[Review] Will Grayson Will Grayson – John Green & David Levithan

Beberapa bulan lalu salah seorang teman BBI memberi usul membaca buku bertema LGBT. Whoa, seru juga, kenapa tidak? Kebetulan juga saya dapat pinjaman Will Grayson Will Grayson dari Astrid yang sebelumnya juga sudah pernah direkomendasikan Ndari dan Zenia.

Saya hanya mengetahui bahwa Will Grayson Will Grayson mengisahkan 2 remaja pria bernama sama dan buku ini adalah duet dari John Green bersama David Levithan. Ah kebetulan juga nih! Jikalau tahun 2011 saya ngefans banget dengan Sarah Dessen, di tahun 2012 perhatian saya banyak tersorot kepada mereka berdua. John Green dengan The Fault in Our Stars dan David Levithan yang twitternya hampir setiap hari saya cek melalui akun @loversdiction.

Apa jadinya ketika dua penulis jenius, puitis dan anti mainstream ini bergabung menjadi satu?

Will Grayson Will Grayson

Will Grayson Will Grayson

Wooshah. Will Grayson Will Grayson sukses mendapat bintang penuh dari saya, walau endingnya yang terlalu too good to be true dan sinetron-ish banget, buku ini jelas menjadi salah satu buku favorit saya di akhir tahun 2012. Yuk ah, kayanya pembukaan posting bareng kali ini kelamaan.

Sinopsis yang saya ambil dari Goodreads :

One cold night, in a most unlikely corner of Chicago, two teens—both named Will Grayson—are about to cross paths. As their worlds collide and intertwine, the Will Graysons find their lives going in new and unexpected directions, building toward romantic turns-of-heart and the epic production of history’s most fabulous high school musical.

Hilarious, poignant, and deeply insightful, John Green and David Levithan’s collaborative novel is brimming with a double helping of the heart and humor that have won both of them legions of faithful fans.

Cukup unik idenya mengisahkan pencarian jati diri remaja pria bernama sama. Will Grayson dan will grayson. Tidak sulit membedakan mana yang versi JG dan mana yang ciptaan DL. Masing-masing karakter mendapat porsi yang sama, Will Grayson versi JG adalah remaja normal yang diceritakan bersikap cukup riang dan terbuka, memiliki teman ajaib bernama Tiny Cooper yang sangat loveable. Sedangkan will grayson versi DL dikisahkan lebih suram dan penulisannya juga berbeda, semuanya huruf kecil, tanpa kapital dan tanpa tanda baca.

i am constantly torn between killing myself and killing everyone around me. those seem to be the two choices. everything else is just killing time. right now i’m walking through the kitchen to get the back door.

mom : where are you going

school, mom. You should try it some time.

mom : don’t  let your hair fall in your face like that – i can’t see your eyes.

but you see, mom, that’s the whole fucking point.

Begitulah will grayson ala David Levithan. Saya langsung suka dengan will sejak awal saya membacanya. Weird, quirky, dark dan rada menyebalkan. Khas remaja pria tapi entah kenapa saya lebih suka will grayson versi David ketimbang  Will Grayson-nya John Green yang pesonanya terlibas oleh Tiny Cooper.

will grayson yang jelas mengetahui bahwa dirinya adalah seorang gay sedang dibuat jumpalitan karena seorang laki-laki bernama Isaac. Percakapan mereka via messenger sedikit mengingatkan saya akan jaman-jaman pedekate yang ngobrol ngalur ngidul sambil senyum-senyum sendiri. Ahey.

i never hoped for everything to get better- only for one thing to get better. and it never did. so eventually i gave up. i give up every single day.

but not with isaac. it scare me sometimes. wishing it to work.

Untuk ukuran will yang emotionless dan menurut perkiraan saya pasti jarang berekspresi  juga, kalimat di atas itu mengharukan :’)

My fave cover

My fave cover

Will Grayson Will Grayson adalah buku yang tidak muluk-muluk. Masing-masing dari mereka berusaha mencari jati diri. Berusaha menjadi diri mereka sendiri, meraba-raba kehidupan lewat jatuh bangun kehidupan percintaan. Tokoh di buku ini, baik kedua will, ibu will dan Tiny Cooper terasa sangat nyata. We can find them anywhere. Mungkin itu yang menyebabkan walau sudah lewat lama, buku Will Grayson Will Grayson meninggalkan after effect yang cukup dalam di hati saya.

I love this book!! Senang, sedih, nyesek semuanya jadi satu di sini. Will Grayson memberikan konsep yang baru tentang buku young adult, walau temanya berhubungan dengan gay, buku ini tidak berusaha mencari pembenaran ataupun menitikberatkan pada point bahwa will dan Tiny adalah pria penggemar sesama jenis. Persahabatan, hubungan kekeluargaan, arti teman sesungguhnya, kebutuhan kita untuk berinteraksi dengan yang lain menjadi point dari Will Grayson Will Grayson. Gay atau pun tidak, sebenarnya itulah inti dari kehidupan kita bukan?

5 bintang untuk Will, will dan the one and only Tiny Cooper!

Quote favorit :

“I feel like my life is so scattered right now. Like it’s all the small pieces of paper and someone’s turned on the fan. But, talking to you makes me feel like the fan’s been turned off for a little bit. Like things could actually make sense. You completely unscatter me, and I appreciate that so much.”

“Maybe tonight you’re scared of falling, and maybe there’s somebody here or somewhere else you’re thinking about, worrying over, fretting over, trying to figure out if you want to fall, or how and when you’re gonna land, and I gotta tell you, Friends, to stop thinking about the landing, because it’s all about falling.”

Will Grayson Will Grayson

John Green & David Levithan

Speak, 2010.

310 halaman.

18 thoughts on “[Review] Will Grayson Will Grayson – John Green & David Levithan

  1. astrid.lim says:

    yang keren banget (selain tiny cooper!!) adalah ibu2 mereka yang sangat mendukung anak2nya, gay or not. huhuhu! glad you enjoyed the book, mi!

  2. Tika says:

    Hihihi… Iya, cacingnya lucu… #Ikut2an

    Jadi Will Grayson yg gay itu yg satunya ya, bukan dua-duanya? #masihmencerna
    Aku jadi pengen baca juga nih. Hohoo

    • miamembaca says:

      Yuk dibacaa! Mbak Tika ngangkat Lisbeth ya? Uwuwuw, jadi kangen dan pengen segera baca buku ketiganya. Iya yang gay hanya satu, kalau Will satunya temennya yang gay. Bagus, ga rugi baca ini kok.

    • miamembaca says:

      Kalau saya nggak Mbak, karena sudah beberapa kali juga nemu buku yang polanya rada ga biasa🙂

      Oia itu pengen baca Jodi yang SIng You Home gara-gar postingan Mbak baguuus:)

  3. bugot says:

    eh, jadi akhirnya will greyson 1 sama will greyson 2 itu ketemuan mbnak? atau ceritanya masing-masing beda gitu yah kayak novel2 duetnya gagasmedia. Jadi pengen baca juga >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s