movie

War is Coming!

HBO telah mengeluarkan teaser poster Game of Thrones season 2 yang akan tayang 1 bulan lagi. Huhu, can’t wait can’t wait!

GoT - Season 2
GoT - Season 2

Tag line berubah dari winter is coming menjadi war is coming semakin menegaskan akan ada pertempuran dan bagi yang sudah membaca maupun menonton pasti sudah tahu ini pertanda apa. Akan semakin banyak tokoh yang dibabat George R. R. Martin tanpa pandang bulu! Sayang saya belum sempat mereview buku pertama dan keduanya tapi yang jelas buku ini masuk ke dalam buku yang endingnya membuat saya ternganga lebar-lebar.

Saya suka dengan gambar di bawah yang saya ambil dari http://bastardofwesteros.tumblr.com pertempuran telah dimulai dan sesuai dengan perkataan Cersei Lannister di buku pertama when you play the game of thrones, you’ll win or you’ll die. Mantap tante!

Advertisements
movie · thriller

[Film] Girl with Dragon Tattoo (2011)

Terjawab sudah rasa penasaran saya dengan film yang dilarang tayang di sini dan kenapa pula dilarang. Bukunya saja sudah bikin ‘ngilu’ apalagi filmnya, sempat beberapa kali saya memencet tombol skip. Ga kuat, seram!

fuckyeahmovieposter.tumblr.com
fuckyeahmovieposter.tumblr.com

Terdapat beberapa perbedaan antara buku dan film tapi tenang saja tidak akan mengurangi kenikmatan kita menyaksikan duo Mikael dan Lisbeth Salander. Durasi film cukup lama 2,5 jam namun terus terang tidak terasa karena David Fincher dengan meramu dengan apik ketegangan yang terus meningkat dan saya pribadi walau sudah membaca bukunya tetap dibuat penasaran. Terlebih suasana lokasi yang suram bersalju dan soundtrack yang ‘spooky’ sukses membuat jantung berdebar-debar.

Sekali lagi film ini bukan untuk tontonan anak di bawah umur, banyak adegan kekerasan, perkosaan, dan tubuh polos Rooney Mara bolak balik terlihat. Nah kok yang Daniel Craignya cuma terlihat sedikit :p

Rating tinggi di imdb (8,1) tak lepas dari peranan Rooney Mara yang berhasil mewujudkan Lisbeth Salander, perempuan aneh yang anti sosial. Tegar namun rapuh, cuek tapi perhatian, polos walau terlihat menakutkan saat marah. Saya belum menonton versi Swedia tapi secara ‘penampakan’ saya lebih menyukai Lisbethnya Rooney ketimbang Noomi Rapace yang juga muncul dalam Sherlock Holmes Games of Shadow. Oia, jangan lupa mengunjungi situs resmi filmnya di http://www.dragontattoo.net/ informasinya lengkap, ada juga penjelasan asal muasal Stieg Larsson memutuskan untuk membuat novel misteri dengan Lisbeth Salander sebagai tokoh utamanya.

The Girl Who Played with Fire
The Girl Who Played with Fire

Secara keseluruhan saya sangat puas dengan Girl with Dragon Tattoo dan kembali kangen dengan Lisbeth, sepertinya bakal segera baca buku keduanya nih The Girl Who Played with Fire.

2012 · love love love · movie

[Review] Chocolat – Joanne Harris

“Happiness. Simple as a glass of chocolate or tortuous as the heart. Bitter. Sweet. Alive.”

Pas dengan bulan cinta-cintaan, saya butuh bacaan yang menghangatkan hati tapi tidak berlebihan. Pas pula saya mendapatkan buku Chocolat hasil swap di Dijon minggu lalu. Pasnya lagi kisahnya sesuai dengan harapan saya, tidak pasnya hanya satu. Tidak ada coklat yang bisa saya makan sembari membaca buku ini. Beneran deh, Joanne Harris melukiskan coklat sedemikian enaknya apalagi filmnya senantiasa terbayang selama membaca, wah pas banget! Coklat dan Johnny Depp, perpaduan yang rasanya susah ditolak oleh setiap wanita, aw aw aw.

