai datang ke rumah Bobby, dipikirnya malah ortu Bobby yang ga bener nih menghilangkan anaknya sendiri. Bobby punya waktu singkat untuk membuktikan orang tuanya tidak bersalah. Bersama Alicia mereka berdua berusaha memecahkan kasus Bobby, the unseen boy.

Seru!

Mustinya ebook ini sudah ada di saya sejak 2 tahun lalu, gara-gara lupa bawa buku dan lagi pengen baca yang ringan-ringan akhirnya baca buku ini deh, 3-4 hari kelar.

+ :

– masih kena imbas baca buku terakhir Imajinary Friend yang tokohnya sama-sama lovable, jadi gampang saja rasanya berteman dengan si Bobby ini.

– gaya penceritaan Andrew Clements mudah diikuti, apalagi saya penasaran dengan penyebab hilangnya Bobby jadi bab per bab dilalui dengan penuh semangat.

– :

– Endingnya agak dibuat-buat. *pletak diri sendiri* Hyaelahya udah jelas dari awal agak ga masuk akal anak bisa ngilang 😀

Memorable Quote :

“But fear doesn’t need doors and windows. It works from the inside.”

3 bintang untuk Bobby dan Alicia. Bacaan tipe Young Adult banget.

Sekilas mengenai Andrew Clement, ia adalah mantan guru yang sekarang khusus menulis buku-buku anak. Rata-rata mengisahkan kehidupan anak-anak sekolah. Penasaran? Klik saja di andrewclements.com

Happy browsing 🙂

*review singkat ketimbang kelupaan ceritanya, bakal diapdet kalau sempat* Ciao! Siap-siap praktek dulu yak.

adventure · ebook · fantasy · young adult

Yelena, the food taster – Poison Study #1

Sinopsis (Goodreads) : Choose: A quick death…Or slow poison…

About to be executed for murder, Yelena is offered an extraordinary reprieve. She’ll eat the best meals, have rooms in the palace—and risk assassination by anyone trying to kill the Commander of Ixia.

And so Yelena chooses to become a food taster. But the chief of security, leaving nothing to chance, deliberately feeds her Butterfly’s Dust—and only by appearing for her daily antidote will she delay an agonizing death from the poison.

As Yelena tries to escape her new dilemma, disasters keep mounting. Rebels plot to seize Ixia and Yelena develops magical powers she can’t control. Her life is threatened again and choices must be made. But this time the outcomes aren’t so clear…

Study #1
Study #1

Review :

Kelar juga buku ini setelah 4 bulan lebih terpampang menjadi salah satu penghuni rak currently reading, gini nih kalo baca ebook *pentung pake iPad* *maunyaa*. Ceritanya sih seru, Yelena seorang gadis yatim piatu yang sedang menunggu hukuman mati karena ia terdakwa membunuh anak pemilik panti asuhan tempat tinggalnya sedari kecil. Adalah Valek, seorang food taster berhasil membuatnya lolos dari hukuman mati, walau syaratnya berat. Yelena harus belajar dan menjadi seorang food taster Commander Ambrose, pemimpin daerah Ixia , serem juga sih wong taruhannya nyawa.

Lepas dari hukuman mati bukan berarti hidup Yelena aman, banyak musuh yang mengincar nyawanya, terlebih lagi Jenderal Brazell yang ingin membalas kematian Reyad, anaknya yang tewas di tangan Yelena. Tak hanya itu, di kawasan Ixia di mana sihir dilarang, Yelena malah menyadari ia memiliki bakat untuk menjadi seorang penyihir. Komplit!

Could the strange buzzing sound that erupted from my throat and saved my life really be the same as Irys’s power? If so, I must keep my magic a secret. And I had to gain some control of the power to keep it from flaming out. But how? Avoid lifethreatening situations. I scoffed at the notion of evading trouble. Trouble seemed to find me regardless of my efforts. Orphaned. Tortured. Poisoned. Cursed with magic. The list grew longer by the day.

Saya pikir sesuai judulnya kita akan disuguhi petualangan Yelena menjadi seorang food taster, jarang-jarang buku Young Adult mengambil tema seperti ini kan? Premisnya bagus, ceritanya menarik, apalagi pengarang pintar memberikan nama untuk tokoh-tokohnya. Rayed, Valek, Yelena adalah beberapa di antaranya. Sayangnya Maria Snyder sepertinya ingin memasukkan semua intrik ke buku pertama dari trilogi Study. Dari yang seorang yatim piatu, food taster, penyihir. Kemudian perpindahan adegan berlangsung cepat, bikin bingung. Beberapa review yang memberikan bintang 5 dibilang fast paced, kalau saya bilangnya malah kecepetan dan rada maksa. Karakter pendukung kurang dieksplor lebih dalam berasa hanya tempelan saja dan endingnya gampang tertebak.