Chocolat
Chocolat

Chocolat dibuka dengan kedatangan janda cantik Vianne Rocher dengan anak tunggalnya di desa kecil Lansquenet-sous-Tannes. Berdua mereka membuka usaha cafe coklat kecil-kecilan bernama La Celeste Praline. Dan tersebutlah pendeta kolot bernama Francis Reynaud tidak menyukai kehadiran Vianne di desa tersebut, apalagi Vianne tidak pergi ke gereja terlebih lagi toko coklatnya juga buka di hari Minggu. Klop sudah, Vianne menjadi ancaman bagi Reynaud.

Vianne yang ceria dan blak-blakan sontak menjadi omongan di desa kecil itu, terlebih lagi gosip dengan mudah beredar di tengah komunitas yang satu sama lain saling mengenal. Banyak yang tidak suka, namun banyak juga yang menjadi teman dekatnya, di antaranya Armande seorang perempuan tua sinis, ada juga seorang istri yang akhirnya berani mengambil keputusan untuk meninggalkan suaminya yang galak.

Secara tidak langsung tindak tanduk Vianne mengubah seisi desa. Masyarakat lebih ceria dan berani dalam bertinak, tentu saja Reynaud tidak tinggal diam, apalagi saat mengetahui Vianne akan mengadakan coklat festival tepat di hari Paskah.

Chocolat tidak hanya berkisah tentang pertikaian Vianne dan Reynaud, lebih dalam lagi pengarang mengupas kemunafikan manusia. Nama Tuhan dijadikan tameng, tidak jauh beda dengan di Indonesia, setiap orang berlomba menghakimi orang lain. Selain menegur kita, Chocolat sekaligus menghangatkan hati kita dengan manisnya persahabatan tulus yang ditawarkan Vianne tanpa pandang bulu ke setiap orang yang ia jumpai.

Satu lagi coba bayangkan nama coklat yang tersedia La Praline : Bitter Orange Cracknell. Apricot Marzipan Roll. Cerisette Russe. White Rum Truffle. Manon Blanc. Nipples of Venus. Oh la la *lap iler*

nom nom nom
nom nom nom

4 bintang untuk Chocolat yang menggoda!

Detail buku :

Judul : Chocolat (Chocolat#1, Food Trilogy#1)

Pengarang : Joanne harris

Penguin Books, 2000, 306 halaman.

Sekilas tentang penulis Joanne Harris, berdarah Perancis dan Inggris yang dulunya adalah seorang guru. Saat menulis review ini saya baru mengetahui bahwa Chocolat adalah buku pertama dari seri Food Trilogy, berlanjut dengan Blackberry Wine dan Five Quarters of the Orange.

Buku ini difilmkan bahkan memperoleh berbagai nominasi termasuk nominasi Oscar best actress untuk Juliet Binoche sebagai Vianne dan best supporting actress untuk Judi Dench yang berperan sebagai Armande, jadi pengen nonton ulang 🙂

2012 · BBI · drama · movie · must read · thriller

The Girl with the Dragon Tattoo

*sigh*

Selalu susah mereview buku bintang 5, apalagi untuk buku thriller macam begini takut menyebar spoiler yang jelas-jelas mengganggu kenikmatan membaca, jadi review kali ini saya buat garis besarnya saja ya 🙂

3 tokoh utama yang membuat saya terjaga sampai tengah malam selama 3 hari berturut-turut.

1. The Industrialist.

Henrik Vanger, mantan CEO Vanger Corporation, yang selama puluhan tahun hidupnya tidak tenang karena setiap hari ulang tahunnya mendapat kiriman bunga yang hanya dilakukan oleh ponakan tercinta, Harriet Vanger. Anehnya saat Harriet berusia 16 tahun ia menghilang tanpa jejak namun kiriman bunga tetap berlanjut sampai sekarang. Harriet masih hidup? Atau pembunuh Harriet ingin menyiksa Henrik kiriman bunga misterius itu?

2. The Jornalist.

Adalah Mikael Blomkvist yang ditugaskan Henrik untuk membantu menyelidiki ambisinya tentang penyusutan kembali tragedi hilangnya Harriet. Mikael sendiri mau tak mau menerima tugas ajaib ini karena ia sendiri baru saja dituduh menulis artikel palsu tentang Wennerstrom, seorang pengusaha korup. Demi menyelamatkan perusahaan penerbitan Millenium, Mikael rela tinggal di Hedestad, pemukiman keluarga ‘kerajaan’ Vanger yang dingin dan mulai menyusuri latar belakang dan gerak gerik Vanger bersaudara yang salah satunya diyakini Henrik bertanggung jawab akan hilangnya Harriet. Ternyata memang ada yang aneh dengan kasus Harriet, perlahan namun pasti misteri mulai terkuak dan di sanalah nasib membawa Mikael bertemu dengan Lisbeth Salander.

3. The Girl with the dragon tattoo.

Lisbeth Salander, gadis unik yang menjadi tokoh favorit saya, bayangkan saja perilakunya ajaib, asosial, pengidap Asperger, hacker handal, badannya penuh dengan tindik dan tattoo. Kepiawaiannya dengan data-data mengantar nasibnya berkenalan dengan Mikael dan duet mereka dalam mengupas tragedi Harriet menjadi poros kisah pertama dari serial Millenium.

Oia satu lagi setelah membaca review dari amazon dan goodreads pembaca Millenium series terbagi menjadi 2 kelompok, yang menganggap Stieg Larsson jenius dan ada yang menyebutkan buku ini feminist yang penuh dengan kritik sosial serta adegan yang kasar. Adaptasi filmnya sendiri tidak boleh beredar di Indonesia karena R-Rated  (brutal violent content including rape and torture, strong sexuality, graphic nudity, and language).

Tidak untuk pembaca yang tidak tahan dengan kekerasan, saya aja sampai kaget-kaget plus merinding, tapi ya itu dia, if it bleads, it leads! Semakin brutal semakin penasaran saya dengan endingnya, setiap ada satu titik terang pasti berlanjut ke perkara lain yang tambah seru. Pantas saja buku ini menjadi Amazon best book of the month September 2008 : Once you start The Girl with the Dragon Tattoo, there’s no turning back. Ho oh betul banget! Buku yang kaya akan plot, page turner dan akan membius pembaca sampai di akhir buku. And in the end, i want more of Lisbeth Salander!

PS : Buku aslinya yang berbahasa Swedia memiliki judul Män som hatar kvinnor atau Men who hate women. Saya dulu ga ‘nyandak’ kenapa judulnya seperti itu dan saat membacanya baru manggut-manggut setuju. Untung saja judulnya diganti, kalau masih Men who Hate Women sepertinya tidak saya lirik deh :p

Terima kasih kepada secret santa, Melisa *peluk-peluk* Berkat doi saya berhasil membaca buku yang sudah menjadi incaran saya sejak beberapa tahun yang lalu tapi bolak balik gagal terbeli. Memang diniatkan untuk baca tahun ini secara adaptasi Hollywoodnya pemainnya keren-keren. Daniel Craig sebagai Mikael dan Rooney Mara berperan sebagai Salander.

DC and RM
DC and RM

Cantik yaa? Coba bandingkan saat Rooney Mara memerankan Lisbeth beda banget.

Rooney Mara as Lisbeth Salander
Rooney Mara as Lisbeth Salander

PR saya banyak nih setelah membaca The Girl with Dragon Tattoo, bakal beli lanjutannya dan menonton filmnya baik versi Swedia maupun Hollywoodnya. Saya pribadi sih lebih suka penampilan Lisbeth yang versi Amerika lebih terlihat kikuk dan fragile walau kuat di saat yang bersamaan, kalau versi Swedianya kelihatan lebih gahar dan mirip dengan Pink malah :p

Rooney Mara vs Noomi Rapace
Rooney Mara vs Noomi Rapace

Penasaran dengan filmnya? Yuk nonton bareng-bareng 🙂

American version

Swedish version

Sekilas tentang Stieg Larsson yang bernasib tragis, ia meninggal beberapa saat setelah menyerahkan 3 draft Millenium bahkan lanjutannya pun tidak selesai, ah sayang sekali 😦 Ketiga buku Stieg Larsson The Girl with Dragon Tattoo, The Girl who Played with Fire dan The Girl Kicked the Hornets’ Nest menjadi best seller di mana-mana.