Hubungan Valek dan Yelenapun terbilang datar-datar saja, tidak terlalu banyak chemistry di antara mereka dan saya pribadi tidak merasakan adanya getaran asmara eeh di akhir kisah tiba-tiba mereka menjadi sepasang sejoli, walau kalimat Valek ke Yelena bagus juga.

“Yelena, you’ve driven me crazy. You’ve caused me considerable trouble and I’ve contemplated ending your life twice since I’ve known you.” Valek’s warm breath in my ear sent a shiver down my spine. 

“But you’ve slipped under my skin, invaded my blood and seized my heart.” 

“That sounds more like a poison than a person,” was all I could say. His confession had both shocked and thrilled me. 

“Exactly,” Valek replied. “You have poisoned me.”

Aw aw aw aw, senangnya 🙂 Kapan pacar saya bisa kaya gini ya #plaaak.

3 bintang untuk Poison Study, saya suka dunia yang diciptakan oleh Maria V. Snyder, mudah-mudahan kisahnya bakal lebih menarik di buku 2 dan 3 yang masing-masing berjudul Magic Study dan Fire Study.

Oia, Violet books telah menerjemahkan seri #Glass, lanjutan dari serial Study ini, sayang kenapa bukan yang ini diterbitkan dulu ya?

adventure · ebook · fantasy · kids just wanna have some fun · young adult

The Throne of Fire – Rick Riordan

Hai hai semua, miss me? *blogger narsis ga tau diri*

Akhirnya saya berhasil menyelesaikan Throne of Fire setelah ngendon di rak currently reading selama lebih dari 2 bulan, beginilah kendala baca ebook, pasti nyandet-nyandet 😦 Lah kok jadi curhat, yuk kita langsung saja ke berpetualang di Mesir bersama Kane bersaudara Sadie dan Carter. Berikut sinopsis buku 2 dari 3 buku petualangan Kane chronicles yang saya ambil dari sini.

Ever since the gods of Ancient Egypt were unleashed in the modern world, Carter Kane and his sister Sadie have been in trouble. As descendants of the House of Life, the Kanes have some powers at their command, but the devious gods haven’t given them much time to master their skills at Brooklyn House, which has become a training ground for young magicians.

And now their most threatening enemy yet – the chaos snake Apophis – is rising. If they don’t prevent him from breaking free in a few days’ time, the world will come to an end. In other words, it’s a typical week for the Kane family.

To have any chance of battling the Forces of Chaos, the Kanes must revive the sun god Ra. But that would be a feat more powerful than any magician has ever accomplished. 

First they have to search the world for the three sections of the Book of Ra, then they have to learn how to chant its spells. Oh, and did we mention that no one knows where Ra is exactly?

Narrated in two different wisecracking voices, featuring a large cast of new and unforgettable characters, and with adventures spanning the globe, this second installment in the Kane Chronicles is nothing short of a thrill ride.

Throne of Fire
Throne of Fire

Review :

Sedari kecil Mesir selalu menarik buat saya, Cleopatra, mumi, piramida, anything! Jadi bisa dibayangkan ketika salah satu pengarang favorit saya membuat serial baru selepas Percy Jackson yang mengambil lokasi di Mesir lengkap dengan dewa-dewanya.

Walaupun Throne of Fire lanjutan dari Red Pyramid tapi bagi yang ingin langsung membaca buku 2nya tidak mengurangi keasyikan saat membacanya. Sadie dan Kane, 2 remaja biasa yang dalam beberapa hari bertualang menyelamatkan dunia, classic eh? Dewa Mesir semakin banyak yang muncul, penggemar mitologi bakal merasa sangat dimanjakan oleh Rick Riordan. Sayangnya Throne of Fire terlalu bertele-tele, banyak hal yang saya rasa dipanjang-panjangkan oleh om Riordan, walau tetap menarik untuk dibaca sih karena celetukan dan pertengkaran Sadie – Carter mengingatkan saya akan pertengkaran khas adik kakak yang terjadi di rumah.

Sadie, gadis 13 tahun, keras kepala, bossy sedangkan Carter yang setahun lebih tua malah terkesan lebih polos dan lugu. Karakter favorit saya tetap Anubis, dewa kematian yang muncul dalam sosok pria ganteng 😀 #salahfokus.

Carter Kane
Carter Kane
Sadie Kane
Sadie Kane

3,5 bintang. Mudah-mudahan buku terakhir yang terbit tahun depan bakal lebih seru, secara musuh abadi Kane bersaudara yang sebelumnya masih belum muncul total di ending buku 2 sudah bangkit. Yah mirip-mirip Voldemort yang semakin kuat mendekati akhir kisah.

Hal lain yang ingin saya ceritakan di sini, The Throne of fire adalah buku pertama yang saya baca via format audiobook. Awal-awalnya sih seru, bisa mendengar langsung Sadie dan Carter berbicara pas buku ini memakai 2 point of view, eeeh lama-lama jereng juga dengarnya, susah mendengar kalau tidak sambil membaca bukunya. Solusi saya : baca ebooknya sambil dengar audiobook. Menarik dan pengisi suaranya pun pas. Sadie yang bossy terdengar well yeah bossy dan tegas, sedangkan Carter lebih tenang.

Bagi yang memiliki waktu ekstra coba deh untuk berkunjung ke situs resmi Rick Riordan, saya sukaaa banget! Ada penjelasan lengkap tentang Egyptian Magic, shabti dan penjelasan mengenai dewa-dewi Mesir. Bagi yang suka game, Rick Riordan juga menyediakan link ke website resmi British Museum, tempat yang didatangi oleh Sadie dan Kane, kita bahkan bisa mencoba membuat nama kita versi Hieroglyphics, seru! Kita juga bisa belajar membuat mumi di BBC online. Bagi yang belum puas download saja Egyptian Event Kit , ada 2 versi Red Pyramid dan Throne of fire, ada pertanyaan yang memudahkan kita untuk mendalami Sadie dan Carter, Alphabet chart versi Mesir, Egyptian Gods family tree. If those are not enough, di kit tersebut juga ada list bahan kalau ingin membuat replika piramid.

Sayang saya mengutak atik website ini setelah baca sampai selesai, coba pas baca pasti lebih seru karena kita bisa membayangkan seperti apa Bes, Bast, Isis, Horus dkk 🙂 hauhau, jadi tambah pengen ke Mesir @.@

 

ebook · love love love · young adult

Lock and Key – Sarah Dessen

Memang baru dua buku karangan Sarah Dessen yang saya baca, namun keduanya sudah cukup membuat saya menargetkan akan membaca semua buku karangan doi. Sarah Dessen cukup piawai membuai pembaca dengan kisah yang sederhana namun melekat di hati.

Lock and Key

Rubby, tokoh utama Lock and Key adalah seorang gadis remaja yang mandiri. Ia terbiasa melakukan apapun sendiri karena ibunya yang sering berpindah tempat kerja, mabuk-mabukan bahkan yang paling parah Rubby sering kali harus berhadapan langsung dengan debt collector.

Kehidupan Rubby berubah total saat ia harus meninggalkan apartment dan hidup bersama Cora, saudara satu-satunya yang sudah tak pernah berhubungan lagi dengannya sejak Rubby berumur 8 tahun. Cora sendiri sudah menikah dengan Jamie seorang pengusaha kaya dan tinggal di rumah mewah. Terbiasa di lingkungan yang ‘kumuh’  tiba-tiba Rubby juga harus sekolah di sekolah elit tentu saja Rubby mengalami culture shock.

Saya mengerti perasaan Rubby yang senantiasa menutup diri bagaimana tidak seumur hidupnya senantiasa dikecewakan, ia tidak ingin membuka hatinya karena takut sakit dan kecewa untuk kesekian kalinya, selama bisa dikerjakan sendiri ia mengerjakan apapun sendiri. Teman pun ia tak punya, hanya sebatas hubungan simbiosis mutualisme. Sampai ia berkenalan dengan Nate, tetangga yang karakternya beda jauh dengan Rubby. Nate sosok pria yang menyenangkan, ramah dan ingin selalu membahagiakan orang, padahal ia sendiri juga memiliki masalah besar dengan orang tuanya. Mampukah Nate merubah karakter Rubby?

Lock and Key bukan hanya berkisah tentang remaja yang memiliki masalah cinta, buku ini menceritakan pentingnya keluarga. Apakah arti sebenarnya memiliki keluarga? Siapa saja yang dapat kita sebut sebagai keluarga. Ayah dan ibu? Saudara kita? Bahkan teman yang sebelumnya sama sekali kita tidak kenal malah tidak memiliki hubungan darah, bisa menjadi saudara.

Mungkin paragraf akhir Lock and Key bisa mencerminkan arti keluarga : What is family? They were the people who claimed you. In good, in bad, inparts or in whole, they were the ones who showed up, who stayed in there,regardless. It wasn’t just about blood relations or shared chromosomes, but something wider, bigger. Cora was right—we had many families over time.Our family of origin, the family we created, as well as the groups you moved through while all of this was happening: friends, lovers, sometimes evenstrangers. None of them were perfect, and we couldn’t expect them to be.You couldn’t make any one person your world. The trick was to take what each could give you and build a world from it.

Nice!

ebook · fangs · fantasy · young adult

Best vampire series so far.

Yes, i love vampire. I’ve read Twilight series too and i love Stephanie’s first book. But second and third book starts to annoy me. Bella is too selfish and self centered. Bout Edward i like him *Edward not RobPat* :p but i like Jacob more, he’s a funny and such a nice guy.

Vampire Academy series
Vampire Academy series

Err, back to the book that i’m currently reading. 5th book Vampire Academy series. I think this is the best vampire series, everything you ask in fantasy book, you named it! Action, romance, kick ass heroine, sexy guy, they all here. Okeh, i guess that’s it for now, gotta off the internet, the rain is scary here 😦

See you later, bookworms!