Another fave quote :

“I’ve had many enemies over the years. If there’s one thing I’ve learned, it’s never engage in a fight you’re sure to lose. On the other hand, never let anyone who has insulted you get away with it. Bide your time and strike back when you’re in a position of strength—even if you no longer need to strike back.”

Detail buku :

Judul : The Girl with the Dragon Tattoo

Pengarang : Stieg Larsson

538 halaman, MacLehose Press, Quercus. 2010.

 

classic · cover · movie · to read

Jane Eyre

Bagi penggemar buku klasik tentu tak asing lagi dengan Jane Eyre. Saya sendiri belum pernah membaca buku klasik yang berat tebal-tebal begini ala Pride and Prejudice. Tapi kalau seperti Secret Garden, A little Princess dan seri Anne of Green Gables saya baca dan suka banget.

Balik ke Jane Eyre, saya memutuskan bergabung di The Book Club yang digagas oleh pengarang muda berbakat Winna Efendi. Kebetulan buku yang dipilih untuk bulan Maret adalah Jane Eyre, pas juga karena buku ini sendiri filmnya akan tayang tahun ini. Terlebih lagi sampul buku klasik terbitan Gramedia cukup bagus untuk dikoleksi.

Jane Eyre - Indonesian cover

Menariknya lagi, tokoh Jane akan diperankan oleh Mia Wasikowska. Saya sudah tertarik dengan gadis ini sejak ia memerankan gadis keras kepala yang bermasalah di serial In Treatment. Bintangnya semakin bersinar sejak ia memerankan Alice  di film Alice in Wonderland. Bisa jadi kariernya akan makin berkembang karena Mia cukup konsisten dan beragam dalam memilih perannya. Huft, nama sama tapi nasih kok beda ya 😀

Jane Eyre - movie poster

So, classic book for March 2011. Bring it on.

cover · fangs · fantasy · movie

#toreadsoon : Let the Right One In

Hola! Apa kabar bookworms?

Minggu lalu saya disibukkan dengan 2 anggota keluarga yang terkena demam berdarah, alhasil kegiatan ngeblog berkurang. Buku yang saya beli kali ini juga ada hubungannya dengan darah, Let the Right One In. Berkisah tentang persahabatan tak normal antara Oscar, anak laki-laki korban bullying dengan Eli. Eli ternyata vampire berusia 200 tahun yang terperangkap dalam tubuh anak kecil. Menarik, covernya juga bagus dan alamak ternyata buku ini tebal sekali.

Let the Right One In

Oia, ini poster filmnya. Seram! Jadi pengen segera baca 🙂

Movie poster

 

movie · now reading

#nowreading : Water for Elephant

Dari sekian banyak cover yang ada, cover di bawah ini yang paling saya suka. Kalau cover terbitan Gramedia terkesan suram, memang sih nuansa suram lumayan terasa di buku yang baru saya baca 200 halaman ini.

 

Water for Elephant

Niat membaca buku ini sudah sejak lama, tapi begitu tau filmnya bakal direlease sebentar lagi kebut baca deh 🙂 Ngomong-ngomong soal film, saya iseng browsing posternya, saya tidak berani baca resensi atau moviefactnya takut ada spoiler 🙂 Me likey! Mudah-mudahan 2 hari ini kelar bukunya jadi bisa lebih leluasa browsing.

 

movie poster

PS : Pemeran tokoh August ternyata adalah Christoph Waltz, OMG I adore him a lot since Inglourious Basterds.